1.336 Pemukim Yahudi Serbu Al-Aqsha, Pejuang Seru Mobilisasi Pasukan

KIBLAT.NET, Al-Quds – Masjid Al-Aqsha mengalami jam-jam sulit sebelum dan sesudah Dzuhur pada Ahad (22/07). Di mana, sebanyak 1.336 pemukim Yahudi menyerbu secara bergantian ke masjid suci umat Islam itu.

Sedikitnya 1.023 pemukim Yahudi ambil bagian dalam serbuan ke kompleks Masjid Al-Aqsa pada Ahad pagi dan sebanyak 313 di sore hari. Mereka dijaga ketat oleh tentara dan polisi Israel. Puluhan dari mereka bahkan menggelar ritual Talmud dan melakukan pelanggaran di dalam, pintu masuk dan sekitar masjid.

Para pemukim Yahudi itu menggelar ritual Talmud di gerbang dan sekitar masjid. Mereka juga menyerang para pedagang Palestina yang berujualan souvenir.

Menurut laporan wartawan Al-Jazeera, Najwan Samry, polisi Israel melakukan serangkaian penangkapan terhadap warga Palestina sebelum ratusan pemukim Yahudi itu menyerbu masjid. Penangkapan itu menargetkan warga dan aktivis Palestina yang berada di dalam dan sekitar Al-Aqsha.

Kelompok-kelompok pemukim Yahudi menyerukan serangan besar pada Ahad bersamaan dengan peringatakan apa yang mereka sebut “reruntuhan Kuil”.

Pasukan pendudukan Israel memfasilitasi seruan itu dengan memperkuat personil di Al-Quds, Masjid Al-Aqsha dan sekitarnya.

Para pemukim Yahudi menggelar ritual Talmud di depan pintu masuk Al-Asbath, dan melarang warga Palestina memasukinya.

Pasukan pendudukan juga menangkap seorang ramaja Palestina di dalam masjid dan pemuda di salah satu pintunya. Tak hanya itu, tentara penjaga juga menghalangi Direktur Akademi Al-Aqsha, Dr. Najah Bakirat, dan yang lainnya memasuki masjid.

BACA JUGA  Karena Foto Viralnya, Pria Ini Ditahan Israel

Setelah serangan pagi hari—berlangsung antara pukul 7 hingga 11 waktu setempat— berakhir, pemukim menyerang warga Palestina dan pemilik toko di pasar Qatanin di dalam Kota Tua Al-Quds.

Seruan Mobilisasi Pasukan

Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyeru rakyat Palestina memobilisasi pasukan dan menjaga Masjid Al-Aqsha dari serbuan pemukim Yahudi. Menjaga masjid harus tetap dilakukan meskipun harus berkorban.

Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, mengatakan dalam sebuah pernyataannya bahwa ada kebutuhan untuk bergerak cepat mendukung Masjid Al-Aqsa dan melindunginya dari Yahudisasi dan bahaya yang dihadapinya. Ia menekankan bahwa tidak ada lagi pembenaran untuk diam.

Gerakan Jihad Islam mengatakan bahwa eskalasi serangan para pemukim ke Masjid Al-Aqsha adalah “agresi serius yang merugikan setiap Muslim, Arab dan Palestina.”

Kelompok perlawanan itu menekankan dalam sebuah pernyataan bahwa apa yang dilakukan pemerintah Israel terhadap Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa tidak dapat ditoleransi, dan bahwa kelanjutan agresi secara terus menerus akan menyebabkan eskalasi besar dan menyebar di mana-mana.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat