Koalisi Masyarakat Sipil: Senjata Api Polisi untuk Melumpuhkan, Bukan Membunuh

KIBLAT.NET, Jakarta- Koalisi Masyarakat Sipil menanggapi pernyataan Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto yang mengatakan bahwa boleh menembak kepala pelaku kejahatan jika melakukan perlawanan.

Menurut anggota Koalisi Masyarakat Sipil dari ICJR, Sustira Dirga menegaskan bahwa pembunuhan di luar pengadilan tidak dibenarkan. Sebab, penembakan hanya untuk melumpuhkan, bukan untuk membunuh.

“Dalam Perkapolri Nomor 1 tahun 2009 maupun Perkapolri Nomor 8 tahun 2009 menegaskan bahwa penggunaan kekuatan dengan senjata api hanya dilakukan jika anggota Polri tidak memiliki alternatif lain untuk menghentikan tindakan pelaku kejahatan,” katanya dalam konferensi pers di gedung LBH Jakarta pada Ahad (22/07/2018).

“Artinya, tindakan penembakan hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir dan tindakan tersebut dilakukan untuk menghentikan pelaku kejahatan. Bukan untuk mematikan,” tegasnya.

Oleh sebab itu, ia menekankan bahwa jika ada anggota Polri yang melakukan pembunuhan di luar pengadilan, maka anggota Polri tersebut melanggar Perkapolri. Maka, Dirga berharap agar lembaga terkait untuk mengusut tindakan pembunuhan di luar pengadilan.

“Kami menuntut Mabes Polri, Kompolnas, Komnas HAM, dan Ombudsman RI untuk menyelidiki dengan serius tindakan penembakan terhadap terduga pelaku kejahatan oleh Polisi,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat