... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Polemik Ustadz Hanan Attaki dan Adab Menasehati Dai

Foto: Ustadz Hanan Attaki

KIBLAT.NET – Beberapa waktu yang lalu kita diramaikan dengan polemik ustadz Hanan Attaki. Polemik ini menggelinding seperti bola salju. Keributan dan perdebatan di dunia mayapun mengemuka. Ada yang membully habis-habisan seolah tak ada kebaikan dalam diri beliau. Ada yang membela, ada pula yang mencoba bersikap adil, dengan mengkritik poin kesalahan Ust Hanan Attaki namun tidak mengingkari kebaikan yang ada pada dirinya.

Sudah menjadi kesepakatan para ulama sejak zaman dahulu hingga sekarang, bahwa tidak ada manusia yang ma’sum setelah Rasulullah SAW. Siapapun dia, apapun gelarnya, setinggi apapun ilmunya, berpeluang besar untuk jatuh kepada kesalahan.

Sedangkan dai adalah penerus para Nabi dalam dakwah dan perjuangan menyebarkan agama.  Dalam sebuah hadist, mereka (para ulama) disebut pewaris para nabi. Status mereka sebagai pewaris Nabi tidak membuat mereka ma’sum dari kesalahan.

Seorang dai yang sholeh pasti senang ketika ada yang memberitahunya tentang kekhilafannya. Bahkan para ulama terdahulu berpesan bilamana ada pendapatnya yang menyelisihi Al-Qur’an dan sunnah untuk ditinggalkan dan mengambil pendapat yang sejalan dengan Al-Qur’an dan sunnah.

Memberitahu ulama jika mereka salah adalah keharusan bagi orang yang mengetahui kesalahannya. Jika orang biasa melakukan kesalahan atau meninggalkan suatu kewajiban maka permasalahannya hanya menyangkut dirinya, namun jika ulama atau dai salah dan tidak ada yang menegur, maka kesalahannya akan ditiru oleh orang lain yang mengikutinya karena dikira benar.

Karenanya amar ma’ruf nahi munkar tidak terbatas kepada orang awam saja, tetapi juga kepada ulama atau dai yang terjatuh kepada kesalahan. Namun, cara atau adab menasehati ulama mereka berbeda dengan orang umum. Mengingat mereka memiliki kehormatan yang harus dijaga di hadapan umat.

Diantara adab menasehati ulama atau dai adalah :

1. Memberi nasehat atas dasar ikhlas, hanya mengharap ridha Allah, tidak ada unsur tipu daya dan khianat. Syaikh bin Baz berkata :

النصح هو الإخلاص في الشيء وعدم الغش والخيانة فيه . فالمسلم لعظم ولايته لأخيه ومحبته لأخيه: ينصح له ويوجهه إلى كل ما ينفعه

BACA JUGA  Keran Bantuan Asing Dibuka, Sumbangan Rp220 Miliar Akan Mengalir Ke Sulteng

“Nasehat itu ikhlas (tulus) pada sesuatu tanpa tipu daya dan khianat. Karena besarnya loyalitas dan kecintaan pada sesama muslim, maka seorang muslim : memberinya nasehat dan mengarahkannya kepadahal yang bermanfaat untuknya.” (Majmu’ Fatawa ibnu Baz, 5/90)

2. Nasehat harus berdasarkan cinta terhadap kebaikan dan benci terhadap keburukan. Ibnu Rajab berkata :

وأما النصيحة للمسلمين : فأن يحب لهم ما يحب لنفسه ، ويكره لهم ما يكره لنفسه ، ويشفق عليهم ويرحم صغيرهم ، ويوقر كبيرهم ، ويحزن لحزنهم ، ويفرح لفرحهم

“Memberi nasehat kepada umat Islam, yaitu  mencintai mereka sebagaimana  ia mencintai dirinya sendiri, membenci untuk mereka apa yang ia benci untuk dirinya sendiri, bersimpati kepada mereka, menyayangi yang muda, menghormati yang tua, sedih karena mereka sedih, dan senang karena mereka senang.” (Jami’ul Ulum wal Hikam, hlm. 80)

3. Tidak ada bermaksud untuk melecehkan kehormatannya, menjelek-jelekkan dan menghina. Al-Hafidz Ibnu Hajar telah menulis risalah khusus tentang hal ini berjudul al-Farqu baina an-Nasihah wa at-Ta’yir (Perbedaan antara nasehat dan menghina)

4. Nasehatnya didorong semangat ukhuwah dan kasih sayang, bukan permusuhan dan sikap Allah berfirman :

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. an-Nahl : 125)

5. Nasehat disampaikan atas dasar ilmu, penjelasan dan hujjah. As-Sa’di rahimahullah berkata :

من الحكمة الدعوة بالعلم لا بالجهل والبداءة بالأهم فالأهم ، وبالأقرب إلى الأذهان والفهم ، وبما يكون قبوله أتم

 “Di antara bentuk hikmah itu adalah berdakwah dengan ilmu, bukan dengan kebodohan, dan memprioritaskan yang paling penting terlebih dahulu, dan yang lebih cerdas dan faham, supaya sempurna dalam menerima.” (Tafsir as-Sa’di, hlm. 452)

BACA JUGA  Gempa Bumi, Ketika Manusia Mempertentangkan Sains dan Kuasa Allah

6. Hendaknya nasehat disampaikan ditempat yang tersembunyi, tidak dihadapan banyak manusia kecuali ada maslahat yang jelas. Ibnu Rajab rahimahullah berkata :

كان السَّلفُ إذا أرادوا نصيحةَ أحدٍ ، وعظوه سراً ، حتّى قال بعضهم : مَنْ وعظ أخاه فيما بينه وبينَه فهي نصيحة ، ومن وعظه على رؤوس الناس فإنَّما وبخه .

“Apabila para salaf hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka mereka menasehatinya secara rahasia, bahkan sebagian mereka berkata : Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.” (Jami’ul Ulum wal Hikam, 1/236)

7. Memilih kata yang baik, bersikap lembut kepada yang dinasehati dan halus dalam berkata. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

 “Setiap sikap kelembutan yang ada pada sesuatu, pasti akan menghiasinya. Dan tidaklah kelembutan itu dicabut dari sesuatu, kecuali akan memperburuknya. (HR. Muslim)

8. Hendaknya menyelidiki dan mengkonfirmasi sebelum memberi nasehat, bukan karena prasangka, supaya ia tidak menuduh saudaranya apa yang tidak ia lakukan. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. al-Hujurat : 6)

Demikianlah beberapa adab memberi nasehat kepada seorang dai dan tokoh umat. Namun, jika seseorang merasa tidak mampu memberi nasehat dengan baik, baiknya ia diam. Hal itu lebih baik, karena akan lebih menjaga perkataan-perkataan yang akan memperburuk keadaan. Wallahu ‘alam bish showab…

Penulis: Zamroni
Editor: Arju

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Pakistan

Kemenangan Khan Akhiri Dominasi Politik Dinasti di Pakistan

Barangkali perubahan terbesar yang akan dilakukan Khan adalah mengupayakan satu kesepakatan membuka perbatasan dengan negara tetangga, Afghanistan.

Sabtu, 28/07/2018 18:08 0

Amerika

Amerika Ingin Hidupkan Aliansi “NATO Arab” untuk Hadapi Iran

Tidak dijelaskan bentuk perlawanan Aliansi terhadap Iran. Tetapi pemerintahan Trump dan sekutu Muslim Sunni memiliki kepentingan bersama dalam konflik di Yaman dan Suriah.

Sabtu, 28/07/2018 17:26 0

Video News

Prabowo Ngaku Grogi Bicara di Depan Ulama

KIBLAT.NET – Prabowo Ngaku Grogi Bicara di Depan Ulama. Prabowo Subianto mengaku grogi berbicara di...

Sabtu, 28/07/2018 16:46 0

Indonesia

Tommy Sebut Partai Berkarya Ikut Koalisi GNPF Ulama

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau yang karib disapa Tommy Soeharto mengatakan partainya berkoalisi dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama ( GNPF-Ulama) pada Pemilihan Presiden 2019.

Sabtu, 28/07/2018 16:24 0

Indonesia

Ada Tommy di Ijtima GNPF Ulama

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto tampak menghadiri pertemuan ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa ( GNPF) di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat (27/7/2018) malam.

Sabtu, 28/07/2018 16:08 0

Suriah

Bashar Assad: Target Kami Selanjutnya Menguasai Idlib

"Militer -sesuai pertimbangan mereka - akan memutuskan prioritas dan Idlib adalah salah satu prioritas ini," kata Bashar Assad.

Sabtu, 28/07/2018 13:57 0

Turki

500 Lebih Dai Internasional Hadiri Konferensi untuk Baitul Maqdis di Turki

Konferensi Internasional II Mimbar Al-Aqsha untuk Para Khatib dan Dai resmi dibuka oleh mantan Menteri Urusan Agama Turkey, Dr. Muhammad Qurmuz pada Jumat (27/07/2018).

Sabtu, 28/07/2018 12:04 0

Philipina

Rodrigo Duterte: RUU Otonomi Bangsamoro Telah Ditandatangani

Presiden juga mengatakan dia ingin berbicara dengan pendiri Moro National Liberation Front (MNLF), Nur Misuari, untuk membentuk perjanjian damai yang dapat direalisasikan pada akhir tahun ini.

Sabtu, 28/07/2018 10:58 0

Info Event

Muslimat Hidayatullah Gelar Seminar “Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Beradab”

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah akan menggelar acara pertemuan akademik bertajuk “Seminar Negeri...

Sabtu, 28/07/2018 10:27 0

News

Anies Baswedan: Ijtima Ulama Akan Jadi Sejarah Baru Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Jakarta telah berulang kali menjadi saksi sejarah perjalanan bangsa. Gubernur DKI Jakarta...

Jum'at, 27/07/2018 22:20 0

Close