... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Malaysia Tolak Permintaan India untuk Deportasi Zakir Naik

Foto: dr Zakir Naik saat berkhutbah di Bekasi (foto: Kiblat.net)

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Malaysia menegaskan tidak akan memenuhi permintaan India untuk mengekstradisi dai Muslim India Doktor Zakir Naik. Naik disebut sebagai ulama kontroversial setelah dituding mengilhami aksi terorisme.

Zakir Naik (52) mendirikan jaringan televisi satelit Dubai Peace TV sekitar 12 tahun yang lalu. Dia meninggalkan India pada tahun 2016 dan kemudian memperoleh residensi permanen di Malaysia.

“Selama dia tidak menimbulkan masalah dia tidak akan dideportasi. Dia adalah penduduk tetap Malaysia,” kata Perdana Menteri Mahathir Mohamad dalam konferensi pers di ibukota administratif Putrajaya, Jumat (06/07/2018).

Mahathir, yang mengambil alih kekuasaan setelah memimpin blok oposisi untuk kemenangan yang menakjubkan dalam pemilihan umum 9 Mei, membuat komentar itu setelah seorang jurubicara Kementerian Urusan Luar Negeri India mengatakan bahwa New Delhi telah meminta Malaysia mengekstradisi Naik.

“Kami telah mengajukan permintaan resmi untuk ekstradisi Zakir Naik, yang merupakan warga negara India yang tinggal di Malaysia,” kata juru bicara yang tidak disebutkan namanya itu seperti dikutip Indian Express hari Kamis. “Pada tahap ini, permintaan kami berada di bawah pertimbangan aktif pihak Malaysia.”

Pemerintah India menuduh Naik mengilhami beberapa militan yang melakukan serangan teroris di kafe Holey Artisan Bakery di Dhaka, di mana 29 orang, termasuk 20 sandera dan lima pria bersenjata, tewas pada 1 Juli 2016.

Pengacara Naik di Kuala Lumpur, Khairul Azam, mengatakan kepada BeritaBenar bahwa ia lega mendengar pernyataan Mahathir.

BACA JUGA  Parade Militer Nasional Diserang, Iran Salahkan Negara Teluk

“Dia (Mahathir) mengatakan dia memahami hukum-hukum Malaysia dan tidak memiliki kesulitan untuk mematuhi mereka,” kata Khairul, mengacu pada Naik.

Khairul juga membantah laporan lain di India bahwa Naik akan dideportasi. “Tidak pernah ada kasus di mana Malaysia mendeportasi setiap penduduk tetap, dan bahkan jika itu benar, klien saya memiliki hak untuk diberitahu secara resmi dan tidak dibawa pergi di tengah malam,” tegasnya.

Naik dilaporkan menjadi penduduk tetap di Malaysia pada tahun 2012, bertepatan dengan kunjungan pertamanya ke negara itu. Tahun berikutnya, Malaysia menghormatinya dengan penghargaan “Model Peran Islam”.

Pada bulan November tahun lalu, para pejabat India mengatakan Naik menghadapi tuduhan pencucian uang dan menghasut kebencian melalui khotbahnya yang disiarkan di Peace TV. India dan Bangladesh telah melarang salurannya, tetapi video dari khotbah sebelumnya yang telah dilihat oleh jutaan pemirsa, tersedia di YouTube.

Pada November 2016, India melarang LSM Yayasan Penelitian Islam yang berbasis di Mumbai, yang sebagian mendanai Peace TV. Para pejabat intelijen India juga menandai redaksi saluran televisi karena diduga menyiarkan program anti-India yang dianggap “tidak kondusif bagi lingkungan keamanan di negara ini.”

Naik, yang adalah seorang doktor sebelum menjadi dai, menyangkal tuduhan itu. Ceramahnya sering menarik banyak orang di Malaysia dan negara-negara lain, tetapi tidak duduk dengan baik dengan banyak pemimpin gereja Hindu dan Kristen yang menuduhnya sengaja menghina agama-agama mereka.

BACA JUGA  Ijtima Ulama Jilid II Siap Digelar 16 September 2018

Sumber: Eurasiareview
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Direktur UKW PWI Pusat Apresiasi Konten Berita Kiblatnet

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta, Sayid Iskandarsyah menegaskan bahwa regulasi kompetensi wartawan di Indonesia telah diatur oleh pemerintah melalui Dewan Pers.

Sabtu, 07/07/2018 14:57 0

Indonesia

6 Jurnalis Kiblatnet Ikuti Uji Kompetensi Wartawan

KIBLAT.NET, Jakarta – Sebanyak enam jurnalis Kiblatnet mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh PWI Jakarta Raya bekerjasama dengan Harian Indopos pada Sabtu, (07/07) di Gedung Indopos, Jakarta.

Sabtu, 07/07/2018 12:44 0

Indonesia

Mahasiswa Bandung Gelar Aksi Tolak Kenaikkan BBM

Dalam aksinya, mahasiswa mengecam kebijakan pemerintah menaikan BBM non subsidi. Terlebih lagi kenaikan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan kepada publik.

Sabtu, 07/07/2018 06:48 0

Indonesia

Ini 10 Rekomendasi Multaqo Dai dan Ulama V di Jakarta

Ini 10 Rekomendasi Multaqo Dai dan Ulama V di Jakarta

Jum'at, 06/07/2018 21:02 1

Indonesia

Syaikh Al-Hamudi Ingatkan untuk Jaga Ukhuwah dan Silaturahmi Pasca Multaqa

Syaikh Khalid kemudian mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam terwujudnya acara multaqa kelima ini. "Kepada para ulama, saya hanyalah pelayan bagi ulama dan dai," ungkapnya.

Jum'at, 06/07/2018 14:29 1

Indonesia

Hadir Acara Multaqa, Bocah 6 Tahun Ini Miliki Hafalan 13 Juz Al-Qur’an

Rais tampaknya menjadi peserta paling kecil dalam acara Multaqa Kelima Ulama dan Dai Asia Tenggara, Afrika dan Eropa yang digelar Yayasan Al-Manarah Al-Islamiyah.

Jum'at, 06/07/2018 13:51 0

Video Kajian

Bagaimana Seorang Guru Harus Menyontoh Nabi SAW.?

KIBLAT.NET – Bagaimana Seorang Guru Harus Menyontoh Nabi SAW.? Seorang mu’allim atau guru, terutama yang...

Jum'at, 06/07/2018 11:30 0

Indonesia

Santunan Nikah 60 Calon Pengantin Tutup Multaqo Dai ke-V

penutupan acara yang mempertemukan 600 dai dan ulama dari berbagai negara ini dirangkai dengan pemberian santunan nikah bagi 60 calon pengantin. Tampak beberapa pemuda dengan seragam putih dengan bunga di dada.

Jum'at, 06/07/2018 11:06 0

Video Kajian

Galau Memilih Pasangan Hidup? Ini Tipsnya…

KIBLAT.NET – Galau Memilih Pasangan Hidup? Ini Tipsnya… Masih galau memilih pasangan hidup? Ada panduan...

Jum'at, 06/07/2018 09:48 0

Tazkiyah

Mencintai Idola yang Kafir

Semakin maraknya Piala Dunia menambah angka besarnya perhatian mata manusia dari umurnya. Tak terkecuali umat Islam yang tinggal di negara-negara belahan bumi selatan walau minim perwakilan.

Kamis, 05/07/2018 14:13 0

Close