... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

MK Tolak Gugatan Ahmadiyah Bukti Agama Tak Boleh Ditafsirkan Secara Bebas

Foto: Kuasa Hukum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Ahmad Leksono dalam perkara gugatan UU Penistan dan Penodaan Agama yang dilakukan Ahmadiyah

KIBLAT.NET, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) telah menolak gugatan kelompok Ahmadiyah atas Undang-undang Nomor 1 PNPS tahun 1965 tentang Penodaan dan Penistaan Agama. Salah satu alasan mendasar penolakan itu bahwa agama tidak boleh ditafsirkan oleh siapa pun secara bebas.

Dalam perkara gugatan Ahmadiyah atas Undang-undang Nomor 1 PNPS tahun 1965, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mengajukan diri sebagai pihak terait. Seusai sidang putusan yang digelar Senin (24/07/2018), Kuasa Hukum DDII Ahmad Leksono menjelaskan ada 3 alasan mendasar Hakim MK menolak gugatan Ahamadiyah.

Leksono menerangkan alasan pertama MK adalah penafsiran terhadap UU harus disesuaikan dengan norma agama yang berlaku di Indonesia, khususnya agama Islam. “Kedua, norma agama tidak boleh ditafsirkan oleh siapapun secara bebas,” di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Senin (23/07/2018).

“Dan ketiga, norma agama selarasa dengan faktor internum dan eksternum yang telah terjadi dan dilaksanakan di Indonesia,” imbuhnya.

Tiga alasan itu, lanjut Leksono, merupakan satu nafas dalam putusan majleis hakim hakim MK, sehigga gugatan kelompok Ahmadiyah sepatutnya ditolak. Dia berharap dengan adanya putusan tersebut stabilitas negara, stabilitas agama, dan masyarakat akan tetap terjaga.

“MK menegaskan, Undang-Undang PNPS Pasal 1, 2 dan 3 bukan penyelundupan hukum. Justru, MK mengatakan kebebasan itu sudah diatur dalam norma-norma hukum,” tegasnya.

Leksono pun bersyukur bisa turut terlibat dalam proses mempertahankan Undang-undang PNPS tahun 1965 ini. Putusan MK dalam perkara itu menegaskan adanya peran negara agar kebebasan itu sesuai dengan norma yang ada di Indonesia.

BACA JUGA  Asap Kebakaran Hutan Buat Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk

Komunitas Ahmadiyah mengajukan Uji Materi atas UU No. 1/PNPS/1965 atau biasa disebut sebagai UU tentang pencegahan dan atau penyalahgunaan dan penodaan agama, khususnya terkait pasal 1, pasal 2 dan pasal 3. Mereka menganggap pasal-pasal itu memiliki penafsiran beragam sehingga mengandung ketidakpastian hukum, menyalahi konstitusi dan hak sebagai warga negara. Dalam sidang putusan Majelis Hakim MK secara bulat memutus menolak seluruh gugatan Ahmadiyah.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wilayah Lain

Delegasi Rusia Kunjungi Israel Bahas Pengaturan Suriah Selatan

"Hari ini saya akan bertemu dengan delegasi Rusia yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri dan kepala Staf Umum Angkatan Darat Rusia," kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melalui akun Twitternya.

Selasa, 24/07/2018 08:49 0

Suriah

Ulama Suriah Seru Pejuang Idlib Bersiap Hadapi Pertempuran Besar

Berharap pada Turki untuk mencegah kampanye militer tersebut tidak mungkin. Ankara, menurut Syaikh, nampak tidak mampu berbuat ketika mereka bertekad menyerang wilayah oposisi.

Selasa, 24/07/2018 07:24 0

Manhaj

Karakteristik Umat Pilihan: Menegakkan Keadilan Sesuai Manhaj Rabbani

Lebih menakjubkan lagi dengan kisah Ali bin Abi Thalib, ketika diangkat sebagai khalifah, beliau pernah berurusan di pengadilan dengan salah seorang Yahudi yang mengambil baju besi-nya. Namun, oleh sang qadhi gugatan beliau dikalahkan karena tidak bisa menghadirkan saksi selain kedua anaknya.

Selasa, 24/07/2018 05:00 0

Afrika

Al-Shabab Kuasai Pangkalan Militer di Somalia Selatan

“Kami pertama menyerang pangkalan dengan bom yang diledakkan dari mobil kemudian kami menyerbu. Kami membunuh 27 tentara dan menguasai pangkalan. Sebagian tentara kabur ke hutan,” kata Abdul Aziz Abu Mus’ab, juru bicara Al-Shabab seperti dilansir Reuters.

Senin, 23/07/2018 19:52 0

Amerika

Maria Butina, Agen Rusia di Balik KTT Trump-Putin Diadili

Seorang wanita Rusia yang pernah berupaya melakukan mediasi pertemuan rahasia Donald Trump dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, selama masa kampanye pilpres 2016, pada hari Senin tanggal 16 Juli 2018, didakwa dan dituduh telah bekerja sama dengan orang-orang Amerika dalam satu misi rahasia Rusia untuk mempengaruhi kebijakan politik AS.

Senin, 23/07/2018 18:38 0

Suriah

Turki Dikabarkan Keluarkan “Buku Putih” untuk Nasib Idlib

Turki menyerahkan buku ini bertapatan dengan poin kesepakatan penyelesaian blokade Al-Foa dan Kufreya, dua kota Idlib terakhir yang dikontrol milisi pro rezim yang sudah terkepung sejak tiga tahun silam.

Senin, 23/07/2018 17:00 0

Afrika

Dua Ilmuwan Palestina Meninggal Secara Misterius di Aljazair

Kedutaan Palestina di Aljazair mengumumkan bahwa Suleiman Mohammed al-Farra (34 th) dan seorang dokter Mohammed al-Banna (35 th) ditemukan tak bernyawa pada Ahad (22/07/2018).

Senin, 23/07/2018 12:03 0

Palestina

1.336 Pemukim Yahudi Serbu Al-Aqsha, Pejuang Seru Mobilisasi Pasukan

Para pemukim Yahudi itu menggelar ritual Talmud di gerbang dan sekitar masjid. Mereka juga menyerang para pedagang Palestina yang berujualan souvenir.

Senin, 23/07/2018 10:27 0

Khazanah

Begini Kisah Imam Ahmad Pingsan Saat Menuntut Ilmu

KIBLAT.NET - Semangat para ulama salaf dalam menuntut ilmu memang sulit tertandingi. Demi ilmu mereka rela mengorbankan apapun yang mereka miliki.  Semangat mereka dalam belajar benar-benar menakjubkan. Mengalahkan segalanya bahkan terhadap kondisi kesehatannya sekalipun. Imam Ahmad salah satu contohnya, demi mendapatkan beberapa riwayat hadis dari gurunya, beliau rela duduk berdesak-desakan di dalam majlis hingga beliau jatuh pingsan.

Senin, 23/07/2018 10:21 0

Afghanistan

Pulang dari “Pengasingan”, Wapres Afghanistan Disambut Bom

ISIS Bertanggung jawab atas serangan ini

Senin, 23/07/2018 08:54 0

Close