... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Cina Janjikan Negara-negara Timur Tengah Pinjaman $20 Miliar

Foto: Presiden Cina, Xi Jinping saat berkunjung ke Saudi dan disambut langsung Raja Salman bin Abdul Aziz

KIBLAT.NET, Beijing – Presiden China Xi Jinping, Selasa (10/07), menjanjikan paket pinjaman sebesar $20 miliar dan suntikan dana sebesar $106 kepada negara-negara Timur Tengah sebagai bagian dari apa yang ia sebut program untuk “menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi” di wilayah tersebut.

Beijing telah memperkuat perannya di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir karena negara-negara Arab memainkan peran penting dalam rencana kebijakan luar negeri Cina yang dikenal dengan “Belt and Road”. Kebijakan itu bertujuan membangun rute perdagangan kuat, yang menghubungkan Cina dengan Asia Tengah dan Tenggara.

Jinping mengatakan dalam pertemuan dengan perwakilan dari 21 negara Arab di Beijing bahwa pembangunan adalah “kunci untuk memecah banyak masalah keamanan di Timur Tengah.”

“Kita harus bekerja bersama secara terbuka dan tidak takut perbedaan. Kita harus menghindari masalah dan berdiskusi panjang lebar dalam semua aspek kebijakan luar negeri dan strategi pembangunan,” katanya.

Ia menjanjikan, negaranya telah menyediakan 100 juta yuan ($15 juta) bantuan ke Palestina untuk mendukung pembangunan ekonomi dan 600 juta yuan ($91 juta) untuk Yordania, Suriah, Libanon dan Yaman.

Dia juga mengumumkan pembentukan konsorsium bank dari China dan negara-negara Arab untuk dialokasikan pendanaan sebesar tiga miliar dolar.

Belum jelas hubungan antara konsorsium bank, bantuan keuangan dan paket pinjaman.

Presiden Cina itu mengatakan pinjaman tersebut akan mendanai rencana “rekonstruksi ekonomi” dan “kebangkitan industri” yang melibatkan kerja sama dalam minyak, gas, energi bersih dan bidang nuklir.

BACA JUGA  China Larang Warga Muslim Non-Uighur Azan dengan Pengeras Suara

Jinping juga mendesak pihak-pihak terkait untuk menghormati konsensus internasional dalam konflik antara Israel dan Palestina dan menyerukan mananej konflik dengan langkah adil untuk menghindari konflik regional.

Cina biasanya tidak memainkan peran utama dalam diplomasi Timur Tengah atau konflik regional, meskipun Cina bergantung pada pasokan energi tetapi mencoba untuk lebih terlibat dalam menyelesaikan konflik lama.

Beijing mengklaim berkomitmen untuk kebijakan “tidak ikut campur” ketika memberikan bantuan keuangan dan penawaran bagi negara-negara berkembang dalam membantu untuk menyelesaikan ketegangan politik, agama dan budaya.

Cina menerapkan model dukungan ekonomi ini ditambah dengan sistem keamanan yang ketat di wilayah Xinjiang barat yang bergolak. Namun kelompok-kelompok hak asasi mengkritik pendekatan ini. Mereka mengatakan langkah itu justeru memicu ketigangan baru antara minoritas Muslim Uighur dan mayoritas kelompok etnis Han. Alih-alih mengurangi ketengan, kebijakan rezim Cina itu justeru membuat konflik semakin besar.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Argumen Penelitian P3M Tentang Masjid Radikal Sangat Lemah

"Sedangkan yang dimaksudkan radikal dalam penelitian itu juga bias. Masak perbedaan sikap atas madzhab dikategorikan sebagai salah satu indikasi radikal," tukasnya.

Rabu, 11/07/2018 08:52 1

Indonesia

Wasekjen MUI Tegaskan Pembicaraan Khilafah Tak Terlarang

"Yang menjadi berbahaya adalah membahas masalah khilafah menjadi terlarang. Padahal itu khazanah Islam dan tertulis di kitab-kitab klasik Islam," katanya kepada Kiblat.net pada Selasa (10/07/2018).

Rabu, 11/07/2018 06:53 0

Indonesia

TGB Dukung Jokowi, Pengamat: Ada Tekanan atau Deal Politik

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) menyatakan dukungan kepada Jokowi untuk memimpin Indonesia dua periode.

Selasa, 10/07/2018 14:10 0

Analisis

Kerap Serang Suriah, Benarkah Israel Memusuhi Rezim Assad?

Israel juga melakukan serangan rutin dalam bentuk tembakan roket, serta pembunuhan dan serangan udara sejak perang dimulai. Sementara pemerintah Suriah tidak pernah secara langsung membalas.

Selasa, 10/07/2018 13:30 0

Video Kajian

Penyakit yang Menggerogoti Agama

KIBLAT.NET – Penyakit yang Menggerogoti Agama. Kalau kita datang ke dokter dan bertanya bagaimana agar...

Selasa, 10/07/2018 09:30 0

Indonesia

Ustadz Basri Wafat dalam Tahanan, TPM Minta Ustadz Abu Bakar Baasyir Dirumahkan

Pasca meninggalnya Ustadz Muhammad Basri, TPM meminta agar Ustadz Abu Bakar Baasyir dijadikan tahanan rumah. Sebab, Ustadz Abu sudah berusia lanjut dan kerap mengalami sakit.

Senin, 09/07/2018 16:36 4

Indonesia

Sarasehan 25 Tahun Komnas HAM: 10 Kasus Pelanggaran HAM Berat Belum Ditangani

Sudah seperempat abad Komisi Nasional Hak Asasi Manusia RI berdiri, nyatanya baru 3 dari 13 kasus pelanggaran HAM berat yang telah mendapat putusan pengadilan. Kasus-kasus yang telah ditindaklanjuti tersebut di antaranya adalah kasus Tanjung Priok 1984, kasus Timor-Timur 1999, dan kasus Abepura Papua 2000.

Senin, 09/07/2018 16:28 0

Opini

Koleksi Bedebah di Kursi Kekuasaan

Pelanggaran-pelanggaran itu dilakukan justru oleh mereka yang duduk di kursi kekuasaan. Menjabat sebagai pengurus rakyat yang semestinya mengelola uang rakyat bukan merampoknya.

Senin, 09/07/2018 16:22 1

Indonesia

TPM: Keluarga Sempat Dilarang Membesuk Ustadz Basri

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Ahmad Michdan mengatakan bahwa pihak LP Nusakambangan sempat melarang keluarga untuk menjenguk Ustadz Muhammad Basri.

Ahad, 08/07/2018 19:20 0

Indonesia

Jenazah Ustadz Basri Dimakamkan di Makassar

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Ahmad Michdan mengatakan bahwa jenazah Ustadz Muhammad Basri akan dimakamkan di Makassar. Menurutnya, hal itu atas permintaan keluarga.

Ahad, 08/07/2018 18:48 0

Close