... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pemuda Muhammadiyah: Hentikan Stigma Orang yang Mencari Keadilan Sebagai Pro Teroris

Foto: Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak (foto: Istimewa/akun Facebook pribadi Dahnil Anzar Simanjuntak)

KIBLAT.NET, Jakarta – Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menyebut orang yang bersimpati terhadap teroris sebagai bagian dari kelompok mereka dan bisa dipidana. Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai pernyataan tersebut berbahaya.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri dengan merujuk pada Undang-undang Nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang baru saja disahkan. “Yang bersimpati pun kepada mereka (teroris) saat melakukan aksi itu, bagian dari kelompok mereka itu bisa kita pidana,” kata Kapolri.

Pendapat berbeda disampaikan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak terkait pernyataan Kapolri. Menurutnya membela hak-hak hukum teroris adalah wajib. “Membela hak-hak hukum, jangankan teroris siapa pun manusianya, membela hak hak hukumnya itu wajib,” ujarnya seusai acara diskusi Mencari Capres Anti Korupsi yang diselenggarakan oleh Madrasah Anti Korupsi PP Pemuda Muhammadyah di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/07/2018).

“Menurut saya, statement kalau ada yang membela teroris itu bisa disebut juga begitu, menurut saya itu tidak benar,” tandas Dahnil.

Menurut Dahnil, bersimpati dalam konteks membela hak-hak hukum terduga teroris harus dilakukan. Pasalnya, bersimpati dalam membela secara hukum bukanlah sebuah pelanggaran.

“Jadi menurut saya aparatur kepolisian, Pak Tito berhenti begitu. Berhenti mengkreasi stigma terhadap mereka yang berusaha mencari keadilan sebagai orang-orang yang pro teroris. Itu berbahaya loh,” tegasnya.

BACA JUGA  Bertemu Muhammadiyah, Presiden Tegaskan Tak Buat Perppu Ciptaker

Terkait penindakan kepolisian dalam kasus terorisme, PP Pemuda Muhammadyah menemukan fakta-fakta adanya potensi abuse of power atau penggunaan kekuasaan berlebihan. Dahnil juga menyebut adanya sejumlah kasus salah terhadap orang yang dituduh sebagai teroris, di antaranya terjadi di Medan dan Deliserdang.

“Ini berbahaya sekali dan monolog. Seolah-olah kebenaran itu ada di pihak aparatur kepolisian,” kata Dahnil

Dia pun berharap agra polisi tidak anti koreksi dalam hal penanganan kasus terorisme. “Jadi saran saya, Pak Tito tidak boleh anti kritik, itu semua karena kita sayang dengan polisi,” tukas Dahnil.

Sebelumnya, Kapolri Tito Karnavian mengungkapkan sejumlah penangkapan oleh Densus 88 merupakan penerapan undang-undang Terorisme baru yaitu UU No 5 Tahun 2018. Dalam praktiknya, pasca bom Surabaya sekitar 200 orang ditangkap dan 20 lainnya ditembak mati.

Reporter: Syafei Irman
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Bakar Baliho Khomeini, Pendemo Tuntut Iran Keluar dari Iraq

Sebuah video yang dibagikan di media sosial, Senin (16/07/2018) menunjukkan aksi pembakaran itu. Para pengunjuk rasa juga meneriakkan slogan "usir Iran, usir! Supaya Basra bebas".

Selasa, 17/07/2018 15:20 0

Video Kajian

Risalah Rasulullah ﷺ Sebagai Rahmatan Lil Alamin

KIBLAT.NET – Risalah Rasulullah ﷺ Sebagai Rahmatan Lil Alamin. Beliau ﷺ diutus dengan risalah sebagai...

Selasa, 17/07/2018 11:53 0

Irak

Protes di Iraq Meletus, Rakyat Tuntut Pekerjaan dan Perbaikan Layanan Publik

Para pengunjuk rasa juga memprotes korupsi dan kinerja pemerintah yang buruk. Mereka bentrok dengan pasukan keamanan di beberapa provinsi, termasuk Maysan, Dhi Qar, Basra, Najaf dan Karbala.

Selasa, 17/07/2018 11:05 0

Video Kajian

Mencari Istri Seperti Abdurrahman bin Auf, Ini Caranya!

KIBLAT.NET – Mencari Istri Seperti Abdurrahman bin Auf, Ini Caranya! Anda mungkin sudah hafal kisah...

Selasa, 17/07/2018 09:32 0

Suriah

Marak Nikah Mut’ah di Wilayah Kekuasaan Rezim Assad

Surat kabar Perancis, Liberation, pada Ahad (15/07/2018) melaporkan bahwa fenomena nikah mut'ah (kawin kontrak) telah menyebar di Suriah, terutama di daerah-daerah yang kembali dikuasai rezim Bashar Assad, yang mana terdapat milisi Syiah di dalamnya.

Senin, 16/07/2018 18:05 0

Suriah

Evakuasi Pejuang dari Daraa Dimulai, Quneitra Hadapi Pertempuran

Koresponden Al-Jazeera melaporkan bahwa sebanyak 450 pejuang oposisi dan keluarga mereka telah meninggalkan kota Daraa menuju Idlib di Suriah utara. Sementara sejumlah sumber mengatakan bahwa mereka ditemani sekitar 60 anak dan tiga puluh wanita.

Senin, 16/07/2018 11:41 0

Arab Saudi

Saudi Buat Halaman Khusus untuk Pendaftaran Calhaj Asal Qatar

Kementerian itu menegaskan bahwa Pemerintah Kerajaan dan dengan arahan Raja menyambut semua jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia. Begitu juga, Kerajaan mencurahkan segala upaya unuk melayani dan mempermudah proses menjalankan ibadah selama di Tanah Suci.

Senin, 16/07/2018 10:08 0

Afghanistan

Taliban Tolak Laporan PBB Tentang Statistik Korban Sipil Tahun Ini

Laporan tersebut tidak adil. Menurutnya, laporan ini disusun dengan koordinasi dengan utusan AS untuk kepentingan negara itu.

Senin, 16/07/2018 09:06 0

Turki

Erdogan ke Putin: Masuk Idlib Sama Saja Runtuhkan Perjanjian Astana

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan keprihatinan atas penargetan warga sipil di Daraa, Suriah selatan, dalam percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini.

Senin, 16/07/2018 08:06 0

Arab Saudi

Saudi Hapus Program “Kesadaran Islam” di Sekolah-sekolah

Sebagian besar sekolah di Arab Saudi memasukkan program Kesadaran Islam dalam kegiatan unggulan. Hal itu karena siswa-siswa banyak yang tertarik dengan kegiatan dakwah.

Senin, 16/07/2018 06:35 0

Close
CLOSE
CLOSE