... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Lewat Sistem Zonasi, Mendikbud Ingin Jadikan Pendidikan Indonesia Seperti Liga Inggris

Foto: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam pemaparannya Forum Merdeka Barat 9 (FMB) bertema “Zonasi Sekolah untuk Pemerataan” di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika(Kemkominfo), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy mengatakan ingin menjadikan pendidikan Indonesia berkualitas dan bersaing sehat secara merata seperti Liga Inggris.

“Pendidikan Indonesia seharusnya seperti kualitas Liga Inggris, dimana klub debutan seperti Leicester bisa tiba-tiba menjadi juara. Saya kira ini sangat bagus dan sehat ketimbang liga-liga lain,” ujar Muhadjir.

Kualitas dalam pemerataan kemampuan itu juga diharapkannya terjadi pada pendidikan di Indonesia. Muhadjir mengatakan penerapan zonasi sekolah adalah ditujukan untuk menjadikan pendidikan Indonesia menjadi lebih berkualitas. Tidak ada lagi pemusatan sekolah unggulan dan non unggulan.

“Kalau kita lihat di liga lain seperti Liga Spanyol misalnya, kandidat juara unggulan kalau nggak Real Madrid ya Barcelona, kadang-kadang Atletico Madrid. Ini jadi ada yang kurang,” katanya.

Secara umum, menurut Muhadjir, penerapan zonasi sekolah yang akan berlaku mulai tahun depan ini memiliki lima tujuan. Pertama adalah untuk peningkatkan akses pendidikan pada kelompok rentan. “Ini sesuai dengan PP 66 Tahun 2010. Sebenarnya bukan keinginan Kemendikbud, tetapi memang sudah ada aturannya,” katanya.

Muhadjir melanjutkan, untuk tujuan kedua adalah untuk meningkatkan keragaman peserta didik di suatu sekolah. Dengan sistem itu nantinya diharapkan tidak ada lagi satu sekolah siswanya orang kaya semua, sementara sekolah lain siswanya dari kalangan bawah semua. Jadi nanti lebih merata.

BACA JUGA  Umat Islam Pontianak Shalat Idul Adha Dikepung Kabut Asap

Tujuan ketiga, kata Muhadjir, adalah untuk mencegah penumpukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, baik dari tenaga didik maupun peserta didik di suatu wilayah. “Jika melihat fenomena sekarang, peserta didik maupun tenaga pengajar berkualitas masih berkumpul pada suatu wilayah, sementara di wilayah lain banyak ditemukan di sekolah-sekolah banyak siswa buangan dari sekolah unggulan,” katanya.

Muhajdir menambahkan tujuan selanjutnya adalah untuk mendorong pemerintah daerah (Pemda) dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan. Dia mengaku banyak yang komplain ke soal kekurangan bangunan. Ketika dia datangi, ternyata bukan kekurangan gedung tetapi kelebihan guru. Padahal di tempat yang sama masih ditemukan sekolah yang kekurangan guru. Ini masih ditemukan di seluruh Indonesia,” paparnya.

Terakhir, kata Mendikbud, adalah untuk membantu pemerintah dalam memberikan bantuan yang lebih tepat sasaran. “Secara khusus ini membantu pemerintah untuk lebih memfokuskan mana sekolah yang perlu diberikan bantuan, tidak seperti sekarang yang masih memberikan bantuan ke semua sekolah tanpa melihat kondisi sekolah itu,” katanya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Buntut Markas Diserang, Panglima Pasukan Anti-Jihadis Sahel Dicopot

“Keputusan ini telah ditandatangani oleh Jenderal Chad, Umar Bekimi, sebagai wakil Sidi pada KTT Uni Afrika di Mauritania,” jelas Diageana.

Kamis, 19/07/2018 10:57 0

Irak

Delapan Rentetan Ledakan Guncang Kirkuk, Iraq

“Dua roket jatuh di dua tembat berbeda, salah satunya di Rumah Sakit Anak dan menyebabkan tujuh korban luka-luka,” lapor kantor berita dari wartawannya di Iraq itu.

Kamis, 19/07/2018 08:27 0

Yaman

Mortir Pemberontak Syiah Hutsi Hantam Permukiman Sipil

Menurut sumber yang sama, serangan mortir itu mengakhiri periode beberapa hari terakhir yang relatif tenang tanpa kontak senjata antara pihak-pihak yang berperang di Yaman.

Kamis, 19/07/2018 07:45 0

Palestina

Militer Israel Bersiap Kembali Invasi Gaza

KIBLAT.NET, Gaza – Jet-jet tempur Israel pada hari Selasa (17/07) melancarkan serangan ke wilayah Jalur...

Kamis, 19/07/2018 07:26 0

China

China Larang Warga Muslim Non-Uighur Azan dengan Pengeras Suara

Tak hanya komunitas muslim Uighur di Xinjiang yang mendapat pengawasan ketat dari pemerintah komunis China. Komunitas Muslim lain seperti Hui dan Kazakh juga mendapatkan perlakuan serupa.

Rabu, 18/07/2018 15:32 0

Foto

[Foto] Aksi Emak-emak Militan Desak Jokowi Turunkan Harga Kebutuhan

Para ibu yang menamakan diri sebagai Barisan Emak-emak Militan (BEM) mendesak presiden Jokowi untuk menurunkan harga kebutuhan pokok

Rabu, 18/07/2018 13:41 0

Irak

Demonstran Iraq Dekati Ladang Minyak Italia

Seorang sumber pegawai di ladang minyak Zubayr mengaku bahwa produksi minyak tidak terganggu akibat demonstrasi tersebut.

Rabu, 18/07/2018 13:37 0

Suriah

Rezim Suriah “Legakan” Israel dalam Pertempuran Quneitra

Analis Israel menunjukkan bahwa gerakan militer di Quneitra ini terjadi setelah tercapainya kesepakatan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Donald Trump Amerika di KTT Helsinki. Pembicaran itu, lanjut mereka, kedua kepala negara menyatakan dukungan terhadap Israel dan mendorong rezim Suriah mematuhi perjanjian yang ditandatangani pada tahun 1974.

Rabu, 18/07/2018 12:41 0

Amerika

Ramai Dikecam Karena Bela Rusia, Trump Mengaku Salah Bicara

Politisi Republik dan Demokrat serta para pejabat mengecam pernyataan Donald Trump sebelum bertemu rekannya Vladimir Putin di Helsinski, Finlandia.

Rabu, 18/07/2018 11:15 0

Suriah

Kesepakatan HTS-Iran Keluarkan Milisi Syiah dari Kufreya dan Al-Foa

Kesepakatan itu muncul setelah negosiasi berlangsung selama berhari-hari antara kedua pihak, bersamaan dengan pembicaraan tentang masa depan provinsi Idlib setelah habisnya wilayah oposisi di selatan Suriah.

Rabu, 18/07/2018 08:40 0

Close