Turki Dikabarkan Keluarkan “Buku Putih” untuk Nasib Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Pemerintah Turki dilaporkan menyerahkan Buku Putih untuk solusi Idlib ke pihak Rusia. Belum ada konfirmasi resmi dari pihak Turki terkait kabar tersebut.

Menurut laporan media yang dilansir jaringan berita Suriah, Shaam Network (SN), pada Ahad (22/07), buku itu berisi tawaran Turki kepada Rusia untuk menghindari kampanye militer di zona de-eskalasi ke-empat. Zona itu memanjang dari Lattakia, hama, Alepoo, mayoritas pedesaan Idlib dan pusat Kota Idlib.

Buku yang diberi nama “Buku Putih untuk Solusi Idlib” itu mencakup beberapa poin. Turki menyerahkan buku ini bertapatan dengan poin kesepakatan penyelesaian blokade Al-Foa dan Kufreya, dua kota Idlib terakhir yang dikontrol milisi pro rezim yang sudah terkepung sejak tiga tahun silam.

Di antara poin dalam buku itu, mengembalikan layanan listrik, air, fasilitas pelayanan dan penunjang hidup, pembukaan jalan provinsi Aleppo-Damaskus, penghapusan pos pemeriksaan militer dari daerah Dar Izzah hingga Aleppo.

Turki meminta semua faksi, komite dan masyarakat di Suriah utara, terutama Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), Koalisi Nasional Revolusi Suriah dan pemerintahan sementara serta seluruh faksi yang ada untuk menghadiri muktamar nasional independen dalam rangka membicarakan Idlib dengan melihat perkembangan terakhir.

Sejumlah sumber menyebutkan, Turki akan meminta seluruh faksi menyerahkan seluruh senjata berat dan menengah untuk dikumpulkan dan disimpan di bawah pengawasannya. Kemudian dibentuk Tentara Nasional yang anggotanya dari berbagai faksi bersenjata. Selanjutnya dibentuk Komite Bersama untuk Kekuatan Non militer dalam rangka melaksanakan pelayanan publik di bawah bimbingan Turki.

BACA JUGA  Banjir Terjang Ratusan Tenda Pengungsi Suriah di Idlib

Penerapan poin-poin di Buku Putih itu membutuhkan waktu beberapa bulan. Target utama Turki di balik itu mencegah terjadinya operasi militer Turki-Suriah di Idlib sehingga mengulang apa yang terjadi di Ghoutah, Daraa dan lainnya.

Sebagaimana diketahui, wilayah oposisi di utara (termasuk Idlib) di bawah jaminan penuh Turki. Wilayah ini masuk dalam zona de-eskalasi yang disepakati di Astana. Idlib saat ini benar-benar menjadi “rumah terakhir” oposisi Suriah.

Sumber: Shaam Network
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat