... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Setelah di Bogor, Muktamar Untuk Perdamaian Afghanistan Bakal Digelar di Jeddah

Foto: Tiga ulama Qibla Ayaz (Pakistan), Quraish Shihab (Indonesia), dan Ataullah Lodin (Afghanistan) membacakan deklarasi pada penutupan Pertemuan Trilateral Ulama, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Jumat (11/5) sore. (Foto: Humas/Agung)

KIBLAT.NET – Setelah Indonesia, Arab Saudi akan menjadi tuan rumah muktamar atau Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim tentang Perdamaian dan Stabilitas di Republik Afghanistan. Menurut rencana, acara akan diselenggarakan di Jeddah dan Mekkah pada 10 dan 11 Juli 2018.

Menurut informasi media lokal, Kerajaan bekerjasama dengan Sekretariat Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) telah menyelesaikan persiapan untuk even yang kabarnya juga bakal digelar lagi di Pakistan itu.

Konferensi akan dihadiri oleh para pemimpin cendekiawan agama dari Afghanistan dan sekelompok cendekiawan Muslim terpilih dari seluruh dunia. Gelaran ini bertujuan untuk membantu upaya mencapai perdamaian dan stabilitas di Afghanistan dan mengutuk terorisme dan ekstremisme kekerasan dalam semua bentuk dan manifestasi mereka dalam kerangka ajaran Islam.

Sekretaris Jenderal OKI, Dr. Yusuf bin Ahmad Al-Utsaimin, memuji upaya yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi dan cara-cara untuk menyediakan semua fasilitas untuk pembentukan konferensi tersebut.

Seperti diketahui, konferensi yang sama telah diadakan di Bogor Jawa Barat pada 11 Mei 2018 lalu. Konferensi yang digelar di Istana Kepresidenan Bogor itu dihadiri oleh puluhan ulama dari Afghanistan, Pakistan, dan juga Indonesia.

Mengangkat tema yang sama, yakni perdamaian untuk Afghanistan, pertemuan tersebut menghasilkan deklarasi yang menyatakan bahwa ekstremisme dan terorisme kekerasan, termasuk serangan bunuh diri, bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Deklarasi ini merupakan upaya untuk meyakinkan kelompok militan Taliban agar mengakhiri kekerasannya.

BACA JUGA  Saudi Tolak Serahkan Warganya yang Dituduh Terlibat Pembunuhan Khashoggi

Emirat Islam Taliban mengeluarkan statemen khusus menanggapi konferensi ini. Zabihullah Mujahid, jurubicara Taliban, mengatakan konflik Afghanistan bukan hanya sebuah masalah yang rumit, melainkan masalah utama bagi seluruh umat Islam. Menurutnya, Emirat Islam Afghanistan telah mengembangkan sistem yang tepat di Afghanistan, namun Amerika Serikat (AS) telah menghancurkannya.

Redaktur: Salem

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

TGB Dukung Jokowi, Pengamat: Ada Tekanan atau Deal Politik

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) menyatakan dukungan kepada Jokowi untuk memimpin Indonesia dua periode.

Selasa, 10/07/2018 14:10 0

Analisis

Kerap Serang Suriah, Benarkah Israel Memusuhi Rezim Assad?

Israel juga melakukan serangan rutin dalam bentuk tembakan roket, serta pembunuhan dan serangan udara sejak perang dimulai. Sementara pemerintah Suriah tidak pernah secara langsung membalas.

Selasa, 10/07/2018 13:30 0

Video Kajian

Penyakit yang Menggerogoti Agama

KIBLAT.NET – Penyakit yang Menggerogoti Agama. Kalau kita datang ke dokter dan bertanya bagaimana agar...

Selasa, 10/07/2018 09:30 0

Indonesia

Ustadz Basri Wafat dalam Tahanan, TPM Minta Ustadz Abu Bakar Baasyir Dirumahkan

Pasca meninggalnya Ustadz Muhammad Basri, TPM meminta agar Ustadz Abu Bakar Baasyir dijadikan tahanan rumah. Sebab, Ustadz Abu sudah berusia lanjut dan kerap mengalami sakit.

Senin, 09/07/2018 16:36 4

Indonesia

Sarasehan 25 Tahun Komnas HAM: 10 Kasus Pelanggaran HAM Berat Belum Ditangani

Sudah seperempat abad Komisi Nasional Hak Asasi Manusia RI berdiri, nyatanya baru 3 dari 13 kasus pelanggaran HAM berat yang telah mendapat putusan pengadilan. Kasus-kasus yang telah ditindaklanjuti tersebut di antaranya adalah kasus Tanjung Priok 1984, kasus Timor-Timur 1999, dan kasus Abepura Papua 2000.

Senin, 09/07/2018 16:28 0

Opini

Koleksi Bedebah di Kursi Kekuasaan

Pelanggaran-pelanggaran itu dilakukan justru oleh mereka yang duduk di kursi kekuasaan. Menjabat sebagai pengurus rakyat yang semestinya mengelola uang rakyat bukan merampoknya.

Senin, 09/07/2018 16:22 1

Indonesia

TPM: Keluarga Sempat Dilarang Membesuk Ustadz Basri

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Ahmad Michdan mengatakan bahwa pihak LP Nusakambangan sempat melarang keluarga untuk menjenguk Ustadz Muhammad Basri.

Ahad, 08/07/2018 19:20 0

Indonesia

Jenazah Ustadz Basri Dimakamkan di Makassar

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Ahmad Michdan mengatakan bahwa jenazah Ustadz Muhammad Basri akan dimakamkan di Makassar. Menurutnya, hal itu atas permintaan keluarga.

Ahad, 08/07/2018 18:48 0

Indonesia

Innalillahi, Ustadz Basri Meninggal dalam Status Tahanan Napi Terorisme

Narapidana kasus terorisme, Muhammad Basri meninggal dunia saat menjalani proses pidananya di LP Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap.

Ahad, 08/07/2018 18:21 0

Indonesia

Direktur UKW PWI Pusat Apresiasi Konten Berita Kiblatnet

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta, Sayid Iskandarsyah menegaskan bahwa regulasi kompetensi wartawan di Indonesia telah diatur oleh pemerintah melalui Dewan Pers.

Sabtu, 07/07/2018 14:57 0

Close