... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Beredar Jilbab Berlogo Kabupaten Poso Untuk Seragam ASN, Warga Protes

Foto: Warga memprotes beredarnya jilbab berlogo Kabupaten Poso untuk seragam ASN

KIBLAT.NET, Poso – Warga Poso baru-baru ini digemparkan oleh beredarnya kerudung yang dibubuhi lambang kabupaten tersebut. Jilbab tersebut dibagikan oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari seragam untuk muslimah aparatur sipil negara (ASN/PNS) di wilayah pemerintahan daerah Poso.

Foto-foto jilbab dengan logo Kabupaten Poso beredar luas di media sosial. Warganet segera memberikan tanggapan beragam, dan tak sedikit yang menyampaikan kecaman.

Di jejaring sosial Facebook, akun Muhammad Ramadhan tak sependapat dengan pencantuman logo Kabupaten Poso di kerudung digunakan oleh muslimah ASN di wilayahnya. “Jilbab ini, jangan anggap remeh. Pakaian muslimah. Hijab bukan umbul2, bukan kendaraan dinas, bukan aset daerah, bukan rumah dinas. Ini jilbab pakaian kebanggaan muslimah, pakaian kehormatan,” tulis Ramadhan di laman pribadinya.

Warganet lain bahkan ada yang mengaitkannya dengan fenomena Islam Nusantara yang belakangan kerap diperbincangkan di tengah masyrakat. “Mungkin ini bagian dari kampanye “Islam Nusantara” yg dipersempit menjadi “islam kadipaten”,” ungkap Dirman Bahri.

Pernyataan keberatan terhadap kemunculan kerudung berlogo mulai muncul dari organisasi kemasyarakatan. Front Pembela Islam (FPI) Poso memprotes kebijakan kerudung berlogo Kabupaten Poso bagi ASN setempat.

Ketua DPW FPI Poso Ustadz Sugiyanto Kaimudin menyatakan jilbab beredar dikalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah Poso itu termasuk pelecehan terhadap nilai-nilai syariat Islam. Menurutnya, jilbab merupakan simbol kemuliaan karena merupakan pakaian wajib wanita muslimah.

BACA JUGA  WALHI Beberkan Kejanggalan Kasus Gulfrid Siregar

“Ini langkah kebijakan yang sudah terlalu jauh. Jilbab itu seruan agama untuk menutupi aurat dan bahkan merupakan kewajiban bagi wanita muslimah untuk menggunakannya.” Ungkap Ustadz Sugiyanto ungkapnya, Kamis (12/07/2018).

Dia mempertanyakan dasar pemerintah daerah Poso dalam menerapkan kebijakan itu. “Apa motivasinya? Apa tidak cukup seorang ASN menggunakan IDcard yang di gantung di dada kanan yang juga sudah ada lambangnya,” ujarnya

Ustadz Sugiyanto mengatakan hal semacam itu tak bisa dibiarkan begitu saja. Dia meminta ummat Islam untuk kritis melihat hal-hal yang tidak baik menyangkut agamanya.

“Ini persoalan yang sudah mencampuradukkan, pola ini mesti dikritik biar umat Islam tidak hanya patuh dan manut saja tapi bisa melihat segala sesuatunya dari sudut pandang agama,” tegasnya.

Secara resmi DPW FPI Poso telah menyampaikan keberatan kepada pemerintah daerah Kabupaten Poso terkait kebijakan kerudung berlogo Kabupaten Poso. Ormas tersebut telah menyampaikan pernyataan sikapnya kepada Bupati Poso yang diwakili Kabag Kesra Kabupaten Poso Muhhammad Yunus pada Kamis (12/07/2018) dini hari.

Reporter: Ahmad Sutejo
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Asia

Kata Zakir Naik Soal Tuntutan Ekstradisi India ke Malaysia

Pakar perbandingan agama Dr. Zakir Naik menegaskan dirinya tidak pernah menyebarkan paham atau menganjurkan aksi teror.

Kamis, 12/07/2018 14:10 0

Video Kajian

Mengapa Baru Niat Baik Saja Sudah Dicatat Pahalanya?

KIBLAT.NET – Mengapa Baru Niat Baik Saja Sudah Dicatat Pahalanya? Kajian ini menjelaskan betapa Mahamurah-Nya...

Kamis, 12/07/2018 13:30 0

Suriah

Serangan Udara Meningkat di Pedesaan Idlib

Jet Suriah menargetkan desa-desa Rami dan Muzara dan Naija dan Kanada, bersamaan dengan penembakan roket dan artileri di desa-desa di pedesaan barat Hama, yang bersebelahan dengan Idlib.

Kamis, 12/07/2018 13:00 0

Amerika

Bertemu Trump, Sekjen NATO Bicara Sumbangan Negara Anggota

Selama pertemuan, Stoltenberg mengatakan dia setuju dengan Trump bahwa NATO harus memastikan bahwa negara-negara anggota harus berinvestasi lebih banyak.

Kamis, 12/07/2018 11:38 0

Opini

Masjid Radikal, Sebuah Narasi Menyudutkan Islam

Definisi radikal sendiri sebenarnya tidak pernah ada kata final. Oleh sebab itu, penafsiran terhadap radikalisme tergantung siapa yang menafsiri dan lebih mengerucut pada kepentingan apa yang hendak dicapai.

Kamis, 12/07/2018 10:28 0

Yaman

Amnesty Seru Penyelidikan Jaringan Penjara Rahasia UEA di Yaman

UEA adalah salah satu negara terkemuka di aliansi Arab, yang berperang di Yaman untuk mendukung pemerintah yang berbasis di selatan melawan pemberontak Syiah Hutsi yang bersekutu dengan Iran.

Kamis, 12/07/2018 08:43 0

Turki

Turki Tangkap Harun Yahya, Ini Daftar Kesalahan yang Dituduhkan

Dalam pernyataan pertamanya, Harun Yahya yang bernam asli Adnan Oktar mengatakan bahwa “penahanan tidak lain hanya permainan yang dilakukan oleh negara Inggris”. Ia mengembalikan perkataan itu dari menafsirkan kejadian-kejadian di seluruh penjuru dunia.

Kamis, 12/07/2018 06:55 0

Suriah

Serangan ISIS Tewaskan Belasan Tentara Rezim dan Oposisi Suriah

Kelompok Jaisy Khalid bin Walid, yang telah menyatakan sumpah setia kepada Abu Bakar Al-Baghdadi, mengontrol daerah perbatasan di desa Zainun. Daerah tersebut telah menyaksikan penandatanganan kesepakatan rekonsiliasi antara rezim Assad dan oposisi FSA. FSA bersedia menyerahkan senjata-senjata berat mereka dan meninggalkan desa.

Rabu, 11/07/2018 12:35 0

Eropa

23 Tahun Peringatan Genosida Muslim Srebrenica: 35 Jasad Dimakamkan Ulang

"Hari-hari ini menjelang peringatan ke-23 genosida, kami dikritik seolah-olah penganiayaan di Srebrenica tidak boleh lagi dibicarakan. Mereka harus tahu bahwa selama kerabat korban hidup, pengalaman sedih akan terus berlanjut untuk diberitahu," katanya.

Rabu, 11/07/2018 11:10 0

Kolom

Di Balik Goyahnya Rupiah

Fluktuasi nilai tukar Rupiah memperparah masalah pangan yang selama ini bergantung pada impor

Rabu, 11/07/2018 10:59 0

Close