... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tak Disetujui DPR, RUU Otonomi Bangsamoro Gagal Disahkan

Foto: Bangsamoro.

KIBLAT.NET, Manila – Rancangan Undang-undang Otonomi Bangsamoro (BOL) gagal ditandatangani Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Senin (23/07/2018). Hal ini disebabkan DPR belum memberikan ratifikasi terhadap usulan UU tersebut.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menangguhkan sidang ratifikasi untuk BOL pada Senin pagi. Setelah istirahat selama satu jam, Perwakilan Provinsi Pampanga, Juan Pablo Bondoc menunda sidang DPR hingga jam 4 sore.

Jam 4 sore adalah waktu ketika Presiden Rodrigo Duterte seharusnya menyampaikan pidato tahunan State of the Nation Address (SONA) yang ketiga. Di waktu inilah Duterte akan menandatangani BOL.

Senat telah meratifikasi BOL tersebut pada Senin pagi. Namun, DPR gagal meratifikasinya. “Kami merasa sangat disayangkan bahwa BOL tidak diratifikasi sebelum penundaan sidang Dewan Perwakilan hari ini,” kata juru bicara kepresidenan Harry Roque dalam sebuah pernyataan.

Roque, menganggap hal ini sebagai kemunduran sementara pemerintah untuk meletakkan landasan bagi perdamaian yang lebih sejati dan abadi di Mindanao. Smeentara pemimpin Senat Juan Miguel Zubiri mengaku “sedih” atas kegagalan DPR untuk meratifikasi BOL sebelum penyampaian SONA Duterte.

Duterte diharapkan menandatangani RUU otonomi menjadi undang-undang dan menyorotnya dalam pidato kenegaraannya. Kesepakatan damai, yang dijanjikan untuk ditandatangani dalam waktu 48 jam, disebut sebagai titik terang dalam masa kepresidenannya selama dua tahun.

“Saya membuat komitmen serius bahwa pemerintahan ini tidak akan pernah menolak saudara-saudara Muslim kita dan alat-alat hukum dasar untuk mencarter nasib mereka sendiri dalam kerangka konstitusional negara kita,” kata Duterte.

BACA JUGA  Isu Radikalisme Ibarat Menggaruk yang Tak Gatal

Kesepakatan yang diusulkan adalah upaya signifikan terbaru oleh pemerintah untuk merundingkan mengakhiri hampir setengah abad konflik di selatan negara yang telah menyebabkan lebih dari 120.000 orang tewas dan menghambat pembangunan di wilayah-wilayah paling miskin di negara itu.

Sumber: GMA News
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

MK Tolak Gugatan Ahmadiyah Bukti Agama Tak Boleh Ditafsirkan Secara Bebas

Salah satu alasan mendasar MK dalam menolak gugatan Ahmadiyah adalah agama tidak boleh ditafsirkan oleh siapa pun secara bebas

Selasa, 24/07/2018 09:14 0

Manhaj

Karakteristik Umat Pilihan: Menegakkan Keadilan Sesuai Manhaj Rabbani

Lebih menakjubkan lagi dengan kisah Ali bin Abi Thalib, ketika diangkat sebagai khalifah, beliau pernah berurusan di pengadilan dengan salah seorang Yahudi yang mengambil baju besi-nya. Namun, oleh sang qadhi gugatan beliau dikalahkan karena tidak bisa menghadirkan saksi selain kedua anaknya.

Selasa, 24/07/2018 05:00 0

Indonesia

Beredar Video Klarifikasi Makam Imam Samudra Dipindahkan

Setelah maraknya informasi hoax yang menyatakan bahwa jenazah Imam Samudra dipindahkan dan jenazahnya masih utuh, muncul sebuah video yang membantah hal itu.

Senin, 23/07/2018 19:39 0

Indonesia

Pemerintah Janji Lunasi Utang untuk Divestasi Saham Freeport

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui PT. Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) mendapatkan 51 persen saham...

Senin, 23/07/2018 19:21 0

Indonesia

Gugatan Ahmadiyah Ditolak, DDII: UU Penodaan Agama Penting

DDII menilai keberadaan UU PNPS No 1 tahun 1965 penting

Senin, 23/07/2018 18:54 0

Indonesia

Awas Hoaks! Ustadz Fadlan Garamatan Bantah Jadi Caleg PDI-P

Ustadz Fadlan Garamatan muncul dalam foto daftar caleg PDIP, dan beredar luas di media sosial

Senin, 23/07/2018 18:39 0

Indonesia

Sah! MK Tolak Gugatan Ahmadiyah Terhadap UU Penodaan Agama

Mahkamah Konstitusi (MK) Tolak Gugatan Ahmadiyah Terhadap UU Penodaan Agama

Senin, 23/07/2018 16:11 0

Indonesia

Ekonomi Memburuk, Presiden Jokowi: Tak Usah Khawatir

Presiden Joko Widodo mengklaim bahwa tekanan ekonomi saat ini dirasakan oleh semua negara.

Senin, 23/07/2018 13:10 0

Indonesia

Saran Pemuda Muhammadiyah Agar Tak Ada Ruang Privat Koruptor di Penjara

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah menyarankan agar napi koruptor dipenjara bersama pelaku kejahatan-kejahatan lain, sperti pemerkosa dan maling ayam

Senin, 23/07/2018 12:28 0

Indonesia

Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional Jelang Tahun Politik 2019 Segera Digelar di Jakarta

Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional akan digelar di Jakarta pada 27-29 Juli 2018

Senin, 23/07/2018 12:13 0

Close