... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jenderal Haftar Temui Perwira Intelijen Israel, Ada Apa?

Foto: Khalifah Haftar, otak kerusakan di Libya

KIBLAT.NET, Tripoli – Beberapa sumber yang dekat dengan Jenderal Khalifah Haftar mengatakan, Haftar telah bertemu dengan perwira intelijen Israel dalam suatu pertemuan yang cukup panjang di awal bulan ini.

Pertemuan tersebut digelar di ibukota Yordania, Amman, dalam rangka memperkuat kerjasama dan koordinasi keamanan antara petinggi Libya ini dengan Israel.

Kepada koran Al-Araby Al-Jadid pada hari Senin (02/07), sumber menyampaikan informasi secara anonim bahwa Haftar telah meminta supaya pasukan keamanan Israel mengintensifkan kehadiran mereka di selatan Libya. Hal itu bertujuan untuk menghadang Perancis dan Italia mengontrol daerah tersebut.

Masih menurut sumber yang sama, Haftar menjanjikan kepada pejabat Israel bahwa ia akan menyediakan sejumlah lokasi sebagai tempat yang aman bagi Israel terutama di Sabha. Sabha merupakan sebuah distrik di tengah gurun Libya.

Sebelumnya, sejumlah sumber media Barat pernah mengungkap Israel memberikan dukungan intelijen dan kemungkinan besar termasuk juga dukungan militer kepada Haftar selama beberapa tahun terakhir.

Dikatakankan bahwa Haftar melakukan upaya kontak dengan Israel lewat berbagai jalur, di antaranya via penasehat keamanan Israel-Kanada, Ari Ben Manachi; dan melalui anggota Partai “ekstrim kanan” Likud bernama Oren Hazan yang berasal dari Libya.

Dijelaskan pula bahwa Mesir sebetulnya mendukung kerjasama Haftar dengan Israel karena Mesir tidak ingin senjata-senjata Libya diselundupkan dan masuk ke Semenanjung Sinai. Meski demikian, Kairo tidak ingin Haftar berkomunikasi langsung dengan pihak Israel.

BACA JUGA  AS Klaim Lumpuhkan 11 Anggota Al-Qaidah di Gurun Libya

Di lain pihak, media Aljazair sebelumnya melaporkan bahwa Aljazair telah mengirim surat peringatan keras kepada Haftar atas dukungannya terhadap rencana pembangunan basis intelijen Israel di bagian selatan Libya.

 

Penulis: YasinMuslim
Sumber: Middle East Monitor

 

 

 

Area lampiran

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jokowi Dinilai Baru Tanggap Jika Ada Kasus di Papua

Ia menilai selama ini Presiden Joko Widodo hanya sekadar tanggap saat ada kasus di Papua, namun tidak ada konsistensi di sana. Padahal konsistensi pembangunan dan penyejahteraan di sana sangatlah penting untuk mengambil hati orang Papua.

Selasa, 03/07/2018 14:47 0

Indonesia

Standar Ganda BNPT, OPM Bukan Teroris, Pengibaran Bendera Israel Dianggap Budaya

"Standar gandanya bukan itu, kalau pengibaran bendera Israel dianggap budaya, tapi pengibaran bendera liwa dianggap teroris," ujarnya.

Selasa, 03/07/2018 14:38 0

Indonesia

MUI Berharap AS Tarik Pasukan dari Afghanistan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin mengungkapkan bahwa pertemuan tiga negara Indonesia-Pakistan-Afghanistan telah final. Ia berharap dengan lahirnya Deklarasi Bogor, konflik di Afghanistan bisa terselesaikan dan Amerika Serikat segera menarik pasukannya.

Selasa, 03/07/2018 12:46 0

Indonesia

MUI Akan Bentuk Badan Penanggulangan Terorisme

Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH Ma'ruf Amin mengungkapkan bahwa MUI tengah merancang badan penanggulangan terorisme. Nantinya institusi ini akan bergerak langsung di bawah MUI dan berkoordinasi dengan Pemerintah.

Selasa, 03/07/2018 11:51 0

Indonesia

Naikkan Harga BBM, KAMMI: Pemerintah Tak Serius Kelola Negara

Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Irfan Ahmad Fauzi menegaskan bahwa kenaikan BBM per 1 Juli membuktikan pemerintah tidak mampu mengelola negara

Selasa, 03/07/2018 10:30 0

Indonesia

Dengan Al-Quran, Lebih Banyak Alasan Bagi Kita untuk Bersatu daripada Berpecah

Syaikh Khalid Al-Hamudi selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Al-Manarah Al-Islamiyah menegaskan bahwa dalam Al-Quran dan As-Sunnah kita lebih banyak menemukan alasan untuk bersatu daripada berpecah.

Selasa, 03/07/2018 10:00 0

Indonesia

Mardani: Diam-diam Naikkan BBM Bukti Kejahatan Pemerintah

Anggota Komisi II DPR RI dari Farksi PKS, Mardani Ali Sera turut mengomentari soal kenaikan harga BBM non subsidi per 1 Juli 2018. Mardani menyebut bahwa kenaikan harga tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki kapasitas untuk memimpin negeri ini.

Selasa, 03/07/2018 09:41 0

Indonesia

Amnesty Internasional Tuntut Evaluasi Aparatur Keamanan dalam Krisis Papua

Pada akhirnya, hal itu membuat masyarakat Papua kecewa hingga menuntut kemerdekaan, sebab masyarakat Papua selama ini merasa hak-hak kemerdekaan mereka tidak diberikan oleh pemerintah. 

Senin, 02/07/2018 19:30 0

Artikel

Olahraga dan Nasionalisme di Dunia Global

Yang tak kalah penting untuk dipahami ialah, sejatinya pesta olahraga seringkali digunakan sebagai morfin. Pereda rasa nyeri dalam realitas sehari-hari kepada mereka yang miskin dan kurang berpendidikan. Dalam bingkai itulah, nasionalisme olahraga dianggap penting dan disebarkan oleh negara-negara maju kepada negara-negara dunia ketiga.

Senin, 02/07/2018 19:12 0

Indonesia

Pecah..! Ribuan Warga Solo Deklarasikan #2019GantiPresiden

Ribuan warga Solo Raya mendeklarasikan #2019GantiPresiden di kawasan lapangan Kota Barat, Jl. Dr. Moewadi, Solo, Ahad (1/7/2018). Deklarasi itu berlangsung tepat setelah mereka melakukan jalan sehat di kota Solo.

Senin, 02/07/2018 16:40 0

Close