... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gugatan Ahmadiyah Ditolak, DDII: UU Penodaan Agama Penting

Foto: Sekretaris Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Avid Sholihin setelah sidang putusan MK dalam uji materi UU Penistaan dan Penodaan Agama yang digugat Ahmadiyah

Gugatan Ahmadiyah Ditolak, DDII: UU Penodaan Agama Penting

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekretaris Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Avid Sholihin bersyukur atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan omunitas Ahmadiyah terhadap Undang-undang Nomor 1 PNPS tahun 1965 tentang Penistaan dan Penodaan Agama.

“Persidangan tadi memang bagi saya sendiri cukup menegangkan karena menunggu apa yang akan diambil dalam keputusan ini, semula memang kita agak pesimis dengan persidangan ini, tapi akhirnya saya menjadi yakin bahwa kebenaran itu memang datangnya dari Allah dan Allah akan menunjukkan kebenaran itu,” ungkap Avid usai persidangan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Senin (23/07/2018).

Dalam kasus gugatan Ahmadiyah tersebut Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menjadi pihak terkait. Avid mengungkapkan berterimakasih kepada tim hukum dan tim ahli yang telah memberikan kesaksiannya dan membantu DDII dan umat islam pada umumnya, sebagai bukti pentingnya UU no 1 PNPS tahun 1965 ini.

“Disini dijelaskan dalam putusan sidang, bahwa memang semuanya keberadaan UU PNPS No 1 tahun 1965 itu menjadi penting. Persoalan yang salah yang akhirnya menimbulkan persidangan ini adalah pemahaman terhadap isi yang terdapat di UU itu sendiri, dengan demikian bahwa kami bersyukur kepada Allah, bahwa Allah masih menunjukkan kebenaran kepada kita semua,” ungkapnya.

Ia kembali berterimakasih kepada tim hukum dan tim ahli yang telah berjuang dalam ranah ini untuk menunjukkan kebenaran betapa pentingnya UU ini.

BACA JUGA  Wagub Sumbar: Ada Warga Minang di Wamena yang Pura-pura Mati Supaya Selamat

“Tentu saja ini hadiah untuk umat islam bahwa kebenaran tidak akan jauh dari kita semua. Sekali lagi saya tegaskan bahwa kebenaran itu datangnya dari Allah dan kita tidak usah ragu-ragu memperjuangkan kebenaran dari Allah, kita jangan raguragu memperjuangkan itu,” ujar Avid.

Dia menyebut langkah yang diambil dalam melawan gugatan Ahmadiyah adalah bagian dari jihad konstitusi. Artinya, langkah itu pejuangan mempertahankan undang-undang yang di dalamnya penting bagi umat islam secara keseluruhan dan bangsa Indonesia.

“Kalau ada undang-undang, maka persoalan-persoalan, kejadian-kejadian, maupun kekisruha maka bisa dilakukan penyelesaian di meja hijau. Tapi jika tidak ada undang-undang maka penyelesaian itu dilakukan di lapangan hijau,” imbuhnya, mengutip perkataan pakar hukum Manager Nasution.

Avid menilai dipertahankannya Undang-undang Nomor 1 PNPS tahun 1965 menunjukkan bahwa negara memilih penyelesaian meja hijau, jika masalah terkait hal itu. “Alhamdulillah, pemerintah memilih untuk menyelesaikan di persoalan di meja hijau sehingga UU itu dipertahankan, dan permohonan pemohon ditolak sepenuhnya,” tukas Avid.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Maria Butina, Agen Rusia di Balik KTT Trump-Putin Diadili

Seorang wanita Rusia yang pernah berupaya melakukan mediasi pertemuan rahasia Donald Trump dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, selama masa kampanye pilpres 2016, pada hari Senin tanggal 16 Juli 2018, didakwa dan dituduh telah bekerja sama dengan orang-orang Amerika dalam satu misi rahasia Rusia untuk mempengaruhi kebijakan politik AS.

Senin, 23/07/2018 18:38 0

Suriah

Turki Dikabarkan Keluarkan “Buku Putih” untuk Nasib Idlib

Turki menyerahkan buku ini bertapatan dengan poin kesepakatan penyelesaian blokade Al-Foa dan Kufreya, dua kota Idlib terakhir yang dikontrol milisi pro rezim yang sudah terkepung sejak tiga tahun silam.

Senin, 23/07/2018 17:00 0

Afrika

Dua Ilmuwan Palestina Meninggal Secara Misterius di Aljazair

Kedutaan Palestina di Aljazair mengumumkan bahwa Suleiman Mohammed al-Farra (34 th) dan seorang dokter Mohammed al-Banna (35 th) ditemukan tak bernyawa pada Ahad (22/07/2018).

Senin, 23/07/2018 12:03 0

Palestina

1.336 Pemukim Yahudi Serbu Al-Aqsha, Pejuang Seru Mobilisasi Pasukan

Para pemukim Yahudi itu menggelar ritual Talmud di gerbang dan sekitar masjid. Mereka juga menyerang para pedagang Palestina yang berujualan souvenir.

Senin, 23/07/2018 10:27 0

Khazanah

Begini Kisah Imam Ahmad Pingsan Saat Menuntut Ilmu

KIBLAT.NET - Semangat para ulama salaf dalam menuntut ilmu memang sulit tertandingi. Demi ilmu mereka rela mengorbankan apapun yang mereka miliki.  Semangat mereka dalam belajar benar-benar menakjubkan. Mengalahkan segalanya bahkan terhadap kondisi kesehatannya sekalipun. Imam Ahmad salah satu contohnya, demi mendapatkan beberapa riwayat hadis dari gurunya, beliau rela duduk berdesak-desakan di dalam majlis hingga beliau jatuh pingsan.

Senin, 23/07/2018 10:21 0

Afghanistan

Pulang dari “Pengasingan”, Wapres Afghanistan Disambut Bom

ISIS Bertanggung jawab atas serangan ini

Senin, 23/07/2018 08:54 0

Yaman

Orang Tak Dikenal Bunuh Imam Masjid Abdullah Azzam di Aden, Yaman

Menurut keterangan saksi mata yang dihimpun kantor berita Anadolu Agency dan dilansir Al-Jazeera pada Ahad (22/07), pelaku berjumlah lebih dari satu orang mengendari mobil dan menembaki Syaikh Barza’ah di halaman masjid. Ia meninggal di tempat dengan empat luka tembak di kepala

Senin, 23/07/2018 07:51 0

Afghanistan

Bantah Data PBB, Taliban: AS Sumbang 82 Persen Korban Sipil Afghanistan

Serangan itu mengakibatkan 904 orang tewas dan 1.027 orang terluka. Korban tewas terdiri dari 731 pria, 97 wanita dan 76 dari anak-anak.

Ahad, 22/07/2018 13:32 0

Suara Pembaca

Nasib Malang Nenek Rumsiah, Kanker Kulit Bersarang di Mata

Rumsiah (73). Di usia senja, ia justru menderita penyakit kanker kulit yang menggerogoti area di sekitar mata kanannya.

Ahad, 22/07/2018 12:57 0

Arab Saudi

Hadia Daeng Saming, Jemaah Kedua Asal Indonesia Wafat di Tanah Suci

Hadia menjadi jemaah asal Indonesia kedua yang meninggal di Tanah Suci setelah Sukardi Ratmo Diharjo (59)

Ahad, 22/07/2018 12:25 0

Close