... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Wiranto Sebut Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Bukan Hutang Pemerintah

Foto: Menkopolhukam, Wiranto.

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto menyebut bahwa 10 kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang belum terselesaikan bukanlah hutang pemerintahan era sekarang, melainkan hanya kasus yang diwariskan.

Ia mengklaim bahwa dalam mencari pembuktian untuk kasus-kasus tersebut sangat sulit. Proses penyelidikan mandeg karena tidak pernah berhasil untuk mendapatkan bukti siapa yang bertanggung jawab.

“Dalam penyelidikan nggak pernah berhasil untuk mendapatkan bukti-bukti siapa yang bertanggung jawab, siapa yang berbuat, korbannya bagaimana, karena sudah terlalu lama. Tapi dianggap hutang,”kata Wiranto di gedung Kemenkopolhkam, Jakarta pada Jumat (20/07/2018).

Pembentukan Dewan Kerukunan Nasional (DKN) oleh pemerintah, menurut Wiranto dikarenakan bangsa Indonesia diprediksi akan menghadapi banyak masalah di masa yang akan datang. Untuk itu DKN dibentuk agar masalah di masa lalu segera diselesaikan dan tidak menambah beban kedepannya.

“Kalau kita terjebak hanya dengan masa lalu, maka mari selesaikan masalah di masa lalu itu dengan cara-cara yang arif dan bijak. Masa depan pun yang mengganggu perjalanan kita sebagai bangsa, yang bisa memicu perpecahan bangsa ini dan membuat kerukunan bangsa terganggu ayo kita selesaikan dengan musyawarah mufakat,”ujar Wiranto.

“Manakala kita menawarkan suatu solusi seperti ini, ayo kita hormati, kita coba. Kok belum-belum sudah tidak setuju, demo. Silakan berdebat disini, kami sudah berdebat panjang lebar di sini beberapa kali dengan teman-teman Komnas HAM, dengan berbagai pemangku kepentingan yang berbicara masalah hukum nasional,” lanjutnya.

BACA JUGA  Berikut Lima Prioritas Kerja Jokowi-Ma'ruf Amin

Dalam kesempatan tersebut Menkopolhukam juga meminta kepada pihak-pihak yang tidak setuju akan pembentukan DKN untuk memberikan solusi terkait penyelesaian konflik dan kasus yang tak kunjung usai.

“Bangsa ini harus memahami betul bahwa masalah-masalah itu tidak semuanya dapat selesai dengan pengadilan. Dan kita punya budaya untuk menyelesaikan lewat satu langkah pemikiran dan tindakan yang bukan lewat pengadilan yakni musyawarah mufakat, dan itu merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia dari waktu ke waktu, warisan nenek moyang kita,” tutur Wiranto.

Ketika ditanya mengenai payung hukum yang natinya akan menaungi DKN, Wiranto menjawab agar tidak buru-buru menanyakan hal tersebut. “Jangan buru-buru, tunggu aja tahapannya. Jangan tanya nantinya bagaimana. Yang penting prinsip-prinsip ini disepakati dulu oleh negeri dan bangsa ini,” pungkasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Anggota Milisi Syiah Badr Tembak Mati Demonstran di Basra

Demonstran yang marah melempari kantor Badr dengan batu. Bentrokan itu juga menyebabkan dua demonstran luka-luka.

Sabtu, 21/07/2018 13:21 0

Suriah

Dibantu Turki, Pemerintahan Oposisi Suriah Terbitkan Kartu Identitas

Pemerintah oposisi Suriah yang didukung Turki mengeluarkan kartu identitas baru bagi warga di Suriah utara. Upaya ini untuk memperkuat pengelolan administrasi di daerah-daerah yang dikontrol rezim Bashar Assad.

Sabtu, 21/07/2018 10:29 0

Video Kajian

Ini Akar Perpecahan Umat Menurut Ustadz Bachtiar Nasir

KIBLAT.NET – Ini Akar Perpecahan Umat. Ustadz Bachtiar Nasir mengungkap akar perpecahan umat yang patut...

Sabtu, 21/07/2018 09:39 0

Arab Saudi

Kerajaan Saudi Tangkap Syaikh Al-Ghamidi

Beliau pernah menjadi pengajar tetap di Masjid Nabawi

Sabtu, 21/07/2018 09:18 0

Info Event

Tebar Qurban 2018, SM Fokus Bentengi Iman Muslim Terpencil

“Semoga tahun 2018 target kami sebanyak 20 kambing dan 3 ekor sapi dapat kami distribusikan untuk daerah terpencil,” imbuh pernyataan itu.

Sabtu, 21/07/2018 08:38 0

Editorial

Editorial: Tafsir Baru UU Terorisme Baru

Namun Kapolri berhasil menambah jumlah deretan angka korban extrajudicial killing hingga seperenam dari jumlah catatan itu hanya dalam waktu dua bulan. Ini merupakan rekor pencapaian tertinggi aparat kepolisian dalam penanganan terorisme.

Jum'at, 20/07/2018 21:28 0

Kolom

Politik (Wacana) Teror di Mesir

‘Legitimasi agama’ yang dilakukan demi kekuasaan politik tirani tentu bukan saja terjadi di Mesir. Sepanjang sejarah terdapat banyak perselingkuhan antara ‘ulama’ dengan penguasa.

Jum'at, 20/07/2018 19:43 1

Manhaj

Karakter Umat Pilihan: Bersatu Karena Iman

“Islam telah menguasai hati ratusan bangsa di negeri yang terbentang dari Cina, Indonesia, India, Persia, Syam, Jazirah Arab, Mesir hingga Maroko dan Andalusia. Islam juga mendominasi cita-cita dan akhlak mereka serta berhasil membentuk gaya hidup mereka. Islam telah membangkitkan harapan mereka serta meringankan permasalahan dan kecemasan mereka. Islam telah berhasil membangun kemuliaan dan kehormatan mereka…Mereka telah disatukan oleh Islam; Islam telah berhasil melunakkan hati mereka, meski mereka berbeda-beda pandangan dan latar belakang politik.” (Will Durant, 1926. The History of Civilization, vol. xiii, hlm. 151)

Jum'at, 20/07/2018 19:04 0

News

PM Israel Sebut “Islam Radikal” Jadi Ancaman Dunia

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengatakan bahwa Islam radikal merupakan ancaman bagi Eropa, bahkan dunia.

Jum'at, 20/07/2018 14:40 0

Turki

Turki: Kami Tak Ingin Skenario Ghoutah Timur dan Daraa Terulang di Idlib

Aksawi mengatakan pada konferensi pers bahwa serangan yang terjadi di Daraa menargetkan ribuan warga sipil. Turki mengutuk keras serangan yang sama saja merongrong negosiasi yang sedang berlangsung di Jenewa.

Jum'at, 20/07/2018 12:16 0

Close