... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sekjen PBB: Penyiksaan yang Dialami Rohingya Tak Terbayangkan

Foto: Pengungsi Rohingya/ilustrasi

KIBLAT.NET, Arakan – Sekjen PBB, Antonio Guterresm mengatakan ia telah mendengarkan secara langsung kesaksian pada pengungsi Rohingya tentang pembunuhan dan pemerkosaan yang mereka saksikan atau alami ketika masih berada di Myanmar.

Guterres menyampaikan hal itu ketika mengunjungi kamp-kamp pengungsi Rohingya di Distrik Cox’s Bazar, Bangladesh.

“Saya berada di Cox’s Bazar, Bangladesh, saya baru saja mendengarkan kesaksian tak terbayangkan tentang pembunuhan dan pemerkosaan yang disampaikan oleh para pengungsi Rohingya yang menyelamatkan diri dari Myanmar baru-baru ini,” kata Guterres melalui Twitter, Senin (02/07).

“Mereka menginginkan keadilan dan pulang dengan selamat,” tambahnya.

Ditambahkannya, kondisi yang dialami minoritas Muslim Rohingya dari Myanmar sebagai “mimpi buruk kemanusiaan dan hak asasi manusia”.

Lawatannya ke kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh bertujuan untuk menggarisbawahi nasib sekitar 700.000 pengungsi Muslim Rohingya di negara Myanmar itu.

Dari Bangladesh, Sekjen PBB Antonio Guterres akan melanjutkan perjalanan ke Myanmar.

Pengungsi berjejer menyambut kedatangan Sekjen PBB Antonio Guterres dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim di kamp Kutupalong.

Dalam kunjungan ke Myanmar, menurut Guterres, ia akan memberikan tekanan untuk memastikan pemerintah setempat memahami kewajiban-kewajibannya terhadap kelompok minoritas Rohingya.

Bulan lalu PBB meneken kesepakatan dengan pemerintah Myanmar untuk memberikan akses lebih terbuka ke Negara Bagian Rakhine, tetapi tidak sampai mencakup jaminan keamanan dan keselamatan bagi orang-orang Rohingya.

BACA JUGA  Pejabat Myanmar Hadiri Pameran Senjata Terbesar Israel, Untuk Apa?

Sumber: BBC
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jokowi Dinilai Baru Tanggap Jika Ada Kasus di Papua

Ia menilai selama ini Presiden Joko Widodo hanya sekadar tanggap saat ada kasus di Papua, namun tidak ada konsistensi di sana. Padahal konsistensi pembangunan dan penyejahteraan di sana sangatlah penting untuk mengambil hati orang Papua.

Selasa, 03/07/2018 14:47 0

Indonesia

Standar Ganda BNPT, OPM Bukan Teroris, Pengibaran Bendera Israel Dianggap Budaya

"Standar gandanya bukan itu, kalau pengibaran bendera Israel dianggap budaya, tapi pengibaran bendera liwa dianggap teroris," ujarnya.

Selasa, 03/07/2018 14:38 0

Indonesia

MUI Berharap AS Tarik Pasukan dari Afghanistan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin mengungkapkan bahwa pertemuan tiga negara Indonesia-Pakistan-Afghanistan telah final. Ia berharap dengan lahirnya Deklarasi Bogor, konflik di Afghanistan bisa terselesaikan dan Amerika Serikat segera menarik pasukannya.

Selasa, 03/07/2018 12:46 0

Indonesia

MUI Akan Bentuk Badan Penanggulangan Terorisme

Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH Ma'ruf Amin mengungkapkan bahwa MUI tengah merancang badan penanggulangan terorisme. Nantinya institusi ini akan bergerak langsung di bawah MUI dan berkoordinasi dengan Pemerintah.

Selasa, 03/07/2018 11:51 0

Indonesia

Naikkan Harga BBM, KAMMI: Pemerintah Tak Serius Kelola Negara

Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Irfan Ahmad Fauzi menegaskan bahwa kenaikan BBM per 1 Juli membuktikan pemerintah tidak mampu mengelola negara

Selasa, 03/07/2018 10:30 0

Indonesia

Dengan Al-Quran, Lebih Banyak Alasan Bagi Kita untuk Bersatu daripada Berpecah

Syaikh Khalid Al-Hamudi selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Al-Manarah Al-Islamiyah menegaskan bahwa dalam Al-Quran dan As-Sunnah kita lebih banyak menemukan alasan untuk bersatu daripada berpecah.

Selasa, 03/07/2018 10:00 0

Indonesia

Mardani: Diam-diam Naikkan BBM Bukti Kejahatan Pemerintah

Anggota Komisi II DPR RI dari Farksi PKS, Mardani Ali Sera turut mengomentari soal kenaikan harga BBM non subsidi per 1 Juli 2018. Mardani menyebut bahwa kenaikan harga tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki kapasitas untuk memimpin negeri ini.

Selasa, 03/07/2018 09:41 0

Indonesia

Amnesty Internasional Tuntut Evaluasi Aparatur Keamanan dalam Krisis Papua

Pada akhirnya, hal itu membuat masyarakat Papua kecewa hingga menuntut kemerdekaan, sebab masyarakat Papua selama ini merasa hak-hak kemerdekaan mereka tidak diberikan oleh pemerintah. 

Senin, 02/07/2018 19:30 0

Artikel

Olahraga dan Nasionalisme di Dunia Global

Yang tak kalah penting untuk dipahami ialah, sejatinya pesta olahraga seringkali digunakan sebagai morfin. Pereda rasa nyeri dalam realitas sehari-hari kepada mereka yang miskin dan kurang berpendidikan. Dalam bingkai itulah, nasionalisme olahraga dianggap penting dan disebarkan oleh negara-negara maju kepada negara-negara dunia ketiga.

Senin, 02/07/2018 19:12 0

Indonesia

Pecah..! Ribuan Warga Solo Deklarasikan #2019GantiPresiden

Ribuan warga Solo Raya mendeklarasikan #2019GantiPresiden di kawasan lapangan Kota Barat, Jl. Dr. Moewadi, Solo, Ahad (1/7/2018). Deklarasi itu berlangsung tepat setelah mereka melakukan jalan sehat di kota Solo.

Senin, 02/07/2018 16:40 0

Close