Rupiah Merosot Tapi Rakyat Masih Adem Ayem, Ini Kata Pengamat

KIBLAT.NET, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika terus merosot hingga menyentuh Rp 14.400 per dolar. Namun anehnya, banyak masyarakat yang seolah tak peduli. Kondisi masyarakat yang adem-adem saja seakan tidak ada masalah dengan ekonomi Indonesia.

Pengamat Ekonomi, Dr. Dina Nurul Fitria mengatakan bahwa isu dolar yang sangat tinggi tidak terlalu menimbulkan efek kepada masyarakat dibandingkan dengan tahun 1998.

“Ini karena masyarakat tidak merasakan dampak langsung,” kata Dina Fitria di Jakarta, Jumat (13/07/2018).

Dina menjelaskan, masyarakat Indonesia memang memiliki tabiat pasar yang menarik. Yaitu berapapun harga yang dipatok pasti akan dibeli oleh konsumen Indonesia.

“Ini karena masyarakat masih mampu membeli makanan untuk bertahan hidup sehari-hari. Namun tidak mampu untuk menabung,” ungkap Dina.

Meskipun ada impor pangan yang cukup tinggi sehingga menaikkan harga, lanjut Dina, selama barang masih tersedia di pasaran konsumen Indonesia masih akan tetap membeli walau sembari mengurangi takaran konsumsi.

“Karena di Indonesia, mau barang itu mahal akan tetap dibeli, yang penting barangnya ada. Yang susah kan kalau langka. Kelangkaan itulah yang ditakutkan,” ujar Dina.

“Mungkin ini nanti akan bergejolak kalau tukang nasi goreng sudah mulai kesulitan mendapatkan barang,” imbuhnya.

Senada dengan Dr. Dina, Direktur Center for Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi juga mengomentari fenomena ini. Menurutnya, masyarakat Indonesia mempunyai tabiat tersendiri.

BACA JUGA  Tolak Ajakan Dialog, Istana Anggap Habib Rizieq Bukan Level Jokowi

“Mau ada negara atau tidak, mereka akan berusaha sendiri. Tapi nanti reaksi masyarakat akan terlihat kalau harga sembako naik,” kata Uchok menjelaskan.

“Kalau nanti harga naik akibat jatuhnya kurs, nah saat itulah rakyat akan berteriak dengan kondisi ekonomi. Kalau saat ini masih adem-adem,” tambahnya.

Uchok juga menyebut bahwa masyarakat Indonesia tengah ‘bergerilya’ menyelamatkan harta dengan cara mengambil uang di bank dan menyimpannya lagi dalam bentuk emas dan sebagainya.

“Mereka tau kalau ini mau krisis, makanya mereka melakukan hal ini diam-diam,” pungkasnya.

Reporter: Qoid
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat