... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Deklarasi Istanbul Tolak Yahudisasi Baitul Maqdis

Foto: Perwakilan Indonesia dalam Konferensi Ulama Internasional Mimbar Al-Aqsha II (27-07-2018), di Istanbul

KIBLAT.NET, Istanbul – Masjid Suci Al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam kembali dinistakan. Zionis Israel kembali menutup Masjid Suci Al-Aqsha pada hari Jumat tanggal 14 Dzulqa’dah 1439 H, bertepatan dengan tanggal 27 Juli 2018.

Ekskalasi upaya mengambil alih Masjid Al-Aqsha meningkat drastis dalam satu tahun terakhir. Terhitung sejak penutupan Masjid Al-Aqsha yang pertama, Jumat 14 Juli 2017 setahun yang lalu. Bertepatan dengan Konferensi Internasioal Ulama Mimbar Al-Aqsha Pertama di Istanbul.

Situasi semakin kritis ketika Presiden Amerika Serikat menandatangani keputusan menjadikan kota Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan AS ke kota Al-Quds, pada tanggal 6 Desember 2017. Dilanjutkan dengan peresmian kedutaan AS, pengepungan Al-Aqsha setiap hari oleh Zionis Israel, dan terakhir penetapan UU Nasionalisme Yahudi di Palestina, yang menetapkan bahwa Palestina milik bangsa Yahudi.

“Seluruh rangkain kejahatan ini, tidak lepas dari realisasi ambisi besar Zionis Isreal untuk merebut Masjid Suci Al-Aqsha dari kaum Muslimin,” ungkap ustadz Bachtiar Natsir dalam rilis yang diterima oleh kiblat.net pada Ahad (29/7/18).

Menyikapi kondisi kritis ini, Ketua Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM) Bachtiar Nasir bersama puluhan perwakilan ormas dan organisasi mengikuti Konferensi Ulama Internasional Mimbar Al-Aqsha II (27/07/2018), di Istanbul.

Pertemuan itu menghasilkan deklarasi Istanbul ynag isinya, Pertama, mengutuk keras tindak kekerasan dan teror yang dilakukan oleh tentara Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsha dan umat Islam yang akan melaksanakan Shalat Jumat.

BACA JUGA  Ankara Sudah Kabari Damaskus terkait Operasi Militer di Suriah Timur

Kedua, menyerukan kepada para advokat Muslim sedunia, dan seluruh pemimpin negara yang tergabung dalam OKI, untuk memejahijaukan Israel dalam pengadilan internasional atas pelanggaran HAM yang dilakukan.

“Menghimbau kepada pemimpin, ulama, dan masyarakat Arab untuk lebih pro aktif dan bersungguh-sungguh dalam menjaga Masjid Al-Aqsha,” katanya.

Ketiga, menyerukan persatuan dan kerjasama umat Islam seluruh dunia untuk menjaga dan menyelamatkan Masjid Al-Aqsha

Keempat, menghimbau kepada para dai dan khatib menggunakan mimbar-mimbarnya untuk menggerakkan seluruh umat Islam dunia, agar memberikan perhatian khusus dalam membela Masjid Al-Aqsha.

Kelima, mengapresiasi sikap tegas Pemerintah Indonesia yang menolak Yahudisasi di Palestina, dan mendesak pemerintah Indonesia untuk menolak normalisasi hubungan apapun dengan Israel.

Keenam, menyerukan kepada seluruh elemen umat dan bangsa Indonesia untuk mengesampingkan perbedaan demi menunaikan kewajiban persatuan dalam memperjuangkan kesucian Baitul Maqdis dari penistaan Zionis Israel.

“Mengajak seluruh eleman bangsa Indonesia untuk bergabung dan terlibat aktiv dalam seluruh aktivitas pembelaan Baitul Maqdis melalui lembaga Koalisi Indonesia Bela Maqdis (KIBBM),” imbuh UBN.

Berbagai pihak bergabung dalam Deklarasi Istanbul pada (28/07/2018). Delegasi Indonesia dalam Konferensi Ulama, Internasional Mimbar Al-Aqsha II di Istanbul diwakili Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis.

Reporter: Reno Aldi
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

500 Orang Masih Terjebak di Gunung Rinjani Pasca Gempa Lombok

Gempa berkekuatan 6,4 SR melanda wilayah Lombok pada Ahad (29/07/2018) dan diikuti oleh sejumlah gempa susulan. Gempa mengakibatkan tanah longsor, sehingga pendaki tidak dapat segera turun.

Senin, 30/07/2018 13:50 0

Video News

Wawancara Khusus dengan Ketua Panitia Ijtima Ulama

KIBlAT.NET – Wawancara Khusus dengan Ketua Panitia Ijtima Ulama. Di sela-sela Ijtima’ Ulama dan Tokoh...

Senin, 30/07/2018 12:44 0

Editorial

Editorial: Menyikapi Hasil Ijtima GNPF Ulama

Usai sudah Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang digelar GNPF Ulama di Jakarta, 27-29 Juli 2018. Pertemuan ini, salah satunya, menghasilkan rekomendasi nama Capres dan Cawapres yang hendak bertarung pada arena Pilpres 2019 esok.

Senin, 30/07/2018 12:40 1

Indonesia

Syam Organizer Berdayakan Penduduk Suriah melalui Program Produktif

Lembaga kemanusiaan Syam Organizer (SO) merancang suatu program pemberdayaan penduduk Suriah.

Ahad, 29/07/2018 19:52 0

Indonesia

Ingin Fokus Dakwah, Ustadz Abdul Somad Enggan Jadi Cawapres Prabowo

Ustadz Abdul Somad menyambut positif hasil ijtima ulama yang merekomendasikan ia dan Habib Salim Segaf Al-Jufri menjadi cawapres Prabowo. Namun, dirinya menolak untuk menjadi cawapres.

Ahad, 29/07/2018 15:30 0

Indonesia

Wasekjen MUI: Kenapa Polisi Tak Usir Penghadang Neno Warisman?

Menurutnya, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa polisi tidak mengusir pendemo.

Ahad, 29/07/2018 13:12 0

Indonesia

Rekomendasi Ijtima: Prabowo Capres, Wakilnya Salim Segaf atau UAS

Sebelum rapat, peserta Ijtima dibagi menjadi empat komisi. Komisi Politik, Komisi Ekonomi, Komisi Dakwah dan Komisi Lembaga dan Organisasi. Komisi Politik berhasil merumuskan kritera ideal calon pemimpin dan pejabat publik yang akan dipilih oleh umat Islam.

Ahad, 29/07/2018 11:16 0

Indonesia

Umat Diharapkan Sadar, Ulama Juga Pemimpin

"Harapan saya, pertama umat sadar bahwa kepemimpinan berada ditangan ulama, gak usah ragu dengan ulama," ungkapnya di lobby hotel Peninsula, Jakarta, Sabtu (29/07/2018).

Ahad, 29/07/2018 10:22 0

Artikel

Nabi Musa, Ketika Kekuatan Fisik Terbalut dalam Santunnya Akhlak

Lalu Nabi Musa mengambil kainnya dan dipukulnya batu itu.” Abu Hurairah berkata, “Pada batu itu terdapat enam atau tujuh bekas pukulan.” Lalu turunlah ayat

Ahad, 29/07/2018 09:49 0

Manhaj

Nabi Musa, Keberanian Melawan Firaun dan Kesabaran Menghadapi Bani Israel

Semoga rahmat Allah terlimpahkan kepada Musa, sungguh dia pernah disakiti lebih dari ini, tetapi ia bersabar,”

Ahad, 29/07/2018 07:00 0

Close