... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hubungan Dagang Indonesia-AS, Ini Komoditi Ekspor-Impor Kedua Negara

Foto: Kedelai.

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan para pelaku usaha Indonesia siap meningkatkan transaksi dagang dengan mitra AS. Menurutnya Indonesia memiliki kepentingan ekspor utama ke AS, sementara Indonesia juga membutuhkan impor utama dari AS.

“Ekspor utama Indonesia ke AS antara lain udang, karet alam, alas kaki, ban kendaraan, dan garmen. Sementara impor utama Indonesia dari AS antara lain kedelai, kapas, tepung gandum, tepung maizena, serta pakan ternak,” katanya dalam rilis resmi Kementerian Perdagangan RI yang diterima Kiblat.net, Ahad (22/07/2018).

Delegasi bisnis Indonesia terdiri dari Kadin Indonesia, Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI), Gabungan Importir Nasional Indonesia (GINSI), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), produsen ban mobil, minyak kelapa sawit, boga bahari, baja, aluminium, serta makanan dan minuman (mamin).

“Para pelaku usaha tersebut akan menjajaki berbagai peluang kerja sama di Washington DC Selasa mendatang. Pertemuan dengan mitra kami dari United States Trade Representative (USTR) dan Kementerian Perdagangan AS sangat penting untuk memperdalam kemitraan strategis Indonesia dan AS yang telah dicanangkan kedua negara,” jelasnya.

Enggar mengklaim Indonesia dan AS memiliki peluang besar untuk memperkuat hubungan dagang yang saling menguntungkan dan adil, karena kedua negara memiliki produk yang saling melengkapi.

“Kemitraan tersebut harus dikelola, dijaga dan ditindaklanjuti agar senantiasa saling menguntungkan,” lanjut Enggar.

BACA JUGA  Kunci Sehat: Jaga Pola Makan!

Reportor: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Bantah Data PBB, Taliban: AS Sumbang 82 Persen Korban Sipil Afghanistan

Serangan itu mengakibatkan 904 orang tewas dan 1.027 orang terluka. Korban tewas terdiri dari 731 pria, 97 wanita dan 76 dari anak-anak.

Ahad, 22/07/2018 13:32 0

Suara Pembaca

Nasib Malang Nenek Rumsiah, Kanker Kulit Bersarang di Mata

Rumsiah (73). Di usia senja, ia justru menderita penyakit kanker kulit yang menggerogoti area di sekitar mata kanannya.

Ahad, 22/07/2018 12:57 0

Arab Saudi

Hadia Daeng Saming, Jemaah Kedua Asal Indonesia Wafat di Tanah Suci

Hadia menjadi jemaah asal Indonesia kedua yang meninggal di Tanah Suci setelah Sukardi Ratmo Diharjo (59)

Ahad, 22/07/2018 12:25 0

Video Kajian

Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur, Ini Rahasianya!

Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur, Ini Rahasianya! Anda mungkin sudah sering kali mendengar ungkapan ini! Di manakah itu dan apa rahasianya? Simak ya

Ahad, 22/07/2018 11:22 0

Palestina

Pengamat: Gencatan Senjata Israel-Hamas Takkan Berlangsung Lama

"Saya tidak berpikir gencatan senjata ini akan berlangsung untuk waktu yang lama. Ini sangat rapuh," katanya kepada Al-Jazeera.

Ahad, 22/07/2018 10:47 0

Qatar

Afrika Selatan Tolak Desakan Blok Saudi untuk Boikot Qatar

Afrika Selatan sedang membangun sebuah pangkalan baru yang memungkinkan pengiriman gas Qatar. Para pengusaha dari negara kecil di Teluk itu juga diberi peluang untuk berinvestasi.

Ahad, 22/07/2018 10:15 0

Palestina

Israel dan Gerakan Perjuangan Palestina Sepakati Gencatan Senjata

Militer Israel mengklaim bahwa salah satu tentaranya tewas setelah mendapat tembakan dari orang-orang bersenjata di sisi perbatasan Gaza.

Ahad, 22/07/2018 09:48 0

Info Event

Ayo Dukung Gerakan Karawang Berhijab!

Ayo Dukung Gerakan Karawang Berhijab

Ahad, 22/07/2018 09:37 0

Irak

Anggota Milisi Syiah Badr Tembak Mati Demonstran di Basra

Demonstran yang marah melempari kantor Badr dengan batu. Bentrokan itu juga menyebabkan dua demonstran luka-luka.

Sabtu, 21/07/2018 13:21 0

Suriah

Dibantu Turki, Pemerintahan Oposisi Suriah Terbitkan Kartu Identitas

Pemerintah oposisi Suriah yang didukung Turki mengeluarkan kartu identitas baru bagi warga di Suriah utara. Upaya ini untuk memperkuat pengelolan administrasi di daerah-daerah yang dikontrol rezim Bashar Assad.

Sabtu, 21/07/2018 10:29 0

Close