Pertempuran Pecah di Kunduz, Pasukan Afghan Rugi Besar

KIBLAT.NET, Kunduz – Militer Afghan menderita kerugian besar dengan jatuhnya banyak korban menyusul serangan malam pejuang-pejuang Taliban di sebuah distrik di provinsi bagian utara, Kunduz. Dilaporkan bahwa serangan cepat dan mematikan itu dilakukan oleh Unit Merah Taliban yang beranggotakan pejuang-pejuang sangat terlatih dengan daya tempur di atas rata-rata.

Serangan ala komando Taliban ini menyasar sebuah basis militer pemerintah dan juga sejumlah pos pemeriksaan keamanan di distrik Dasht-i-Archi pada hari Rabu (11/07/2018) malam. Demikian laporan portal berita resmi Taliban, yaitu Suara Jihad. “Sebuah basis militer dan 15 pos jaga musuh telah berhasil dikuasai (Taliban), menewaskan 72 tentara dan melukai banyak lainnya, termasuk menyebabkan 4 unit tank dan 4 unit SUV pickup hancur,” kata Taliban.

Kepada media Khaama Press, pejabat-pejabat pemerintah Afghan mengkonfirmasi terjadi pertempuran di Dasht-i-Archi, namun mereka menegaskan pertempuran masih sedang berlangsung. Sedikitnya 30 tentara tewas dan lebih dari 17 lainnya menderita luka serius. Sementara seorang pejabat resmi Afghan dengan syarat anonim mengatakan 60 pasukan Afghan tewas dan luka-luka.

Provinsi Kunduz di bagian utara menjadi konsentrasi operasi-operasi militer Taliban selama empat tahun terakhir. Taliban menyerbu dan berhasil menguasai Kota Kunduz selama 2 pekan di akhir tahun 2015. Setahun kemudian, Taliban berhasil menguasai setengah wilayah ibukota Kunduz tersebut pada tahun 2016. Operasi militer Taliban di Kota Kunduz itu berhasil karena Taliban mendominasi dan menguasai daerah-daerah distrik di luar kota.

Seorang pejabat Afghan mengatakan kepada Khaama Press, bahwa serangan di distrik Dasht-i-Archi dilakukan oleh Unit Merah. Unit Merah adalah pasukan khusus Taliban yang beroperasi di seluruh wilayah Afghanistan dan kerap menjadi ujung tombak di setiap amaliyat baik serangan di pusat distrik, basis-basis militer, maupun pos jaga. Unit pasukan khusus jihadis ini terkenal sebagai pasukan pendobrak yang mematikan bagi musuh.

Perwira-perwira militer Afghan sendiri mengakui keberadaan dan reputasi “Unit Pasukan Khusus”  Taliban tersebut. Dalam kesempatan lain, mereka menjuluki unit komando jihadis itu dengan nama “Kelompok Merah”, “Kelompok Bahaya”, dan “Unit Darah” pada musim panas 2016. Seorang komandan pasukan khusus Afghan mengatakan, unit khusus pasukan tempur Taliban itu dilengkapi dengan senjata canggih, termasuk teropong malam “night vision”, roket 82 mm, senapan mesin berat, dan senapan-senapan serbu buatan Amerika.

Pejuang-pejuang asing diketahui ada yang bergabung dengan Unit Merah. Tanggal 27 Februari lalu, militer Afghan menangkap Abdul Wadud yang berkebangsaan Jerman. Abdul Wadud menjadi penasehat Mullah Nashir, komandan Unit Merah.

Dalam banyak kesempatan, Taliban melancarkan propaganda dengan mempromosikan unit pasukan khusus, kamp-kamp pelatihan jihad, dan juga unit-unit pasukan mereka di medan tempur. Meskipun, tentu saja Unit Merah Taliban tidak dilatih dengan standar latihan yang sama dengan pasukan khusus AS, namun di berbagai medan tempur terbukti sangat efektif mengalahkan musuh-musuh mereka.

Sumber: The Long War Journal
Redaktur: Yasin Muslim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat