... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rusia Ancam Serang Idlib Setelah Daraa

Foto: Peta Idlib.

KIBLET.NET, Moskow – Para pejabat Rusia mengatakan kepada Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di Daraa bahwa mereka berencana melancarkan serangan di provinsi utara Idlib di Suriah pada bulan September.

Rusia memberikan ancaman ketika pasukan Assad dan pasukan sekutu Rusia mengepung sisa kantong FSA di Kota Daraa setelah berminggu-minggu pertempuran.

Pasukan Assad juga mengkonsolidasikan cengkeramannya atas daerah perbatasan dengan Yordania di timur kota itu pada hari Senin, setelah mengambil kendali atas penyeberangan perbatasan Nassib, rute perdagangan penting, pekan lalu.

Setelah didukung oleh Barat dan Yordania, FSA menyetujui kesepakatan menyerah pada tanggal 6 Juli. Hal itu diikuti penyerahan sebagian besar wilayah yang telah mereka pegang selama tujuh tahun terakhir bersama dengan senjata mereka kepada pemerintah.

Menurut Ibrahim Jibawi, juru bicara Ruang Operasi Front Tengah Selatan FSA, Rusia menyarankan kepada pasukan FSA selama pertemuan di kota provinsi Daraa, Busra al-Sham, untuk tidak menuju ke utara.

“Ada peringatan oleh Rusia untuk FSA agar tidak pergi ke Idlib. ‘Setelah Daraa, kita akan pergi ke Idlib’,” kata Jibawi kepada kantor berita oposisi SMART.

Seorang komandan militer FSA mengatakan bahwa oposisi sekarang memperkuat basis mereka di Idlib untuk mengantisipasi serangan baru.

Kembalinya Daraa di bawah kontrol penuh Assad menjadi pukulan psikologis bagi oposisi. PBB mengatakan pada 9 Juli itu akan segera mulai memberikan bantuan kemanusiaan kepada ribuan keluarga sipil yang terkena dampak pertempuran di daerah Daraa, Sweida dan Quneitra di Suriah selatan.

BACA JUGA  Jutaan Orang Akan Mengungsi ke Eropa Jika Idlib Diserang

Pertempuran di Daraa imulai pada 19 Juni, lebih dari 320.000 warga Suriah mengungsi menurut PBB, dan sekitar 150 warga sipil tewas.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Argumen Penelitian P3M Tentang Masjid Radikal Sangat Lemah

"Sedangkan yang dimaksudkan radikal dalam penelitian itu juga bias. Masak perbedaan sikap atas madzhab dikategorikan sebagai salah satu indikasi radikal," tukasnya.

Rabu, 11/07/2018 08:52 1

Indonesia

Wasekjen MUI Tegaskan Pembicaraan Khilafah Tak Terlarang

"Yang menjadi berbahaya adalah membahas masalah khilafah menjadi terlarang. Padahal itu khazanah Islam dan tertulis di kitab-kitab klasik Islam," katanya kepada Kiblat.net pada Selasa (10/07/2018).

Rabu, 11/07/2018 06:53 0

Indonesia

TGB Dukung Jokowi, Pengamat: Ada Tekanan atau Deal Politik

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) menyatakan dukungan kepada Jokowi untuk memimpin Indonesia dua periode.

Selasa, 10/07/2018 14:10 0

Analisis

Kerap Serang Suriah, Benarkah Israel Memusuhi Rezim Assad?

Israel juga melakukan serangan rutin dalam bentuk tembakan roket, serta pembunuhan dan serangan udara sejak perang dimulai. Sementara pemerintah Suriah tidak pernah secara langsung membalas.

Selasa, 10/07/2018 13:30 0

Video Kajian

Penyakit yang Menggerogoti Agama

KIBLAT.NET – Penyakit yang Menggerogoti Agama. Kalau kita datang ke dokter dan bertanya bagaimana agar...

Selasa, 10/07/2018 09:30 0

Indonesia

Ustadz Basri Wafat dalam Tahanan, TPM Minta Ustadz Abu Bakar Baasyir Dirumahkan

Pasca meninggalnya Ustadz Muhammad Basri, TPM meminta agar Ustadz Abu Bakar Baasyir dijadikan tahanan rumah. Sebab, Ustadz Abu sudah berusia lanjut dan kerap mengalami sakit.

Senin, 09/07/2018 16:36 4

Indonesia

Sarasehan 25 Tahun Komnas HAM: 10 Kasus Pelanggaran HAM Berat Belum Ditangani

Sudah seperempat abad Komisi Nasional Hak Asasi Manusia RI berdiri, nyatanya baru 3 dari 13 kasus pelanggaran HAM berat yang telah mendapat putusan pengadilan. Kasus-kasus yang telah ditindaklanjuti tersebut di antaranya adalah kasus Tanjung Priok 1984, kasus Timor-Timur 1999, dan kasus Abepura Papua 2000.

Senin, 09/07/2018 16:28 0

Opini

Koleksi Bedebah di Kursi Kekuasaan

Pelanggaran-pelanggaran itu dilakukan justru oleh mereka yang duduk di kursi kekuasaan. Menjabat sebagai pengurus rakyat yang semestinya mengelola uang rakyat bukan merampoknya.

Senin, 09/07/2018 16:22 1

Indonesia

TPM: Keluarga Sempat Dilarang Membesuk Ustadz Basri

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Ahmad Michdan mengatakan bahwa pihak LP Nusakambangan sempat melarang keluarga untuk menjenguk Ustadz Muhammad Basri.

Ahad, 08/07/2018 19:20 0

Indonesia

Jenazah Ustadz Basri Dimakamkan di Makassar

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Ahmad Michdan mengatakan bahwa jenazah Ustadz Muhammad Basri akan dimakamkan di Makassar. Menurutnya, hal itu atas permintaan keluarga.

Ahad, 08/07/2018 18:48 0

Close