... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Amnesty Internasional Tuntut Evaluasi Aparatur Keamanan dalam Krisis Papua

Foto: Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid

KIBLAT.NET, Jakarta – Amnesty Internasional menilai pemerintah Indonesia hampir sepenuhnya gagal menyelesaikan krisis Papua. Hal itu salah satunya dilihat dari upaya pemerintah untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku pembunuhan di luar hukum di Papua.

Pada akhirnya hal itu membuat masyarakat Papua kecewa hingga menuntut kemerdekaan, sebab masyarakat Papua selama ini merasa hak-hak kemerdekaan mereka tidak diberikan oleh pemerintah.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid mengatakan walaupun banyak korban jatuh akibat pembunuhan di luar hukum di Papua, tak satu pun dari pelaku telah diadili dan dihukum melalui pengadilan independen. Hanya segelintir kasus yang berujung dengan sanksi disiplin atau pelaku diproses melalui pengadilan militer.

“Sangat mengkhawatirkan melihat fakta bahwa polisi dan militer menerapkan taktik kejam dan yang mereka gunakan terhadap kelompok bersenjata pada aktivis politik damai. Semua pembunuhan di luar hukum melanggar hak untuk hidup, yang dilindungi oleh hukum internasional dan Konstitusi Indonesia,”  kata Usman Hamid, dalam peluncuran laporan investigasi Amnesty Internasional di Papua yang berjudul “Sudah, kasi tinggal dia mati ; Pembunuhan dan impunitas di Papua” di Hotel Alila, Jakarta Pusat, Senin, (2/7/2018).

Pembunuhan di Papua ada hubungan langsung antara impunitas dan pelanggaran hak asasi manusia yang berkelanjutan. Kegagalan menginvestigasi dan mengadili pelaku akan membuat mereka percaya bahwa mereka berada di atas hukum.

BACA JUGA  KAMMI Desak Jokowi Tepati Janji Beri Amnesti Untuk Baiq Nuril

“Hal ini juga memicu perasaan dendam dan menimbulkan ketidakadilan di Papua. Krisis di Papua adalah kompleks terkait ekonomi, budaya, kesejahteraan dan keadilan. Adapun upaya pembunuhan dengan alasan adanya saparatisme di sana hanya sebagai alasan pemerintah yang hampir gagal menyelesaikan krisis Papua,” ujarnya.

Usman menyampaikan rekomendasi Amnesty International menyerukan kepada pihak berwenang Indonesia untuk memastikan bahwa semua pembunuhan di luar hukum yang diduga dilakukan oleh aparat keamanan diselidiki secara cepat independen, tidak memihak dan efektif.

“Penyidikan dan penuntutan apa pun tidak boleh terbatas pada pelaku langsung, namun juga melihat ke dalam keterlibatan atasan, terlepas dari pangkat,” tegasnya.

Dia melanjutkan pihak berwenang harus mengambil langkah inisiatif untuk menghentikan pembunuhan di luar hukum di Papua termasuk dengan mengeluarkan dan menegakkan instruksi yang sesuai dengan hak asasi manusia kepada TNI dan polisi tentang penggunaan kekuatan, dan memastikan keadilan dan reparasi bagi para korban dan keluarga mereka.

“Sangat penting untuk meninjau ulang taktik yang digunakan polisi, militer atau penegak hukum lainnya dan penggunaan kekuatan dan senjata api selama penangkapan, untuk memastikan mereka memenuhi standar internasional,” pungkasnya.

 

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Fajar Shadiq

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Olahraga dan Nasionalisme di Dunia Global

Yang tak kalah penting untuk dipahami ialah, sejatinya pesta olahraga seringkali digunakan sebagai morfin. Pereda rasa nyeri dalam realitas sehari-hari kepada mereka yang miskin dan kurang berpendidikan. Dalam bingkai itulah, nasionalisme olahraga dianggap penting dan disebarkan oleh negara-negara maju kepada negara-negara dunia ketiga.

Senin, 02/07/2018 19:12 0

News

Drone Tak Dikenal Kembali Teror Pangkalan Udara Rusia di Lattakia

KIBLAT.NET, Lattakia – Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan, Ahad (01/07), menjatuhkan sejumlah pesawat tanpa awak di...

Senin, 02/07/2018 13:49 0

Suriah

Update Suriah Selatan: Oposisi Bersenjata Dipaksa Negosiasi

"Lima perjanjian rekonsiliasi baru telah dicapai hari ini di kota Masifra, Kahil, Al-Sahwa dan Giza, sebagaimana yang terjadi seperti di kota Basra. Pasukan rezim saat ini berada di posisi tujuh kilometer dari perbatasan Yordania," jelas Rami Abdel Rahman, direktur SOHR.

Senin, 02/07/2018 10:02 0

Afrika

Pejuang Mali Sergap Patroli Tentara Prancis, Empat Terluka

pemerintah Mali mengutip dari sumber medis mengatakan bahwa hasil sementara serangan itu empat orang tewas dan 23 terluka.

Senin, 02/07/2018 09:22 0

Iran

Demonstrasi Di Iran Memanas, 4 Pengunjuk Rasa Tewas Ditembak

Situasi di kota Muhammarah, wilayah barat daya Iran memanas dengan meletusnya unjuk rasa warga

Ahad, 01/07/2018 22:17 0

Afghanistan

Gencatan Senjata Afghanistan dan Taliban Resmi Berakhir

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani secara resmi mengumumkan berakhirnya gencatan senjata pemerintahnya dengan Taliban. Ia lalu memerintahkan pasukan keamanan untuk melanjutkan operasi terhadap kelompok itu.

Ahad, 01/07/2018 13:22 0

Afrika

Markas Militer Koalisi Afrika di Mali Diserang, 6 Tentara Tewas

Markas pasukan koalisi negara-negara Sahel yang tergabung dalam G5 dilaporkan mengirim pasukan ke wilayah konflik di Mali tengah menyusul meningkatnya aktifitas insurjensi di area itu.

Ahad, 01/07/2018 12:59 0

Kolom

Sepakbola, Politik dan Sujud Syukur

Yasmin Serhan benar. Islamophobia justru berkembang pesat di Utara Inggris. Tempat Liverpool FC, klub Mohammad Salah saat ini. Bagi Fans Liverpool mereka bukan saja menerima aksi sujud Salah, tetapi bahkan mendukungnya. Fans The Reds menyanyikan lirik seperti ini untuk Salah; “Mo Salah-la-la-la-la-la-la-la-la-la / If he’s good enough for you, he’s good enough for me / If he scores another few, then I’ll be Muslim too / If he’s good enough for you, he’s good enough for me / Sitting in the mosque, that’s where I wanna be.” (Yasmin Serhan: 2018)

Jum'at, 29/06/2018 21:31 0

Suriah

Kiper Suriah Marah-marah Ketika Bendera Revolusi Berkibar di Tribun Lapangan

Alma ketika berlatih di kamp pelatihan di Austria, marah-marah saat melihat supporter itu membawa bendera revolusi Suriah. Ia mendesak agar bendera itu dibuang.

Jum'at, 29/06/2018 14:46 0

Yaman

PBB Buktikan Rudal Pemberontak Hutsi Diproduksi Iran

Lima pecahan rudal yang ditemukan di daerah Yanbu dan Riyadh pada bulan Juli 2017 mirip dengan jenis rudal Iran "Qiam-1". Selain itu, di beberapa komponen rudal juga tertulis kata "Made in Iran".

Jum'at, 29/06/2018 14:13 0

Close