... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mesir Didesak Bebaskan Putri Syaikh Yusuf Qardhawi

Foto: Ola Qardawi bersama suaminya ditahan rezim militer Mesir.

KIBLAT.NET, Kairo – Kantor hak asasi manusia PBB telah mendesak Mesir untuk membebaskan putri Syaikh Yusuf Qardawi dan suaminya yang telah ditahan tanpa tuntutan resmi sejak 30 Juni 2018 lalu.

Ola al-Qaradawi adalah putri Syaikh Qardawi, seorang ulama Islam terkemuka, yang tinggal di pengasingan di Qatar.

“Kami memahami bahwa kesehatan Ola al-Qaradawi semakin lemah dan memburuk dan mendesak pihak berwenang untuk memastikan bahwa haknya untuk mendapatkan akses kesehatan dan kebebasan fisik dan psikologis bisa dihormati,” ujar Liz Throssell, juru bicara untuk kantor hak asasi manusia PBB, mengatakan kepada wartawan di Jenewa pada Selasa, (06/08).

Ola al-Qaradawi telah ditahan di sel isolasi “di salah satu penjara terburuk di Mesir”, lapor kantor hak asasi manusia PBB pada hari Selasa.

Suaminya, Hosam Khalaf, ditahan dalam kondisi yang sama di penjara yang berbeda, menurut laporan media.

“Kami menyerukan pemerintah Mesir untuk membebaskan semua orang yang ditahan sewenang-wenang di negara itu tanpa syarat,” kata kantor itu.

Penangkapan sewenang-wenang
Pada bulan Juni, badan yang diamanatkan oleh PBB itu telah mengeluarkan keputusan yang menyatakan bahwa Ola Qaradawi dan suaminya ditangkap secara sewenang-wenang, dan menyerukan agar mereka segera dibebaskan.

Pengasingan diri Syaikh Yusuf Qardawi yang berkepanjangan juga bisa menjadi penyiksaan, perlakuan kejam, tidak manusiawi dan merendahkan, kata kantor itu.

BACA JUGA  Keluarga Mursi Dilarang Dirikan Tenda dan Terima Tamu

Pemerintah Kairo mengklaim bahwa Ola al-Qaradawi dan Hosam Khalaf dituduh menjadi anggota Ikhwanul Muslimin terlarang, yang dikatakannya sebagai kelompok “teroris”.

Keluarga itu membantah tuduhan itu dan pada September lalu membawa kasus itu ke kelompok kerja PBB tentang penahanan sewenang-wenang.

Pihak berwenang Mesir telah menangkap ribuan lawan politik Presiden Abdel Fattah al-Sisi sejak ia memimpin penggulingan mantan Presiden Mohamed Morsi tahun 2013, yang merupakan anggota Ikhwanul Muslimin. Para kritikus mengatakan itu adalah penumpasan politik terburuk dalam sejarah modern Mesir.

 

Penulis: Fajar Shadiq
Sumber: Aljazeera Agency

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ini Penjelasan Dosen Ummul Qura Terkait Asbab Perselisihan Umat

Dosen Universitas Ummul Qura Mekkah Dr Fakhruddin Az-Zubair menjelaskan, sebab-sebab tersebut berasal dari kezaliman dan kebodohan.

Rabu, 04/07/2018 14:34 0

Suara Pembaca

Diam-diam Harga BBM Naik, Desakan Rezim Turun Semakin Jelas

Kebijakan ini seperti menelan ludah mereka sendiri. Saat berkuasa menjadi lupa dengan sikap politiknya sebagai partai wong cilik.

Rabu, 04/07/2018 14:17 0

Indonesia

Wapres JK Ungkap Penyebab Konflik di Negara-negara Islam

Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla mengungkapkan kesedihannya atas konflik-konflik yang melanda sejumlah negara-negara Islam.

Rabu, 04/07/2018 13:56 0

Indonesia

Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di Poso Gelar Halal bil Halal

Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di Poso Gelar Halal bil Halal

Rabu, 04/07/2018 13:27 0

Video News

Pembukaan Multaqa Ulama oleh Wapres, Jusuf Kalla

KIBLAT.NET – Pembukaan Multaqa Ulama oleh Wapres, Jusuf Kalla. Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla memberikan...

Rabu, 04/07/2018 13:22 0

Video News

Ini Harapan Gubernur DKI Jakarta untuk Multaqa Ulama Asia Tenggara

KIBLAT.NET – Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan memberikan sambutan dalam Multaqa Ulama Asia Tenggara, Afrika,...

Rabu, 04/07/2018 12:27 0

Indonesia

KH Ma’ruf Amin Ungkap Hambatan Persatuan Umat Islam

Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin mengungkapkan sejumlah permasalahan penting yang menghambat persatuan umat Islam.

Rabu, 04/07/2018 11:29 0

Tarbiyah Jihadiyah

Sekali Lagi, Ramadhan Mengajari Kita

Percayalah, mana mungkin seorang aktivis yang bercita-cita besar mengangkat senjata membela agama-Nya mampu istiqomah di dalamnya sedangkan ia tidak berusaha menjaga amalan pribadinya terlebih di bulan setelah berlalunya Ramadhan.

Rabu, 04/07/2018 10:08 0

Indonesia

Jokowi Dinilai Baru Tanggap Jika Ada Kasus di Papua

Ia menilai selama ini Presiden Joko Widodo hanya sekadar tanggap saat ada kasus di Papua, namun tidak ada konsistensi di sana. Padahal konsistensi pembangunan dan penyejahteraan di sana sangatlah penting untuk mengambil hati orang Papua.

Selasa, 03/07/2018 14:47 0

Indonesia

Standar Ganda BNPT, OPM Bukan Teroris, Pengibaran Bendera Israel Dianggap Budaya

"Standar gandanya bukan itu, kalau pengibaran bendera Israel dianggap budaya, tapi pengibaran bendera liwa dianggap teroris," ujarnya.

Selasa, 03/07/2018 14:38 0

Close