... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kemenangan Khan Akhiri Dominasi Politik Dinasti di Pakistan

Foto: Pemilu Pakistan 2018

KIBLAT.NET, Islamabad – Kemenangan Imran Khan dalam pemilu Pakistan pada hari Rabu (25/07/2018) lalu bukan hanya fenomena adanya satu perubahan besar terkait pencoblosan dan pilihan politik para konstituen, namun juga merupakan satu momentum bersejarah bagi rakyat Pakistan untuk keluar dari sistem politik dinasti. Selama beberapa dekade, kekuasaan didominasi oleh segelintir orang.

Meski kerap diwarnai kudeta yang diikuti dengan penguasa junta militer, Pakistan sejak 1960 didominasi oleh 2 partai besar, yaitu Liga Muslim Pakistan (PML) dan Partai Rakyat Pakistan (PPP). Tahun 1996, Imran Khan mendirikan partai baru Pakistan Tehreek-e Insaf (PTI) yang saat ini menang pemilu dan akan segera membentuk pemerintahan.

Selama ini, Khan memposisikan PTI sebagai partai alternatif ideal bagi 2 partai utama yang sudah ada dengan terus mengkampanyekan anti-korupsi yang merupakan isu sentral kerakyatan. Ia berjanji akan memperkuat hubungan dengan koalisi tradisional, dan akan memulai negosiasi dengan rival India soal isu-isu lama.

Barangkali perubahan terbesar yang akan dilakukan Khan adalah mengupayakan satu kesepakatan membuka perbatasan dengan negara tetangga, Afghanistan. Khan mengatakan langkah itu akan membantu proses stabilisasi Afghanistan. Menurutnya, damai di Afghanistan, berarti damai di Pakistan. PTI menang dengan 116 kursi, sementara PML-N memperoleh 64 kursi, dan PPP hanya 39 kursi di DPR.

Khan Menang, AS Keberatan

Departemen Luar Negeri AS pada hari Jumat (27/07/2018) merilis pernyataan mengkritik proses pemilu di Pakistan yang dianggap “bermasalah” dan tidak memenuhi aspek pemungutan suara secara “jurdil dan transparan”.

BACA JUGA  Pakistan Puji Burhan Wani, Pejuang Kashmir yang Ditembak India

Sebelumnya, AS tidak pernah menyinggung soal pemilu yang diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 25 Juli ini. Namun tiba-tiba Amerika mengungkapkan keberatan tidak lama setelah Imran Khan memenangi pesta demokrasi tersebut. Imran Khan diketahui sejak lama mengkritik kebijakan AS.

Dengan latar belakang sebagai salah satu mantan pemain kriket paling sukses dalam sejarah Pakistan, keterlibatan Khan di dunia politik menjadikan dirinya sebagai tokoh paling populer yang memimpin partai oposisi. Dengan legitimasi kekuasaan politik nantinya, bukan tidak mungkin Khan akan punya kontak langsung dengan AS.

Khan merupakan pengkritik utama kebijakan AS di Afghanistan, terutama terkait penggunaan pesawat tak berawak oleh AS di wilayah tribal area. Khan pernah mengatakan, jika ia berkuasa akan mendesak AS menghentikan operasi drone di wilayah udara Pakistan. Jika AS menolak, Khan akan memerintahkan Angkatan Udara Pakistan menembak jatuh drone tersebut.

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Prabowo Ngaku Grogi Bicara di Depan Ulama

KIBLAT.NET – Prabowo Ngaku Grogi Bicara di Depan Ulama. Prabowo Subianto mengaku grogi berbicara di...

Sabtu, 28/07/2018 16:46 0

Indonesia

Tommy Sebut Partai Berkarya Ikut Koalisi GNPF Ulama

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau yang karib disapa Tommy Soeharto mengatakan partainya berkoalisi dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama ( GNPF-Ulama) pada Pemilihan Presiden 2019.

Sabtu, 28/07/2018 16:24 0

Indonesia

Ada Tommy di Ijtima GNPF Ulama

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto tampak menghadiri pertemuan ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa ( GNPF) di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat (27/7/2018) malam.

Sabtu, 28/07/2018 16:08 0

Info Event

Muslimat Hidayatullah Gelar Seminar “Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Beradab”

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah akan menggelar acara pertemuan akademik bertajuk “Seminar Negeri...

Sabtu, 28/07/2018 10:27 0

Indonesia

Ijtima Ulama Digelar Bukan Karena Pesanan

"Dengan Ijtima semoga setelah bertemu dengan ulama dan tokoh nasional mereka terbuka hatinya bisa mufakat berkoalisi membentuk koalisi keumatan dan deklarasi," tukasnya.

Jum'at, 27/07/2018 20:20 0

Indonesia

Lima Partai Diundang Ijtima, GNPF: Karena 2019 Ganti Presiden

etua umum lima partai politik akan diberikan kesempatan untuk memaparkan visi dan misinya di hadapan para peserta Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional. Panitia mengundang kelimanya karena ingin ganti presiden.

Jum'at, 27/07/2018 17:22 2

Indonesia

Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional akan Dibuka Nanti Malam

Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional akan digelar di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta pada 27-29 Juli 2018. Acara pembukaan akan digelar nanti malam.

Jum'at, 27/07/2018 16:49 0

Indonesia

Sepeda Gratis Buat yang Bisa Sebutkan Satu Penyerang Novel

Kedatanga Novel di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Jumat (27/07/2018) mendapat sambutan hangat dari ormas Pemuda Muhammadiyah dan mantan Ketua KPK Abraham Samad serta mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Jum'at, 27/07/2018 15:59 0

Video Kajian

Empat Nasib Manusia, Anda Masuk yang Mana?

Empat Nasib Manusia, Anda Masuk yang Mana? Apa pun keadaan seseorang, sejatinya tidak akan lepas dari empat golongan berikut ini! Manakah harapan Anda?

Jum'at, 27/07/2018 14:25 0

Indonesia

Pileg dan Pilpres Jadi Momentum untuk Menghukum Partai Korup

"Ketika PDIP berkuasa jadi wajar banyak sekali kesempatan yang menjerumuskan kepada pusaran korupsi, persoalannya bagaimana kita tidak masuk pada pusaran itu. Begitupun faktanya Gerindra yang berkuasa di daerah-daerah pun banyak kadernya yang terjerat," ujar Masinton.

Jum'at, 27/07/2018 14:25 0

Close