... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: Tafsir Baru UU Terorisme Baru

Foto: Pasukan anti teror. Foto: Antara/Galih Pradipta.

KIBLAT.NET – DPR RI telah mengesahkan revisi UU No 15 Tahun 2003 menjadi UU No 5 Tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. Ternyata polemik belum selesai setelah parlemen mengetuk palu pengesahan undang-undang tersebut, tafsir baru yang diadopsi oleh para pejabat keamanan semakin memperumit keadaan.

Kapolri Tito Karnavian dengan bangga memamerkan apa yang ia anggap sebagai prestasinya dengan menangkap sekitar 200 terduga teroris pascainsiden serangan bom bunuh diri di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur pada pertengahan Mei 2018 silam.

Dalam serangkaian aksi penangkapan itu, sebanyak 20 orang ditembak mati di luar pengadilan. Kapolri menegaskan tindakan keras itu merupakan kewenangan baru yang didapat aparat dalam UU No 5 Tahun 2018. “Anda sudah buka pintu kami tidak akan berhenti masuk,” ungkap mantan Kadensus ini.

Dalam catatan sejumlah lembaga pengamat hak asasi manusia, Densus 88 memiliki banyak catatan kelam. Sejak tahun 2003 hingga 2016, sebanyak 120 orang mati didor aparat. Banyak di antara deretan nama itu, mereka yang tak bersalah dan korban salah tembak.

Namun Kapolri berhasil menambah jumlah deretan angka korban extrajudicial killing hingga seperenam dari jumlah catatan itu hanya dalam waktu dua bulan. Ini merupakan rekor pencapaian tertinggi aparat kepolisian dalam penanganan terorisme.

Tak cukup sampai di situ, Kapolri mengambil tafsir ala tekstualis terhadap UU Terorisme yang baru dengan menekankan bahwa semua simpatisan dan pendukung teror bisa ditangkap. Ia juga memperkuat Polda di seluruh tanah air untuk membangun satgas anti teror di masing-masing wilayah.

BACA JUGA  Tewaskan 20 Orang, Pelaku Penembakan Massal di Texas Tulis Manifesto Rasis

Langkah cepat Kapolri ini jelas merupakan buah yang berhasil dengan cepat dipetik usai terbitnya UU Terorisme yang baru. Saking cepatnya, hingga saat ini tak ada satu pun suara kritis keluar menyikapi aksi kepolisian yang sudah di luar wajar. Negara ini seakan-akan dibuat dalam keadaan krisis hebat. Semua pihak dibuat terbius dan mengamini apa yang dilakukan aparat.

Padahal semangat revisi undang-undang terorisme di parlemen, sebenarnya menekankan pada fungsi pengawasan dan rehabilitasi kepada mereka yang selama ini jadi korban. Baik korban serangan bom, maupun kepada mereka yang selama ini jadi korban salah tangkap dan diperlakukan zalim oleh negara.

Jika sudah begini, rakyat semakin mengerti bahwa hukum dibuat untuk melayani kepentingan penguasa, bukan untuk kepentingan mereka.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Lembaga Dakwah Kampus Se-Nusantara Gelar Pertemuan di UI Depok

Ratusan perwakilan lembaga dakwah kampus se-Nusantara berkumpul dalam Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Nusantara Summit 2018 di Universitas Indonesia (UI) Depok

Jum'at, 20/07/2018 21:08 0

Kolom

Politik (Wacana) Teror di Mesir

‘Legitimasi agama’ yang dilakukan demi kekuasaan politik tirani tentu bukan saja terjadi di Mesir. Sepanjang sejarah terdapat banyak perselingkuhan antara ‘ulama’ dengan penguasa.

Jum'at, 20/07/2018 19:43 1

Manhaj

Karakter Umat Pilihan: Bersatu Karena Iman

“Islam telah menguasai hati ratusan bangsa di negeri yang terbentang dari Cina, Indonesia, India, Persia, Syam, Jazirah Arab, Mesir hingga Maroko dan Andalusia. Islam juga mendominasi cita-cita dan akhlak mereka serta berhasil membentuk gaya hidup mereka. Islam telah membangkitkan harapan mereka serta meringankan permasalahan dan kecemasan mereka. Islam telah berhasil membangun kemuliaan dan kehormatan mereka…Mereka telah disatukan oleh Islam; Islam telah berhasil melunakkan hati mereka, meski mereka berbeda-beda pandangan dan latar belakang politik.” (Will Durant, 1926. The History of Civilization, vol. xiii, hlm. 151)

Jum'at, 20/07/2018 19:04 0

Indonesia

Wiranto Ingin Peraturan Pemerintah Soal UU Terorisme Dipercepat

Menkopolhukam menargetkan agar rancangan RPP dapat lebih cepat selesai hingga dapat digunakan sebelm akhir tahun.

Jum'at, 20/07/2018 18:31 0

News

PM Israel Sebut “Islam Radikal” Jadi Ancaman Dunia

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengatakan bahwa Islam radikal merupakan ancaman bagi Eropa, bahkan dunia.

Jum'at, 20/07/2018 14:40 0

Indonesia

Kurban Bisa Berdampak Besar Pada Ketahanan Pangan

Qurban Bisa Berdampak Besar Pada Ketahanan Pangan

Jum'at, 20/07/2018 13:52 0

Indonesia

Kesaksian Jemaah Haji Indonesia Lewati Jalur Cepat Keimigrasian Arab Saudi

Tahun ini jemaah haji Indonesia mendapatkan fasilitas jalur cepat keimigrasian di Arab Saudi

Jum'at, 20/07/2018 13:07 0

Turki

Turki: Kami Tak Ingin Skenario Ghoutah Timur dan Daraa Terulang di Idlib

Aksawi mengatakan pada konferensi pers bahwa serangan yang terjadi di Daraa menargetkan ribuan warga sipil. Turki mengutuk keras serangan yang sama saja merongrong negosiasi yang sedang berlangsung di Jenewa.

Jum'at, 20/07/2018 12:16 0

Myanmar

Pemusnahan Muslim Rohingya Dilakukan Terencana dan Sistematis

Laporan berjumlah 162 halaman dengan judul "Mereka Memberi Mereka Pedang Panjang" itu diterbitkan oleh Hak Fortify pada Kamis (19/07/2018). Laporan menunjukkan bahwa militer Myanmar bersalah melakukan "kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida".

Jum'at, 20/07/2018 11:40 0

Indonesia

Kapitra Ampera Jadi Caleg PDIP, UBN: Umat Punya Polarisasinya Sendiri

"Umat sudah punya polarisasinya sendiri"

Jum'at, 20/07/2018 11:26 0

Close