Lima Partai Diundang Ijtima, GNPF: Karena 2019 Ganti Presiden

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua umum lima partai politik akan diberikan kesempatan untuk memaparkan visi dan misinya di hadapan para peserta Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional. Panitia mengundang kelimanya karena ingin ganti presiden.

Menurut ketua penyelenggara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional, Yusuf Muhammad Martak acara itu akan menghadirkan ketua umum lima partai politik. Kelima partai itu adalah Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Berkarya.

“Agar mereka bisa memberikan visi dan misinya yg akan didengar yang nantinya menjadi bahan diskusi dalam forum yang disediakan untuk peserta,” terang Yusuf.

Pemaparan yang disampaikan ketua umum lima partai itu akan dibahas dalam sidang-sidang di tingkat komisi dan pleno. Hasil dari pembahasan itu akan dijadikan konsideran dan tolok ukur dalam membenahi permasalahan di Indonesia.

Yusuf mengatakan lima partai tersebut dihadirkan bukan tanpa alasan. “Karena 2019 mau ganti presiden,” ujarnya.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama itu menyebut, partai-partai lain tidak diundang karena dinilai masih menginginkan kepemimpinan presiden sekarang berlanjut.

Ijtima yang diinisiasi oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) akan berlangsung pada 27-29 Juli 2018 di Hotel Menara Peninsula. Acara itu akan diikuti oleh ratusan ulama dan tokoh nasional seluruh Indonesia.

Reporter: Imam S.
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat