... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Amnesty Internasional: Papua Lubang Hitam Pelanggaran HAM di Indonesia

Foto: Peluncuran laporan investigasi Amnesty Internasional di Papua yang berjudul "Sudah, kasi tinggal dia mati ; Pembunuhan dan impunitas di Papua" di Hotel Alila, Jakarta Pusat, Senin, (2/7/2018).

KIBLAT.NET, Jakarta – Amnesty Internasional menuntut pemerintah Indonesia menyelesaikan krisis pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua. Hasil investigasi Amnesty Internasional mendapati banyaknya temuan insiden pembunuhan di luar hukum oleh aparat polisi dan militer di Papua.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid mengatakan Papua merupakan salah satu lubang hitam pelanggaran HAM di Indonesia. Tercatat setidaknya 95 orang dalam kurun waktu kurang dari delapan tahun terbunuh di luar hukum di Provinsi Papua dan Papua Barat. Hingga kini hampir semua pelaku belum pernah diadili lewat mekanisme hukum yang independen.

“Papua salah satu lubang hitam pelanggaran HAM di Indonesia. Di wilayah ini, aparat keamanan membunuh wanita, pria dan anak-anak selama bertahun-tahun, tanpa kemungkinan untuk dimintai pertanggungjawaban dalam suatu mekanisme hukum yang independen,” kata Usman Hamid, dalam peluncuran laporan investigasi Amnesty Internasional di Papua yang berjudul “Sudah, kasi tinggal dia mati ; Pembunuhan dan impunitas di Papua” di Hotel Alila, Jakarta Pusat, Senin, (2/7/2018).

Dia menjelaskan laporan tersebut menggambarkan bagaimana polisi dan militer menembak mati para aktivis kemerdekaan dan pengunjuk rasa yang melakukan aksi protes damai, serta puluhan warga Papua lainnya yang tidak terkait dengan gerakan kemerdekaan, termasuk seorang pemuda yang mengalami gangguan jiwa.

“Jokowi telah berjanji untuk mengutamakan perlindungan HAM di Papua, namun pembunuhan di tanah Papua masih belum berhenti dan terus terjadi selama masa jabatan Presiden Jokowi,” ungkapnya.

BACA JUGA  Jurnalis Kiblatnet Ikuti Pelatihan dan Beasiswa Liputan Jurnalisme Data

Usman melanjutkan penelitian Amnesty Internasional menemukan setidaknya hampir 100 orang terbunuh selama delapan tahun teralhir maka sekitar satu orang dibunuh setiap bulannya di Papua. Ini adalah noda hitam HAM di Indonesia.

“Sudah saatnya untuk melakukan perbaikan dalam hal pembunuhan di luar hukum harus diakhiri. Budaya impunitas yang ada pada pasukan keamanan harus dihilangkan, dan mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan-pembunuhan di masa lalu harus diadili melalui mekanisme hukum yang indipenden,” pungkasnya.

 

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Fajar Shadiq

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Drone Tak Dikenal Kembali Teror Pangkalan Udara Rusia di Lattakia

KIBLAT.NET, Lattakia – Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan, Ahad (01/07), menjatuhkan sejumlah pesawat tanpa awak di...

Senin, 02/07/2018 13:49 0

Suriah

Update Suriah Selatan: Oposisi Bersenjata Dipaksa Negosiasi

"Lima perjanjian rekonsiliasi baru telah dicapai hari ini di kota Masifra, Kahil, Al-Sahwa dan Giza, sebagaimana yang terjadi seperti di kota Basra. Pasukan rezim saat ini berada di posisi tujuh kilometer dari perbatasan Yordania," jelas Rami Abdel Rahman, direktur SOHR.

Senin, 02/07/2018 10:02 0

Afrika

Pejuang Mali Sergap Patroli Tentara Prancis, Empat Terluka

pemerintah Mali mengutip dari sumber medis mengatakan bahwa hasil sementara serangan itu empat orang tewas dan 23 terluka.

Senin, 02/07/2018 09:22 0

Iran

Demonstrasi Di Iran Memanas, 4 Pengunjuk Rasa Tewas Ditembak

Situasi di kota Muhammarah, wilayah barat daya Iran memanas dengan meletusnya unjuk rasa warga

Ahad, 01/07/2018 22:17 0

Afghanistan

Gencatan Senjata Afghanistan dan Taliban Resmi Berakhir

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani secara resmi mengumumkan berakhirnya gencatan senjata pemerintahnya dengan Taliban. Ia lalu memerintahkan pasukan keamanan untuk melanjutkan operasi terhadap kelompok itu.

Ahad, 01/07/2018 13:22 0

Afrika

Markas Militer Koalisi Afrika di Mali Diserang, 6 Tentara Tewas

Markas pasukan koalisi negara-negara Sahel yang tergabung dalam G5 dilaporkan mengirim pasukan ke wilayah konflik di Mali tengah menyusul meningkatnya aktifitas insurjensi di area itu.

Ahad, 01/07/2018 12:59 0

Kolom

Sepakbola, Politik dan Sujud Syukur

Yasmin Serhan benar. Islamophobia justru berkembang pesat di Utara Inggris. Tempat Liverpool FC, klub Mohammad Salah saat ini. Bagi Fans Liverpool mereka bukan saja menerima aksi sujud Salah, tetapi bahkan mendukungnya. Fans The Reds menyanyikan lirik seperti ini untuk Salah; “Mo Salah-la-la-la-la-la-la-la-la-la / If he’s good enough for you, he’s good enough for me / If he scores another few, then I’ll be Muslim too / If he’s good enough for you, he’s good enough for me / Sitting in the mosque, that’s where I wanna be.” (Yasmin Serhan: 2018)

Jum'at, 29/06/2018 21:31 0

Suriah

Kiper Suriah Marah-marah Ketika Bendera Revolusi Berkibar di Tribun Lapangan

Alma ketika berlatih di kamp pelatihan di Austria, marah-marah saat melihat supporter itu membawa bendera revolusi Suriah. Ia mendesak agar bendera itu dibuang.

Jum'at, 29/06/2018 14:46 0

Yaman

PBB Buktikan Rudal Pemberontak Hutsi Diproduksi Iran

Lima pecahan rudal yang ditemukan di daerah Yanbu dan Riyadh pada bulan Juli 2017 mirip dengan jenis rudal Iran "Qiam-1". Selain itu, di beberapa komponen rudal juga tertulis kata "Made in Iran".

Jum'at, 29/06/2018 14:13 0

Amerika

Pria Bersenjata Tembaki Kantor Sebuah Koran di Maryland, Lima Tewas

Aksi penembakan menargetkan koran lokal terjadi di Annapolis, negara bagian Maryland, Amerika Serikat

Jum'at, 29/06/2018 09:03 0

Close