... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Serangan ISIS Tewaskan Belasan Tentara Rezim dan Oposisi Suriah

Foto: Tentara rezim Assad di pintu berbatasan dengan Yordania

KIBLAT.NET, Daraa – Organisasi Negara Islam (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang menewaskan 14 orang dari jajaran tentara rezim Assad dan oposisi di Suriah selatan pada Selasa (10/07).

Lembaga pengawas Suriah (SOHR) melaporkan, sedikitnya 14 tentara rezim dan oposisi Free Syrian Army (FSA) yang baru-baru ini menyepakati rekonsiliasi tewas dalam akibat serangan bom mobil yang menargetkan pos militer di desa Zainun, provinsi Daraa.

Serangan itu terjadi setelah tercapainya kesepakatan dan rekonsiliasi antara pemerintah dan oposisi bersenjata di provinsi Daraa yang berujung pada kemajuan rezim Assad di wilayah perbatasan dengan Yordania.

“Ini adalah serangan pertama yang dialami pasukan pemerintah sejak operasi militer di Daraa dimulai pada 19 Juni lalu. Serangan ini terjadi di dekat kawasan yang dikendalikan oleh ISIS. ISIS sendiri mengeluarkan pernyataan mengkonfirmasikan salah satu anggotanya meluncurkan operasi peledakkan di wilayah tersebut,” kata pernyataan SOHR.

Kelompok Jaisy Khalid bin Walid, yang telah menyatakan sumpah setia kepada Abu Bakar Al-Baghdadi, mengontrol daerah perbatasan di desa Zainun. Daerah tersebut telah menyaksikan penandatanganan kesepakatan rekonsiliasi antara rezim Assad dan oposisi FSA. FSA bersedia menyerahkan senjata-senjata berat mereka dan meninggalkan desa.

Rusia, pendukung terkuat Presiden Bashar al-Assad, bermain dalam peran mediasi antara pihak rezim dan faksi-faksi oposisi. Oposisi menandatangani kesepakatan kalah tanpa berperang.

BACA JUGA  Rusia Ancam Serang Idlib Setelah Daraa

Saat ini, rezim sekarang mengontrol sekitar 80 persen dari provinsi Daraa, sementara oposisi telah mengurangi kontrolnya hingga 15 persen, menurut SOHR.

Sumber: BBC
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kebijakan Suku Bunga BI Dikhawatirkan Pengaruhi Pelemahan Rupiah

Nilai tukar rupiah terus melemah akhir-akhir ini

Rabu, 11/07/2018 12:09 0

Kolom

Di Balik Goyahnya Rupiah

Fluktuasi nilai tukar Rupiah memperparah masalah pangan yang selama ini bergantung pada impor

Rabu, 11/07/2018 10:59 0

Indonesia

Argumen Penelitian P3M Tentang Masjid Radikal Sangat Lemah

"Sedangkan yang dimaksudkan radikal dalam penelitian itu juga bias. Masak perbedaan sikap atas madzhab dikategorikan sebagai salah satu indikasi radikal," tukasnya.

Rabu, 11/07/2018 08:52 1

Indonesia

Wasekjen MUI Tegaskan Pembicaraan Khilafah Tak Terlarang

"Yang menjadi berbahaya adalah membahas masalah khilafah menjadi terlarang. Padahal itu khazanah Islam dan tertulis di kitab-kitab klasik Islam," katanya kepada Kiblat.net pada Selasa (10/07/2018).

Rabu, 11/07/2018 06:53 0

Indonesia

TGB Dukung Jokowi, Pengamat: Ada Tekanan atau Deal Politik

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) menyatakan dukungan kepada Jokowi untuk memimpin Indonesia dua periode.

Selasa, 10/07/2018 14:10 0

Analisis

Kerap Serang Suriah, Benarkah Israel Memusuhi Rezim Assad?

Israel juga melakukan serangan rutin dalam bentuk tembakan roket, serta pembunuhan dan serangan udara sejak perang dimulai. Sementara pemerintah Suriah tidak pernah secara langsung membalas.

Selasa, 10/07/2018 13:30 0

Video Kajian

Penyakit yang Menggerogoti Agama

KIBLAT.NET – Penyakit yang Menggerogoti Agama. Kalau kita datang ke dokter dan bertanya bagaimana agar...

Selasa, 10/07/2018 09:30 0

Indonesia

Ustadz Basri Wafat dalam Tahanan, TPM Minta Ustadz Abu Bakar Baasyir Dirumahkan

Pasca meninggalnya Ustadz Muhammad Basri, TPM meminta agar Ustadz Abu Bakar Baasyir dijadikan tahanan rumah. Sebab, Ustadz Abu sudah berusia lanjut dan kerap mengalami sakit.

Senin, 09/07/2018 16:36 4

Indonesia

Sarasehan 25 Tahun Komnas HAM: 10 Kasus Pelanggaran HAM Berat Belum Ditangani

Sudah seperempat abad Komisi Nasional Hak Asasi Manusia RI berdiri, nyatanya baru 3 dari 13 kasus pelanggaran HAM berat yang telah mendapat putusan pengadilan. Kasus-kasus yang telah ditindaklanjuti tersebut di antaranya adalah kasus Tanjung Priok 1984, kasus Timor-Timur 1999, dan kasus Abepura Papua 2000.

Senin, 09/07/2018 16:28 0

Opini

Koleksi Bedebah di Kursi Kekuasaan

Pelanggaran-pelanggaran itu dilakukan justru oleh mereka yang duduk di kursi kekuasaan. Menjabat sebagai pengurus rakyat yang semestinya mengelola uang rakyat bukan merampoknya.

Senin, 09/07/2018 16:22 1

Close