... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bertemu Trump, Sekjen NATO Bicara Sumbangan Negara Anggota

Foto: Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg dan Presiden Donald Trump

KIBLAT.NET, Brussel – Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, bertemu dengan Presiden Donald Trump di kediamannya di AS menjelang KTT NATO pada Rabu (11/07/2018). Keduanya mendiskusikan agenda KTT, termasuk meningkatkan kesiapan, meningkatkan perang melawan terorisme, dan pembagian beban yang adil.

Selama pertemuan, Stoltenberg mengatakan dia setuju dengan Trump bahwa NATO harus memastikan bahwa negara-negara anggota harus berinvestasi lebih banyak.

“Anda bernegosiasi tahun lalu bahwa semua Sekutu akan mengembangkan rencana nasional tentang cara belanja lebih banyak untuk pertahanan, dan berdasarkan rencana nasional ini kami sekarang memperkirakan bahwa Sekutu Eropa dan Kanada akan menambah US $ 266 miliar tambahan untuk pertahanan dari sekarang hingga 2024 Jadi ini benar-benar menambahkan beberapa uang ekstra,” kata Stoltenberg.

“Ini membantu, dan kami bergerak ke arah yang benar tetapi kami masih harus melakukan lebih banyak dan itulah yang akan kami bahas pada KTT nanti hari ini. Izinkan saya juga menambahkan bahwa NATO yang kuat baik untuk Eropa tetapi juga bagus untuk Amerika Serikat.”

Menurut Stoltenberg, kehadiran militer AS di Eropa tidak hanya membantu melindungi Eropa, tetapi juga membantu Amerika Serikat untuk memproyeksikan kekuatan ke Timur Tengah, ke Afrika.

“Saya pikir juga bahwa kekuatan, kekuatan militer Eropa, pengaruh ekonomi, pengaruh politik juga membantu menangani Rusia,” kata Stoltenberg.

“Kami menantikan pertemuan Anda dengan Presiden Putin dan saya pikir bahwa para pemimpin juga menantikan pemikiran Anda tentang pertemuan Anda dengan Presiden Putin.”

BACA JUGA  AS Umumkan Gencatan Senjata Sepekan dengan Taliban

Sumber: Eurasiareview
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Komentari Survei Radikalisme Masjid, Sydney Jones: Radikal Istilah yang Sangat Luas

"Saya kira harus bedakan radikal yang mana, karena radikal adalah istilah yang sangat luas,"

Kamis, 12/07/2018 11:25 0

Opini

Masjid Radikal, Sebuah Narasi Menyudutkan Islam

Definisi radikal sendiri sebenarnya tidak pernah ada kata final. Oleh sebab itu, penafsiran terhadap radikalisme tergantung siapa yang menafsiri dan lebih mengerucut pada kepentingan apa yang hendak dicapai.

Kamis, 12/07/2018 10:28 0

Indonesia

INDEF: Kurangi Impor, Tingkatkan Ekspor Solusi Perkuat Rupiah

Institute for Devolepment Economics & Finance (INDEF) menegur pemerintah untuk mengurangi impor dan meningkatkan ekspor

Rabu, 11/07/2018 20:38 0

Indonesia

Melempemnya Rupiah Ancam Industri Obat di Indonesia

Lemahnya nilai tukar rupiah atas dollar Amerika Serikat turut mencemaskan pelaku dagang dan industri

Rabu, 11/07/2018 20:32 0

Indonesia

Rupiah Melemah, Ini Saran PKS untuk Bank Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta- Merosotnya harga tukar rupiah terhadap dollar disebut-sebut terjadi akibat kebijakan Bank Sentral Amerika...

Rabu, 11/07/2018 20:24 0

Indonesia

PKS: Pemerintah Jangan Anggap Enteng Rupiah Anjlok

Pemerintah jangan menganggap enteng anjloknya nilai rupiah yang menyentuh angka 14.391 terhadap dollar AS.

Rabu, 11/07/2018 19:13 0

Indonesia

11 Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Diberangkatkan 17 Juli

Jemaah Haji Indonesia mulai bersiap untuk diberangkatkan ke Tanah Suci. Proses pemberangkatan jemaah haji ini akan mulai berlangsung pada 17 Juli 2018.

Rabu, 11/07/2018 18:31 0

Indonesia

Yunahar Ilyas Tanggapi Survei Masjid Radikal Versi P3M

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Yunahar Ilyas menegaskan bahwa survei masjid radikal P3M tidak perlu disikapi serius.

Rabu, 11/07/2018 18:23 0

Indonesia

Survei P3M tentang Masjid Radikal, MUI: Indikatornya Apa?

Yunahar juga menegaskan bahwa jika definisi radikal tidak dijelaskan, maka akan terjadi bias. Menurutnya, saat ini muslimah yang menggunakan pakaian tertutup ada yang menyebutnya radikal.

Rabu, 11/07/2018 15:06 0

Indonesia

Azyumardi Azra Minta Penceramah di Masjid Pemerintah ‘Ditertibkan’

"Mereka akan mengkontaminasi masjid dengan memberikan ceramah yang tidak selaras dengan semangat keindonesiaan, semangat kebangsaan, dan semangat toleransi," tutur Azyurmardi.

Rabu, 11/07/2018 15:00 0

Close