... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Penjelasan Dosen Ummul Qura Terkait Asbab Perselisihan Umat

Foto: Dosen Universitas Ummul Qura Mekkah Dr Fakhruddin Az-Zubair. Foto: Kiblatnet

KIBLAT.NET, Jakarta – Pada hari kedua Pertemuan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Afrika dan Eropa ke-5, dibahas isu penting soal sebab-sebab perselisihan di tengah umat Islam.

Dosen Universitas Ummul Qura Mekkah Dr Fakhruddin Az-Zubair menjelaskan, sebab-sebab tersebut berasal dari kezaliman dan kebodohan.

Kezaliman, jelasnya, terbagi menjadi tiga, yakni kezaliman terhadap Allah SWT, terhadap diri sendiri, dan terhadap saudaranya.

Tingkat kezaliman pertama adalah yang paling buruk, yang menyebabkan munculnya kesesatan. Keyakinan menyimpang di tengah umat menurutnya memang masalah besar bagi kaum Muslimin.

Kendati demikian, beliau mengetengahi, hal itu tidak semestinya disikapi reaktif oleh umat.

Beliau pun memberi contoh, Nabi Muhammad SAW pun ketika fase Madinah tetap melakukan interaksi dengan orang-orang yang bahkan tidak bersyahadat-dengan batas-batas tertentu.

“Contohnya perjanjian-perjanjian Nabi dengan orang-orang Yahudi, serta akomodasi Nabi terhadap orang-orang Munafik. Apalagi perselisihan akidah yg sifatnya internal ahlul kiblat (sesama Muslim). Harusnya lebih bisa untuk tidak menyebabkan kita berpecah,” jelas ulama Sudan dari itu, melansir kantor berita yang diinisiasi JITU, Islamic News Agency (INA) pada Rabu, (04/07).

Sementara zalim terhadap diri dan saudara sendiri merupakan dampak dari kezaliman pertama.

Lebih lanjut beliau menjelaskan, kezaliman-kezaliman itu pun telah menjatuhkan orang-orang pada kebodohan yang setidaknya terbagi secara umum menjadi tiga.

Pertama, kekeliruan terhadap pemaknaan ayat-ayat al-Quran dan As-Sunnah (hadits), lalu terhadap penghukuman realita dengan dalil (ta’shil), terakhir yakni kebodohan dalam menempatkan dalil dalam realita (tanzil).

BACA JUGA  Ada Safari Dakwah, KH Sobri Lubis Belum Bisa Datangi Panggilan Polisi

Tiga kebodohan itu yang menurutnya tengah menjadi masalah tersendiri bagi sesama Muslim, yakni ketika tidak menempatkan dalil pada konteks yang tepat.

“Imam Bukhori meletakkan dalam Shahihnya, bab mengenai mengkhususkan ilmu bagi sebagian kaum saja. Dikhawatirkan orang lain (awam) tidak dapat memahaminya,” katanya.

Dr Fakhruddin menceritakan, suatu ketika ada seorang perempuan ingin masuk Islam. Tetapi perempuan tersebut mensyaratkan agar dibolehkan masih bermain dengan anjing.

“Secara ideal, muslim tidak boleh bermain-main dengan anjing. Kalau kita katakan tidak boleh, bisa saja dia tidak jadi masuk Islam. Padahal bermain-main dengan anjing hukumnya dosa, sementara tetapnya dia dalam kekafiran adalah kekufuran,” paparnya.

Dalam konteks itu dia mengakhiri penjelasannya dengan pertanyaan, “Lebih baik dia masuk Islam atau tetap pada kekafirannya?” tanya Syaikh Fakhruddin.

Reporter: Syahrain/INA
Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Diam-diam Harga BBM Naik, Desakan Rezim Turun Semakin Jelas

Kebijakan ini seperti menelan ludah mereka sendiri. Saat berkuasa menjadi lupa dengan sikap politiknya sebagai partai wong cilik.

Rabu, 04/07/2018 14:17 0

Video News

Pembukaan Multaqa Ulama oleh Wapres, Jusuf Kalla

KIBLAT.NET – Pembukaan Multaqa Ulama oleh Wapres, Jusuf Kalla. Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla memberikan...

Rabu, 04/07/2018 13:22 0

Video News

Ini Harapan Gubernur DKI Jakarta untuk Multaqa Ulama Asia Tenggara

KIBLAT.NET – Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan memberikan sambutan dalam Multaqa Ulama Asia Tenggara, Afrika,...

Rabu, 04/07/2018 12:27 0

Tarbiyah Jihadiyah

Sekali Lagi, Ramadhan Mengajari Kita

Percayalah, mana mungkin seorang aktivis yang bercita-cita besar mengangkat senjata membela agama-Nya mampu istiqomah di dalamnya sedangkan ia tidak berusaha menjaga amalan pribadinya terlebih di bulan setelah berlalunya Ramadhan.

Rabu, 04/07/2018 10:08 0

Myanmar

Sekjen PBB: Penyiksaan yang Dialami Rohingya Tak Terbayangkan

Guterres menyampaikan hal itu ketika mengunjungi kamp-kamp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh.

Rabu, 04/07/2018 09:09 0

Afrika

Keamanan Tak Pasti, Petugas KPU Mali Mogok Kerja

Padahal, pemilu di Mali akan digelar pada 29 Juli mendatang

Rabu, 04/07/2018 07:12 0

Suriah

Putra Abu Bakar Al-Baghdadi Tewas di Homs

Pernyataan itu menunjukkan foto seorang pria muda membawa pistol tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Rabu, 04/07/2018 06:35 0

Afrika

Jenderal Haftar Temui Perwira Intelijen Israel, Ada Apa?

Beberapa sumber yang dekat dengan Jenderal Khalifah Haftar mengatakan, Haftar telah bertemu dengan perwira intelijen Israel dalam suatu pertemuan yang cukup panjang di awal bulan ini.

Selasa, 03/07/2018 15:48 0

Iran

Polisi Iran Tembaki Demonstran dalam Aksi Protes Menuntut Air Bersih

Pasukan keamanan Iran menembaki demonstran di kota Muhammarah di Khorramshahr selama aksi protes atas minimnya air bersih.

Selasa, 03/07/2018 11:28 0

Afrika

JNIM di Balik Penyergapan Patroli Pasukan Prancis di Mali

Sedikitnya empat tentara Prancis terluka dalam serangan pada malam hari itu, menurut keterangan resmi.

Selasa, 03/07/2018 09:38 0

Close