... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pembunuhan Misterius Hantui Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Foto: Kondisi kamp pengungsi Rohingya/ilustrasi

KIBLAT.NET, Cox Bazar – Pemerintah Bangladesh baru-baru ini mengarahkan ribuan polisi tambahan untuk menjaga kamp-kamp pengungsi Rohingya di selatan negara itu setelah serangkaian pembunuhan misterius terhadap para pengungsi. Kejadian-kejadian tersebut telah menabur ketakutan di antara ratusan ribu pengungsi yang tidak memiliki tempat tinggal itu.

Pembunuhan itu biasa terjadi menjelang petang dan dilakukan oleh segerombolan laki-laki berpistol, senjata tajam dan pentungan. Mereka mendatangi kamp-kamp pengungsi yang dijaga tentara disiang hari, namun penjagaan berkurang ketika hari mulai petang.

Kepala polisi kota pesisir Cox Bazar, Aah.kih.om Iqbal Hussain, mengatakan bahwa bahwa pihaknya telah menempatkan sebanyak 2.400 pasukan khusus untuk menjaga kamp-kamp di kotanya itu.

“Kami punya seribu polisi sekarang untuk satu juta orang, jadi Anda bisa membayangkan bagaimana itu,” kata pejabat polisi lainnya, Afrogul Haq Tutol, menguatkan pernyataan Hussain.

Pembunuhan misterius terbaru dialami pengungsi Rohingya Arifullah (35). Jasad Arif ditemukan di jalan padat di luar kamp pengungsi. Para pengungsi memosisikan Arif sebagai pemimpin mereka.

Polisi mengatakan, segerombolan laki-laki tak dikenal menyerang dan menusuknya sebanyak 25 kali pada malam hari tanggal 18 Juni. Keesokan paginya, insiden itu meninggalkan banyak titik darah yang berceceran di sekitar sekelompok pengungsi.

Polisi menambahkan, setidaknya tiga orang Rohingya ditangkap karena terkait pembunuhan Arif. Mereka berbicara bahasa Inggris dan bekerja dengan lembaga asing di Myanmar dan sering bertemu dengan delegasi asing yang datang untuk mengunjungi kamp.

Keluarga Arif dan sejumlah pengungsi menduga pejuang Rohingya, Arakan Rohingya Salvatian Army (ARSA), di balik pembunuhan kerabatnya. Namun polisi mengatakan, penyelidikan atas pembunuhan itu terus berlanjut dan mereka belum menemukan bukti keterkaitan ARSA kejahatan ini.

Dalam hal ini, juru bicara ARSA pernah mengungkapkan kepada Reuters pada 31 Januari lalu bahwa terdapat kelompok bersenjata lain yang aktif di kamp-kamp pengungsi dan menggunakan nama ARSA dengan tujuan memperburuk citra gerakan.

ARSA menegaskan bahwa kelompoknya tidak menyerang warga sipil, dan tidak akan melakukan pembunuhan apapun dalam kamp-kamp karena mereka berterima kasih atas kemurahan hati Bangladesh karena melindungi pengungsi.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah pembunuhan pada 19 Januari yang menewaskan Yusuf, pemimpin kamp lainnya yang bisa berbahasa Inggris. Istri Yusuf mengatakan, suaminya diserang saat menonton pertandingan sepak bola di Hatfah dengan dua putranya oleh segerombolan laki-laki berjumlah 12 orang. Mereka membawa pisau dan pistol dan menembaknya dua kali.

Istri Yusuf mengatakan bahwa polisi telah menyarankan untuk mengajukan gugatan ke pengadilan dan mengidentifikasi nama-nama tersangka namun saya menolak karena takut akan pembalasan. Kami tidak ingin meninggalkan tempat penampungan selama berjam-jam untuk pergi ke pengadilan. “Saya takut untuk anak-anak saya,” ujarnya.

Polisi mengkonfirmasi rincian dari pembunuhan Yusuf dan mengatakan bahwa petugas kesulitan karena para pengungsi dan keluarga korban enggan memberi keterangan.

Dia mengatakan bahwa informasi intelijen yang diterima oleh polisi sejauh ini menunjukkan bahwa banyak dari pembunuhan, termasuk pembunuhan Yusuf dan Arifullah, karena motif perselisihan pribadi yang dibawa oleh pengungsi dari Myanmar.

Dia menambahkan bahwa polisi telah menangkap sekitar 300 Rohingya terkait kasus pembunuhan, perampokan dan penculikan di kamp-kamp sejak Agustus.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tazkiyah

Mencintai Idola yang Kafir

Semakin maraknya Piala Dunia menambah angka besarnya perhatian mata manusia dari umurnya. Tak terkecuali umat Islam yang tinggal di negara-negara belahan bumi selatan walau minim perwakilan.

Kamis, 05/07/2018 14:13 0

Indonesia

Fahri Hamzah: Pendukung Presiden Banyak Kaum Ekstrimis dan Radikal

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menegaskan bahwa pendukung presiden saat ini banyak orang-orang ekstrimis dan radikal.

Kamis, 05/07/2018 12:15 1

Indonesia

Imam Masjidil Haram: Allah Memenangkan Umat Islam yang Memulai Perjuangan dari Masjid

Menurutnya, masjid merupakan tempat penting dalam pergerakkan umat Islam, sehingga penting bagi umat Islam memakmurkan masjidnya.

Kamis, 05/07/2018 11:45 0

Indonesia

Prof Didin Hafidhudin: Pisahkan Masjid dari Kehidupan Bentuk Sekulerisme

Prof Dr KH Didin Hafidhuddin menegaskan bahwa fungsi masjid bukan hanya tempat ibadah saja.

Kamis, 05/07/2018 11:14 0

Indonesia

4 Kunci Persatuan Umat Menurut Prof Didin Hafidhuddin

Dekan Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun, Prof Dr KH Didin Hafidhuddin menjelaskan empat kunci persatuan umat.

Kamis, 05/07/2018 10:31 0

Indonesia

Jadi Mualaf, Kepala Suku Asal Afrika Ini Hadiri Pertemuan Ulama di Jakarta

Sejak awal dimulainya Pertemuan Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika, dan Ecropa ke-V di Hotel Grand Cempaka, Jakarta pada Selasa (03/07/2018), sosok pria berkulit gelap dan berpakaian unik mencuri perhatian banyak orang.

Rabu, 04/07/2018 22:43 0

Indonesia

Ketua Rabithah Alawiyah Ingatkan Dai yang Cinta Dunia

Ketua Rabithah Alawiyah Habib Zein bin Smith menyampaikan pentingnya bekal ilmu bagi pendakwah di era yang penuh dengan tantangan ini.

Rabu, 04/07/2018 22:22 0

Kolom

Pers Islam dan Fungsi ‘Watchdog’

Secara aplikatif, seperti halnya peran watchdog, peran pengawasan terhadap penguasa (pemerintah) akan lebih komprehensif dan efektif jika ditopang satu bentuk jurnalisme investigasi yang kredibel.

Rabu, 04/07/2018 17:26 0

Video News

Yayasan Al-Manarah Gelar Multaqa Ulama Kelima di Jakarta

KIBLAT.NET – Yayasan al Manarah Al Islamiyah bersama Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara menggelar hajatan...

Rabu, 04/07/2018 16:40 0

Video News

Syaikh Khalid Al-Hamudi Menjelaskan Tujuan Multaqa Ulama

KIBLAT.NET – Syaikh Khalid Al-Hamudi Menjelaskan Tujuan Multaqa Ulama. Syaikh Khalid Al-Hamudi, Pembina Yayasan Al-Manarah...

Rabu, 04/07/2018 16:23 0

Close