... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Koleksi Bedebah di Kursi Kekuasaan

Foto: Ilustrasi: Kursi Penguasa

Oleh : Nida Husnia (Aktivis Mahasiswi Jember)

KIBLAT.NET – “Baru beberapa hari lalu aku berceramah panjang lebar tentang sistem keuangan dunia yang jahat dan merusak, tapi sekarang aku melarikan seorang tersangka kejahatan keuangan. Baru beberapa menit yang lalu aku masih terdaftar sebagai warga negara yang baik, bertingkah baik-baik dan selalu membayar pajak, tapi sekarang aku menjadi otak pelarian buronan besar”

Itulah pengakuan Thomas, seorang tokoh utama dalam karya fiksi ‘Negri Para Bedebah’ karya Tere Liye. Novel ini bercerita tentang kehidupan Thomas sebagai konsultan bisnis yang berusaha menyelamatkan bank Semesta milik om dan opanya dalam waktu 2 hari. Dengan waktu sesingkat itu ia melarikan Om dan Opanya ke Hongkong, menafikkan segala tuduhan, Thomas juga meminta bantuan orang-orang disekitarnya, termasuk kepada Rudi, kawan polisinya dalam klub petarung.

Novel ini sedikit banyak sebenarnya telah mengungkapkan siapa saja ‘bedebah’ yang bersangkutan dalam upaya pembebasan kasus Bank Semesta. Dimana mereka mengkhianati posisinya sendiri, entah itu sebagai aparat, pengusaha, pemodal, orang-orang partai, wakil rakyat, dan yang lainnya.

Mereka melanggar hukum yang dibuatnya sendiri, bekerja jauh dari amanat yang telah disumpahkan diatas kepalanya. Seluruh aktivitas kerja dalam misi ini tak ada yang gratis, tapi Thomas sudah menyediakan seluruh fee-nya. Oleh karenanya mereka mau mengikuti setiap perintah Thomas.

Negri Para Bedebah memang hanya karya fiksi, namun tak dapat dipungkiri bahwa lika-liku kisahnya serupa dengan realita kehidupan kita. Dimana seorang buronan melarikan diri dari jeratan hukum (meski dalam novel ini Om Liem berniat menyerahkan diri) hal itu bukan dilakukan seorang diri, mereka jelas punya relasi orang-orang elit yang membantu.

BACA JUGA  Antara Gua Thailand dan Gaza

Seperti kasus Djoko S. Tjandra yang terlibat korupsi hak tagih/cassie Bank Bali pada 2009 hingga merugikan 546 miliar uang negara. Ia melarikan diri ke Singapura dan akhirnya menetap di Papua. Kejaksaan Agung menyatakan ia telah berganti kewarganegaraan dan pemerintah Papua mengaku memberikan perlindungan terhadap Djoko sebab posisinya sebagai orang terpandang disana. Dan kini kasus itu tinggal cerita. (liputan6.com)

Kasus lainnya misalnya korupsi E-KTP yang dilakukan mantan Ketua DPR Setya Novanto. Penangkapannya berbelit-belit sebab drama tiang listrik dan sakit kerasnya. Dalam kasus ini pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi mati-matian membuat pembelaan terhadapnya walau pernyataannya seringkali tak masuk akal.

Selain Fredrich Yunadi, tercatat pula nama dokter Bimanesh Sutarjo yang kini harus menerima vonis kurungan 6 tahun penjara dan denda 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Dokter Bimanesh dinyatakan bersalah setelah terbukti menjadi otak di balik rekayasa hypertensi tersangka. (detik.com)

Belum lagi kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan skandal Bank Century oleh Sri Mulyani. Kasus itu mangkrak semenjak ia dilantik menggantikan Boediono sebagai Menteri Keuangan di era pemerintahan Jokowi. Kini prestasinya adalah menambah hutang negara, inflasi, memakmurkan pekerja asing, dll.

Pelanggaran-pelanggaran itu dilakukan justru oleh mereka yang duduk di kursi kekuasaan. Menjabat sebagai pengurus rakyat yang semestinya mengelola uang rakyat bukan merampoknya. Tidak pro rakyat kecil, karena yang dilakukannya justru memanfaatkan uang negara untuk membangun citra diri. Menaikkan harga-harga kebutuhan pokok. Ngerinya lagi, per 1 Juli harga tabung gas 3kg akan naik sebesar 33 ribu, rakyat kecil akan makan apa?

BACA JUGA  Nahdlatul Ulama dan Jebakan Politik

Mengingat kampanye yang rutin dilakukan oleh calon pemimpin pada setiap pemilihan, katanya mereka akan memberantas korupsi lah, menekan angka pengangguran, memberlakukan subsidi, tidak pro asing, tidak menaikkan harga BBM dan ba bi bu. Nyatanya semua itu omong kosong. Kekecewaan rakyat sudah sampai di ubun-ubun, semua orang cetakan demokrasi tak ada bedanya dengan tuannya demokrasi.

Demokrasi akan selalu menambah koleksi bedebah bahkan dalam tubuh pemerintah itu sendiri. Semua asas kebebasannya memang tidak diperuntukkan bagi rakyat tapi bagi orang-orang elit saja. Buktinya? Baca seluruh deretan kasus dalam negara demokrasi!

 

 

 

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Koleksi Bedebah di Kursi Kekuasaan”

  1. hikmah

    Jadi ingat kepada sabda Rasulullah SAW :

    “Sungguh, akan datang kepada manusia tahun-tahun yang sangat menipu. Para pendusta pada zaman itu dianggap sebagai orang yang jujur, sementara orang yang jujur dianggap pendusta. Para pengkhianat pada zaman itu dipercaya, sementara orang-orang yang amanah dianggap pengkhianat. Pada zaman itu pula Ruwaibidhah banyak berbicara.”
    Rasulullah pun ditanya, “Siapa Ruwaibidhah, wahai Rasulullah?”
    Beliau kemudian menjawab, “Orang dungu yang membicarakan urusan orang banyak.”(HR Muslim)

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Salah Satu Warganya Ditangkap Israel, Turki: Kami Akan Balas

Turki berang melihat salah satu warganya ditangkap pihak berwenang Israel karena dituding terlibat hubungan dengan gerakan perlawanan Palestina Hamas.

Senin, 09/07/2018 15:36 0

Turki

Dituding Bantu Hamas, Turis Wanita Turki Ditangkap Polisi Israel

Israel menuduh dan menahan seorang turis Turki pada Ahad (08/07/2018) karena dituduh membantu menyelundupkan uang dan paket kepada kelompok Palestina Hamas.

Senin, 09/07/2018 15:30 0

Afghanistan

Lagi,” Serangan dari Dalam” Tewaskan Tentara AS di Afghanistan

Misi dukungan militer NATO mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang tentara AS tewas dan dua lainnya terluka selama serangan insider di Afghanistan selatan.

Senin, 09/07/2018 12:26 0

Tunisia

Brigade Uqbah bin Nafi Sergap Pasukan Penjaga Perbatasan Tunisia

Pengakuan itu dilaporkan oleh sejumlah media Tunisia yang dinukil Anadolu Agency. Brigade Uqbah bin Nafi menyebarkan pernyataan pertanggunjawaban itu di situs yang biasa digunakan “teroris”, sebagaimana disebutkan media Tunisia

Senin, 09/07/2018 11:54 0

Mesir

Rezim Mesir Keluarkan 100 Hukuman Mati Dalam Sebulan

Lembaga itu menjelaskan, ke-41 yang divonis mati itu, 23 di antaranya karena kasus pidana. Sementara 60 daftar nama yang diajukan ke Mufti Negara dalam 21 kasus, tiga di antaranya kasus politik dan 18 pidana.

Senin, 09/07/2018 09:10 0

Suriah

Rezim Assad Langgar Kesepakatan Daraa

Pasukan rezim juga telah menguasai kompleks pangkalan udara di selatan kota Daraa setelah FSA meninggalkan daerah itu menyusul kesepakatan dengan Rusia. Kemajuan ini membuat jalur wilayah oposisi di pedesaan Barat dan Timur terputus.

Senin, 09/07/2018 08:26 0

Irak

Warga Provinsi Kaya Minyak Iraq Protes Tuntut Pekerjaan

Setidaknya satu tewas dan sejumlah lainnya luka-luka dalam aksi yang berujung kekerasan oleh aparat itu.

Senin, 09/07/2018 07:30 0

Asia

Lagi, Tentara India Tewaskan Warga Kashmir

Sesaat setelah insiden pembunuhan oleh militer, layanan internet mengalami suspend atau tidak ada jaringan di 4 distrik bagian selatan, yaitu Anantnag, Kulgam, Shopian dan Pulwama.

Senin, 09/07/2018 06:32 0

Indonesia

TPM: Keluarga Sempat Dilarang Membesuk Ustadz Basri

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Ahmad Michdan mengatakan bahwa pihak LP Nusakambangan sempat melarang keluarga untuk menjenguk Ustadz Muhammad Basri.

Ahad, 08/07/2018 19:20 0

Indonesia

Jenazah Ustadz Basri Dimakamkan di Makassar

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Ahmad Michdan mengatakan bahwa jenazah Ustadz Muhammad Basri akan dimakamkan di Makassar. Menurutnya, hal itu atas permintaan keluarga.

Ahad, 08/07/2018 18:48 0

Close