... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

DSKS Ingatkan Pemkot Surakarta Tak Nekat Bangun Masjid Raya Sriwedari

Foto: Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menyambangi Pemerintah Kota Surakarta untuk audensi terkait Masjid Raya Taman Sriwedari

KIBLAT.NET, Solo – Pemerintah Kota Surakarta nekat melakukan pembangunan Masjid Raya Taman Sriwedari pada awal Juli lalu. Dewan Syariah Kota Surkarta (DSKS) mengingatkan meski sempat sengketa, kini status hukum lahan tempat pembangunan masjid itu telah hak menjadi milik ahli waris.

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Taman Sriwedari Surakarta telah dilakukan Pemkot Surakarta pada hari Senin (05/02/2018). Proses itu dilanjutkan dengan pembangunan tahap pertama yang dimulai awal Juli 2018.

Merespon hal itu, Dewan Syariah Kota Surkarta (DSKS) Kamis (19/7/18) siang mendatangi Pemkot Surakarta untuk mengingatkan status hukum hak kepemilikan tanah. DSKS menyambangi Balai kota Surakarta untuk mengadakan audensi kepada Walikota Surakarta.

Ketua Divisi Advokasi DSKS Endro Sudarsono menyampaikan pembangunan apapun bentuknya, terlebih tempat ibadah, jika dilakukan tanpa seizin pemiliknya maka bisa disebut perampasan hak milik. Dalam hal ini pemilik lahan itu adalah para ahli waris RMT Wirjodiningrat.

“Pendzaliman terhadap warga dan berpotensi konflik berkepanjangan di mana yang akan datang. Mengingat juga bahwa sengketa antara ahli waris dengan pemerintah Surakarta sudah dinyatakan selesai dan merupakan upaya hukum terakhir hingga ditingkat peninjauan kembali,” kata Endro di Balai Kota Surakarta pada Kamis (19/7/18).

Sengketa lahan yang akan digaunakan untuk pendirian Masjid Raya Taman Sriwedari Surakarta selesai dengan adanya Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Nomor 478 PK/2015 tanggal 10 Februari 2016. Putusan itu memenangkan para ahli waris RMT Wirjodiningrat sebagai pemegang hak atas lahan tersebut.

BACA JUGA  Ini Alasan Pembangunan Rumah Pascagempa Diutamakan Dibanding Fasilitas Publik

“Bahwa tidak ada lagi upaya hukum yang bisa dilakukan Pemkot Surakarta paska peninjauan kembali ditolak MA, kecuali eksekusi oleh pengadialn negeri Surakarta,” imbuhnya.

Selain itu Pengadilan Negeri Surakarta telah mengabulkan permohonan eksekusi dari Ahli waris Wiryodiningrat untuk lahan Sriwedari seluas 99.889 m persegi. Hal itu dituangkan dalam penetapan nomor 10/PEN.PDT/EKS/2015/PN.Ska tanggal 31 Agustus 2015, dengan dasar putusan dalam sengketa itu telah berkekuatakn hukum tetap.

Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) pun meminta walikota dan wakil walikota Surakarta, yang sekaligus merangkap sebagai ketua panitia pembangunan Masjid Raya Taman Sriwedari Surakarta, agar membatalkan atau menunda pembangunan masjid. Pembangunan itu tak bisa dilakukan sebelum ada kata mufakat di antara kedua belah pihak, demi terwujudnya kerukunan antara pemerintah kota Surakarta dengan ahli waris.

“Secara prinsip, DSKS mendukung pembangunan masjid tersebut dengan syarat tidak boleh ada pihak manapun yang merasa dirugikan,” ujarnya.

Pembangunan Masjid Raya Taman Sriwedari Surakarta merupakan salah satu janji Walikota Surakarta saat kampanye silam. Endro menyebut pembangunan masjid bukanlah sekedar merealisasikan janji politik saat kampanye saja. Namun pembangunan tempat ibadah ada dimensi ibadah dan ketakwaan hamba kepada Allah dan sudah semestinya dilakukan tanpa ada pelanggaran hukum dan HAM.

“Kita semua berharap jangan sampai pembangunan Masjid Raya Taman Sriwedari Surakarta menjadi momentum bersejarah yang melanggengkan konflik antara keluarga ahli waris dengan pemerintah kota Surakarta,” harapnya.

BACA JUGA  Masa Tanggap Darurat Gempa-Tsunami Palu Diperpanjang 14 Hari

Reporter: Reno Aldi
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Mali

Buntut Markas Diserang, Panglima Pasukan Anti-Jihadis Sahel Dicopot

“Keputusan ini telah ditandatangani oleh Jenderal Chad, Umar Bekimi, sebagai wakil Sidi pada KTT Uni Afrika di Mauritania,” jelas Diageana.

Kamis, 19/07/2018 10:57 0

Irak

Delapan Rentetan Ledakan Guncang Kirkuk, Iraq

“Dua roket jatuh di dua tembat berbeda, salah satunya di Rumah Sakit Anak dan menyebabkan tujuh korban luka-luka,” lapor kantor berita dari wartawannya di Iraq itu.

Kamis, 19/07/2018 08:27 0

Yaman

Mortir Pemberontak Syiah Hutsi Hantam Permukiman Sipil

Menurut sumber yang sama, serangan mortir itu mengakhiri periode beberapa hari terakhir yang relatif tenang tanpa kontak senjata antara pihak-pihak yang berperang di Yaman.

Kamis, 19/07/2018 07:45 0

Palestina

Militer Israel Bersiap Kembali Invasi Gaza

KIBLAT.NET, Gaza – Jet-jet tempur Israel pada hari Selasa (17/07) melancarkan serangan ke wilayah Jalur...

Kamis, 19/07/2018 07:26 0

China

China Larang Warga Muslim Non-Uighur Azan dengan Pengeras Suara

Tak hanya komunitas muslim Uighur di Xinjiang yang mendapat pengawasan ketat dari pemerintah komunis China. Komunitas Muslim lain seperti Hui dan Kazakh juga mendapatkan perlakuan serupa.

Rabu, 18/07/2018 15:32 0

Foto

[Foto] Aksi Emak-emak Militan Desak Jokowi Turunkan Harga Kebutuhan

Para ibu yang menamakan diri sebagai Barisan Emak-emak Militan (BEM) mendesak presiden Jokowi untuk menurunkan harga kebutuhan pokok

Rabu, 18/07/2018 13:41 0

Irak

Demonstran Iraq Dekati Ladang Minyak Italia

Seorang sumber pegawai di ladang minyak Zubayr mengaku bahwa produksi minyak tidak terganggu akibat demonstrasi tersebut.

Rabu, 18/07/2018 13:37 0

Suriah

Rezim Suriah “Legakan” Israel dalam Pertempuran Quneitra

Analis Israel menunjukkan bahwa gerakan militer di Quneitra ini terjadi setelah tercapainya kesepakatan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Donald Trump Amerika di KTT Helsinki. Pembicaran itu, lanjut mereka, kedua kepala negara menyatakan dukungan terhadap Israel dan mendorong rezim Suriah mematuhi perjanjian yang ditandatangani pada tahun 1974.

Rabu, 18/07/2018 12:41 0

Amerika

Ramai Dikecam Karena Bela Rusia, Trump Mengaku Salah Bicara

Politisi Republik dan Demokrat serta para pejabat mengecam pernyataan Donald Trump sebelum bertemu rekannya Vladimir Putin di Helsinski, Finlandia.

Rabu, 18/07/2018 11:15 0

Suriah

Kesepakatan HTS-Iran Keluarkan Milisi Syiah dari Kufreya dan Al-Foa

Kesepakatan itu muncul setelah negosiasi berlangsung selama berhari-hari antara kedua pihak, bersamaan dengan pembicaraan tentang masa depan provinsi Idlib setelah habisnya wilayah oposisi di selatan Suriah.

Rabu, 18/07/2018 08:40 0

Close