... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Lagi, Tentara India Tewaskan Warga Kashmir

Foto: Tentara India di Kashmir

KIBLAT.NET, Kashmir – Militer India dilaporkan menembaki para demonstran sehingga menyebabkan 3 tewas dan sedikitnya 5 orang lainnya luka-luka. Di antara yang tewas dalam insiden pada hari Sabtu (07/07) di distrik Kulgam di bagian selatan Kashmir itu termasuk seorang remaja putri.

Tiga korban yang meninggal dunia berhasil diidentifikasi, yaitu Irsyad Ahmad (20 tahun), Shabir Ahmad (22 tahun), dan remaja perempuan bernama Andleeb Jan (16 tahun). Menurut seorang dokter senior di Puskesmas setempat, seluruh korban tewas dan luka-luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat di desa Frisal, distrik Kulgam.

Menurut keterangan versi polisi bahwa sebuah patroli militer ketika melewati daerah Hawoora Mishipora menjelang sore hari dilempari sekelompok orang dengan batu. Tentara kemudian mencoba membubarkan orang-orang itu namun dalam proses penanganannya menyebabkan 5 orang menderita luka-luka. Tiga di antaranya meninggal dunia akibat luka tembak, termasuk seorang remaja perempuan.

Sesaat setelah insiden pembunuhan oleh militer, layanan internet mengalami suspend atau tidak ada jaringan di 4 distrik bagian selatan, yaitu Anantnag, Kulgam, Shopian dan Pulwama.

Mirwais Umar Faruq, Ketua Umum Tehreek-e-Hurriyat yang merupakan aliansi 26 organisasi politik, sosial, dan keagamaan, mengecam insiden pembunuhan tersebut.

Melalui akun Twitter, Faruq mengecam, “Menembakkan peluru, membunuh anak laki-laki & perempuan mencerminkan adanya #LampuHijau yang diberikan kepada #PasukanMiliterIndia dengan tak tersentuh hukum secara absolut di wilayah mereka. Betapa kalian sudah nekad/berani membantai siapa saja yang tidak setuju dengan kalian! Orang-orang Kashmir menolak diintimidasi oleh India”.

BACA JUGA  Australia Bahas Pemindahan Kedutaan di Israel ke Al-Quds

Sementara itu, sejumlah organisasi politik keagamaan pro-kemerdekaan Kashmir mengumumkan seruan untuk menghentikan aksi demo/protes atas penangkapan pemimpin mereka oleh otoritas India.

Sebelumnya pada hari Jumat, pemimpin organisasi Dukhtaran-e-Millat, Asiya Andrabi ditangkap oleh aparat intelkam India. Dukhtaran-e-Millat merupakan organisasi perempuan di Kasmir yang mempromosikan jihad dan upaya penegakan Syariat Islam di Kashmir.

Kashmir dikenal sebagai wilayah mayoritas Muslim di daerah pegunungan Himalaya. India dan Pakistan masing-masing mengklaim wilayah Kashmir secara penuh, sementara Cina diketahui juga menguasai sebagian kecil wilayah di Kashmir.

Sejak terjadi pemisahan India dengan Pakistan pada tahun 1947, kedua negara telah terlibat 3 kali perang pada tahun 1948, 1965, dan 1971. Dua perang di antaranya terkait isu Kashmir. Di lembah gletser Siachen di utara Kashmir, tentara Pakistan dan India kerap terlibat kontak senjata sporadis sejak tahun 1984 hingga terjadi gencatan senjata pada tahun 2003.

Kelompok-kelompok perlawanan Kashmir di wilayah Jammu dan Kashmir terus berperang melawan India untuk kemerdekaan Kashmir, atau bergabung dengan Pakistan. Sementara sejumlah organisasi hak asasi manusia merilis data ribuan orang telah terbunuh dalam konflik di wilayah bergolak tersebut sejak tahun 1989.

Sumber: Worldbulletin
Redaktur: YasinMuslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

TPM: Keluarga Sempat Dilarang Membesuk Ustadz Basri

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Ahmad Michdan mengatakan bahwa pihak LP Nusakambangan sempat melarang keluarga untuk menjenguk Ustadz Muhammad Basri.

Ahad, 08/07/2018 19:20 0

Indonesia

Jenazah Ustadz Basri Dimakamkan di Makassar

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Ahmad Michdan mengatakan bahwa jenazah Ustadz Muhammad Basri akan dimakamkan di Makassar. Menurutnya, hal itu atas permintaan keluarga.

Ahad, 08/07/2018 18:48 0

Indonesia

Innalillahi, Ustadz Basri Meninggal dalam Status Tahanan Napi Terorisme

Narapidana kasus terorisme, Muhammad Basri meninggal dunia saat menjalani proses pidananya di LP Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap.

Ahad, 08/07/2018 18:21 0

Indonesia

Direktur UKW PWI Pusat Apresiasi Konten Berita Kiblatnet

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta, Sayid Iskandarsyah menegaskan bahwa regulasi kompetensi wartawan di Indonesia telah diatur oleh pemerintah melalui Dewan Pers.

Sabtu, 07/07/2018 14:57 0

Indonesia

6 Jurnalis Kiblatnet Ikuti Uji Kompetensi Wartawan

KIBLAT.NET, Jakarta – Sebanyak enam jurnalis Kiblatnet mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh PWI Jakarta Raya bekerjasama dengan Harian Indopos pada Sabtu, (07/07) di Gedung Indopos, Jakarta.

Sabtu, 07/07/2018 12:44 0

Indonesia

Mahasiswa Bandung Gelar Aksi Tolak Kenaikkan BBM

Dalam aksinya, mahasiswa mengecam kebijakan pemerintah menaikan BBM non subsidi. Terlebih lagi kenaikan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan kepada publik.

Sabtu, 07/07/2018 06:48 0

Indonesia

Ini 10 Rekomendasi Multaqo Dai dan Ulama V di Jakarta

Ini 10 Rekomendasi Multaqo Dai dan Ulama V di Jakarta

Jum'at, 06/07/2018 21:02 1

Indonesia

Syaikh Al-Hamudi Ingatkan untuk Jaga Ukhuwah dan Silaturahmi Pasca Multaqa

Syaikh Khalid kemudian mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam terwujudnya acara multaqa kelima ini. "Kepada para ulama, saya hanyalah pelayan bagi ulama dan dai," ungkapnya.

Jum'at, 06/07/2018 14:29 1

Indonesia

Hadir Acara Multaqa, Bocah 6 Tahun Ini Miliki Hafalan 13 Juz Al-Qur’an

Rais tampaknya menjadi peserta paling kecil dalam acara Multaqa Kelima Ulama dan Dai Asia Tenggara, Afrika dan Eropa yang digelar Yayasan Al-Manarah Al-Islamiyah.

Jum'at, 06/07/2018 13:51 0

Video Kajian

Bagaimana Seorang Guru Harus Menyontoh Nabi SAW.?

KIBLAT.NET – Bagaimana Seorang Guru Harus Menyontoh Nabi SAW.? Seorang mu’allim atau guru, terutama yang...

Jum'at, 06/07/2018 11:30 0

Close