... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Banyak Calon Tunggal di Pilkada, Pengaruh Uang Jadi Pemicu

Foto: Pilkada 2018

KIBLAT.NET, Jakarta – Masih dominannya ketertarikan partai politik merekrut artis dan pengusaha sebagai kandidat pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan Pemilu legislatif (Pileg) dinilai sebagai bentuk kegagalan partai mendidik kader partainya. Sementara, pengaruh uang menjadi salah satu faktor fenomena banyaknya calon tunggal di Pilkada.

Direktur Eksekutif lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Djayadi Hanan mengatakan Pilkada, Pileg dan Pilpres bukan soal menang kalah, melainkan konteks kaderisasi partai politik. Terkait masih dominannya partai politik merekrut artis dan pengusaha, di satu sisi hal itu menjadi cara penentu kemenangan. Namun sisi lain hal itu menjadi bukti kegagalan partai mengkaderisasi kadernya.

“Hal kaderisasi belum diterapkan di Indonesia. Persoalan biaya tinggi, pembatasan kelompok lain politisi untuk mencalonkan diri menjadi kepala daerah dan regulasi ketat menjadi pemicu pengusaha dominan menjadi calon legislatif dan kepala daerah,” kata Djayadi dalam diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, (17/7/2018).

Dalam diskusi bertajuk “Inklusi Politik : Evaluasi Pilkada 2018 dan Prospek Pemilu 2019”, Djayadi menjelaskan tidak konsistensinya regulasi di Indonesia dalam pencalonan kepala daerah. Salah satunya ada pengetatan aturan ekstrem terhadap masyarakat yang memiliki aspirasi untuk menjadi kepala daerah. Sehingga menjadi faktor pemicu munculnya calon tunggal.

“Aneh dua tahun belakangan ini mengapa banyak calon tunggal atau sedikitnya calon di berbagai wilayah. Saya melihat ada tiga faktor, upaya petahana mendorong semua partai politik mendukungnya, menghambat partai politik untuk mencalonkan calon lain, dan pengaruh uang,” ungkapnya.

BACA JUGA  Kemenag: Diperlukan Khutbah Jumat yang Relevan dengan Perkembangan Zaman

Dia melanjutkan penyebab laim partai politik merekrut artis dan pengusaha adalah menjadi penentu kemenangan sebuah partai dalam pilihan legislatif. Setidaknya ada tiga faktor yang berjalan beriringan atau tidak. Faktor kekuatan mesin partai dan lambang partai, kekuatan kandidat di daerah pemilihan (Dapil) dan faktor efek pemilihan memihak presiden dan wakil presiden.

“Peran artis dan pengusaha inilah menjadi kekuatan partai di wilayah-wilayah Dapil kalau-kalau kader politiknya lemah pendukungnya di daerah. Tetapi hal itu tetap salah, solusinya kita mendorong partai-partai untuk membenahi sistem kaderisasi partai mereka atau meminta KPU – Bawaslu merevisi UU Pemilu,” pungkasnya.

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Bakar Baliho Khomeini, Pendemo Tuntut Iran Keluar dari Iraq

Sebuah video yang dibagikan di media sosial, Senin (16/07/2018) menunjukkan aksi pembakaran itu. Para pengunjuk rasa juga meneriakkan slogan "usir Iran, usir! Supaya Basra bebas".

Selasa, 17/07/2018 15:20 0

Video Kajian

Risalah Rasulullah ﷺ Sebagai Rahmatan Lil Alamin

KIBLAT.NET – Risalah Rasulullah ﷺ Sebagai Rahmatan Lil Alamin. Beliau ﷺ diutus dengan risalah sebagai...

Selasa, 17/07/2018 11:53 0

Irak

Protes di Iraq Meletus, Rakyat Tuntut Pekerjaan dan Perbaikan Layanan Publik

Para pengunjuk rasa juga memprotes korupsi dan kinerja pemerintah yang buruk. Mereka bentrok dengan pasukan keamanan di beberapa provinsi, termasuk Maysan, Dhi Qar, Basra, Najaf dan Karbala.

Selasa, 17/07/2018 11:05 0

Video Kajian

Mencari Istri Seperti Abdurrahman bin Auf, Ini Caranya!

KIBLAT.NET – Mencari Istri Seperti Abdurrahman bin Auf, Ini Caranya! Anda mungkin sudah hafal kisah...

Selasa, 17/07/2018 09:32 0

Suriah

Marak Nikah Mut’ah di Wilayah Kekuasaan Rezim Assad

Surat kabar Perancis, Liberation, pada Ahad (15/07/2018) melaporkan bahwa fenomena nikah mut'ah (kawin kontrak) telah menyebar di Suriah, terutama di daerah-daerah yang kembali dikuasai rezim Bashar Assad, yang mana terdapat milisi Syiah di dalamnya.

Senin, 16/07/2018 18:05 0

Suriah

Evakuasi Pejuang dari Daraa Dimulai, Quneitra Hadapi Pertempuran

Koresponden Al-Jazeera melaporkan bahwa sebanyak 450 pejuang oposisi dan keluarga mereka telah meninggalkan kota Daraa menuju Idlib di Suriah utara. Sementara sejumlah sumber mengatakan bahwa mereka ditemani sekitar 60 anak dan tiga puluh wanita.

Senin, 16/07/2018 11:41 0

Arab Saudi

Saudi Buat Halaman Khusus untuk Pendaftaran Calhaj Asal Qatar

Kementerian itu menegaskan bahwa Pemerintah Kerajaan dan dengan arahan Raja menyambut semua jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia. Begitu juga, Kerajaan mencurahkan segala upaya unuk melayani dan mempermudah proses menjalankan ibadah selama di Tanah Suci.

Senin, 16/07/2018 10:08 0

Afghanistan

Taliban Tolak Laporan PBB Tentang Statistik Korban Sipil Tahun Ini

Laporan tersebut tidak adil. Menurutnya, laporan ini disusun dengan koordinasi dengan utusan AS untuk kepentingan negara itu.

Senin, 16/07/2018 09:06 0

Turki

Erdogan ke Putin: Masuk Idlib Sama Saja Runtuhkan Perjanjian Astana

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan keprihatinan atas penargetan warga sipil di Daraa, Suriah selatan, dalam percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini.

Senin, 16/07/2018 08:06 0

Arab Saudi

Saudi Hapus Program “Kesadaran Islam” di Sekolah-sekolah

Sebagian besar sekolah di Arab Saudi memasukkan program Kesadaran Islam dalam kegiatan unggulan. Hal itu karena siswa-siswa banyak yang tertarik dengan kegiatan dakwah.

Senin, 16/07/2018 06:35 0

Close
CLOSE
CLOSE