... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Oposisi di Daraa Capai Kesepakatan dengan Rusia, Ini Poin-poinnya

Foto: Suriah Selatan mencakup provinsi Daraa, Suwaida dan Qunaithirah

KIBLAT.NET, Daraa – Oposisi bersenjata Suriah akhirnya sepakat dengan Rusia mengenai gencatan senjata di Suriah selatan. Namun poin-poin kesepakatan sama saja oposisi kalah.

Wartawan Al-Jazeera melaporkan pada Jumat malam (06/07), melansir dari sejumlah sumber oposisi, oposisi dan Rusia mencapai kesepakatan awal untuk gencatan senjata segera antara tentara rezim dan Free Syrian Army (FSA) di Suriah selatan. Oposisi sepakat menyerahkan senjata beratnya kepada Rusia secara bertahap.

Berdasarkan perjanjian itu, rezim Suriah akan mengelola perbatasan Naseeb (perlintasan perbatasan Suriah-Yordania) dengan menugaskan staf sipil di bawah pengawasan polisi militer Rusia. Wilayah perbatasan dengan Yordania sepenuhnya diserahkan kepada rezim Assad.

Kesepakatan itu juga mengharuskan militer rezim mundur sejumlah kota oposisi, di antaranya Alshoh Kahil, Giza dan Al-Musayfirah di pedesaan Daraa, dengan pengawasan polisi militer Rusia. Warga yang mengungsi dibolehkan pulang, juga di bawah pengawasan polisi militer Rusia.

Bagi pejuang oposisi boleh menentukan nasib mereka di bawah jaminan Rusia. Tentara yang membelot dan saat ini bergabung oposisi diberi ampunan. Sementara bagi pejuang oposisi yang menolak rekonsiliasi dipersilahkan untuk pergi ke Idlib bersama anggota keluarga mereka.

Kantor berita rezim mengatakan bahwa pasukannya menguasai pintu perbatasan Rusia-Yordania dan mengibarkan bendera di atasnya. Di saat bersamaan, wartawan Al-Jazeera melihat konvoi militer rezim yang dikawal tentara Rusia menuju perbatasan dengan Yordania. Wilayah itu di bawah kontrol oposisi sejak tiga tahun terakhir.

Kesepakatan itu, menurut sumber oposisi, hanya berlaku untuk wilayah Daraa. Di kota-kota lainnya di Suriah selatan masih berlangsung negosiasi.

Hussein Abu Zeid, juru bicara kekuatan oposisi di Suriah selatan, mengungkapkan bahwa “ini merupakan yang terbaik yang bisa kita upayakan dalam rangka untuk melindungi darah kaum pejuang revolusi. Di mana, oposisi yang menolak dipersilahkan ke Idlib. Syarat itu ditolek oleh Rusia dalam negosiasi sebelumnya.”

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mahasiswa Bandung Gelar Aksi Tolak Kenaikkan BBM

Dalam aksinya, mahasiswa mengecam kebijakan pemerintah menaikan BBM non subsidi. Terlebih lagi kenaikan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan kepada publik.

Sabtu, 07/07/2018 06:48 0

Indonesia

Ini 10 Rekomendasi Multaqo Dai dan Ulama V di Jakarta

Ini 10 Rekomendasi Multaqo Dai dan Ulama V di Jakarta

Jum'at, 06/07/2018 21:02 1

Indonesia

Syaikh Al-Hamudi Ingatkan untuk Jaga Ukhuwah dan Silaturahmi Pasca Multaqa

Syaikh Khalid kemudian mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam terwujudnya acara multaqa kelima ini. "Kepada para ulama, saya hanyalah pelayan bagi ulama dan dai," ungkapnya.

Jum'at, 06/07/2018 14:29 1

Indonesia

Hadir Acara Multaqa, Bocah 6 Tahun Ini Miliki Hafalan 13 Juz Al-Qur’an

Rais tampaknya menjadi peserta paling kecil dalam acara Multaqa Kelima Ulama dan Dai Asia Tenggara, Afrika dan Eropa yang digelar Yayasan Al-Manarah Al-Islamiyah.

Jum'at, 06/07/2018 13:51 0

Video Kajian

Bagaimana Seorang Guru Harus Menyontoh Nabi SAW.?

KIBLAT.NET – Bagaimana Seorang Guru Harus Menyontoh Nabi SAW.? Seorang mu’allim atau guru, terutama yang...

Jum'at, 06/07/2018 11:30 0

Indonesia

Santunan Nikah 60 Calon Pengantin Tutup Multaqo Dai ke-V

penutupan acara yang mempertemukan 600 dai dan ulama dari berbagai negara ini dirangkai dengan pemberian santunan nikah bagi 60 calon pengantin. Tampak beberapa pemuda dengan seragam putih dengan bunga di dada.

Jum'at, 06/07/2018 11:06 0

Video Kajian

Galau Memilih Pasangan Hidup? Ini Tipsnya…

KIBLAT.NET – Galau Memilih Pasangan Hidup? Ini Tipsnya… Masih galau memilih pasangan hidup? Ada panduan...

Jum'at, 06/07/2018 09:48 0

Tazkiyah

Mencintai Idola yang Kafir

Semakin maraknya Piala Dunia menambah angka besarnya perhatian mata manusia dari umurnya. Tak terkecuali umat Islam yang tinggal di negara-negara belahan bumi selatan walau minim perwakilan.

Kamis, 05/07/2018 14:13 0

Indonesia

Fahri Hamzah: Pendukung Presiden Banyak Kaum Ekstrimis dan Radikal

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menegaskan bahwa pendukung presiden saat ini banyak orang-orang ekstrimis dan radikal.

Kamis, 05/07/2018 12:15 1

Indonesia

Imam Masjidil Haram: Allah Memenangkan Umat Islam yang Memulai Perjuangan dari Masjid

Menurutnya, masjid merupakan tempat penting dalam pergerakkan umat Islam, sehingga penting bagi umat Islam memakmurkan masjidnya.

Kamis, 05/07/2018 11:45 0

Close
CLOSE
CLOSE