... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Markas Militer Koalisi Afrika di Mali Diserang, 6 Tentara Tewas

Foto: Wilayah Sahel Afrika

KIBLAT.NET, Bamako – Markas pasukan koalisi negara-negara Sahel yang tergabung dalam G5 dilaporkan mengirim pasukan ke wilayah konflik di Mali tengah menyusul meningkatnya aktifitas insurjensi di area itu. Secara khusus, pasukan militer dikirim untuk mengatasi serangan terbaru pada hari Jumat (29/06) yang memakan korban sedikitnya 6 orang tewas. Sejauh ini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab.

Sekelompok penyerang yang diduga para jihadis mencoba menyusup ke markas pasukan koalisi G5 di Sevare, sebuah kota kecil di daerah Mopti, Mali bagian tengah. Sebuah bom mobil diledakkan untuk menembus perimeter terluar yang diikuti dengan kontak senjata sengit. Saat situasi kacau, satu unit kecil pasukan penyerang berani mati menyerbu ke dalam markas. Media lokal melaporkan, jumlah korban sementara 6 orang tewas kemungkinan adalah anggota pasukan koalisi G5.

Belum ada pernyataan resmi dari kelompok manapun yang menyatakan bertanggung jawab, namun dari segi taktik dan target operasi mengarah pada kelompok JNIM afiliasi al-Qaidah. Menurut media berita Mauritania, Al Akhbar, JNIM telah menghubungi mereka dan menyatakan berada di balik serangan tersebut, namun JNIM sendiri belum memverifikasi dari sumber yang lain. Menurut sumber yang ada, JNIM mengatakan serangan berani mati dilakukan oleh pejuang mereka bernama Harun al-Muhajir yang mengindikasikan pejuang asing.

Konglomerasi jihadis ini, beserta kelompok-kelompok sub-korporasinya telah melancarkan berbagai serangan sejenis sejak beberapa tahun lalu. Katibah Macina (MLF) diketahui secara rutin melancarkan serangan di wilayah Mali ini. Kota Sevare juga merupakan lokasi hotel yang menjadi target serangan Al-Murabithun di bawah  JNIM pada tahun 2015 lalu.

BACA JUGA  Dua Helikopter Prancis Kecelakaan Saat Sergap Jihadis Mali, 13 Tentara Tewas

Di bulan April 2018, JNIM mengerahkan 4 pembom istisyhad untuk menyerbu markas elit PBB di dalam bandara Timbuktu. Saat itu, para jihadis menggunakan beberapa kendaraan yang sudah dimodifikasi mirip kendaraan PBB dan kendaraan militer Mali untuk infiltrasi ke dalam kompleks airport. Satu pasukan PBB dinyatakan tewas, dan sedikitnya 10 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut. Perancis mengkonfirmasi 7 tentaranya luka-luka. Pasca serangan, JNIM mengumumkan 3 dari 4 orang pelaku serangan adalah pejuang asing anggota mereka.

Serangan terbaru pada hari Jumat kemarin, menurut data kompilasi LWJ, paling tidak menjadi serangan yang ke-133 oleh kelompok jihadis afiliasi al-Qaidah di Mali dan di wilayah luas Sahel sejak awal 2018. Jejak DAN intensitas serangan jihadis relatif stabil cenderung meningkat selama beberapa tahun terakhir meskipun sudah digelar operasi masif kontra-terorisme oleh pasukan Perancis, PBB, termasuk koalisi pasukan G-5 yang terdiri dari Burkina Faso, Chad, Mali, Mauritania, dan Niger.

Sumber: Long War Journal
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Kolom

Sepakbola, Politik dan Sujud Syukur

Yasmin Serhan benar. Islamophobia justru berkembang pesat di Utara Inggris. Tempat Liverpool FC, klub Mohammad Salah saat ini. Bagi Fans Liverpool mereka bukan saja menerima aksi sujud Salah, tetapi bahkan mendukungnya. Fans The Reds menyanyikan lirik seperti ini untuk Salah; “Mo Salah-la-la-la-la-la-la-la-la-la / If he’s good enough for you, he’s good enough for me / If he scores another few, then I’ll be Muslim too / If he’s good enough for you, he’s good enough for me / Sitting in the mosque, that’s where I wanna be.” (Yasmin Serhan: 2018)

Jum'at, 29/06/2018 21:31 0

Indonesia

Hitung Cepat KPU: Kotak Kosong Kalahkan Calon Tunggal Pilkada Kota Makassar

Calon satu-satunya pada Pilkada Kota Makassar 2018 Munafri Arifuddin-A. Rachmatika Dewi Yustita (Appi-Cicu) kalah melawan kotak kosong

Jum'at, 29/06/2018 16:06 0

Indonesia

ISAC Desak Pemerintah Tegas Tegakkan Hukum Kasus Teroris Sparatis Di Papua

ISAC Desak Pemerintah Tegas Tegakkan Hukum Kasus Teroris Sparatis Di Papua

Jum'at, 29/06/2018 11:15 0

Indonesia

Sudah Ketahui Kekuatan Pelaku Penyerangan di Nduga, Polisi: Semoga Segera Dituntaskan

Polisi menyebut pelaku penyerangan di Bandara Kenyam, Nduga sebanyak 8 orang dan masih melakukan pemngejaran

Kamis, 28/06/2018 19:34 0

Tazkiyah

Hidayah Suami Lantaran Doa Istri

Suatu hari, suamiku memasuki kamarku dan memukulku serta berlaku buruk kepadaku. Ketika itulah saya tidak sabar lagi untuk terus bersamanya. Saya putuskan untuk menelepon orang tua sedang saya menangis.

Kamis, 28/06/2018 15:01 0

Tazkiyah

Waspada Sifat Sombong dalam Hal Dukung-Mendukung Tim Bola

Kesombongan ini semakin menjadi ketika mereka mengenyahkan ibadah dan merendahkan pendukung klub lain. Maka berhati-hatilah, karena sikap semacam itu bisa membawa kepada kesombongan yang peringatkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam

Kamis, 28/06/2018 12:44 0

Indonesia

Tiga Tewas Ditembaki Kelompok Bersenjata Papua di Distrik Torere

Korban tewas akibat penembakan kelompok bersenjata Papua terus berjatuhan. Kali ini tiga orang tewas di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya, Rabu (27/06/2018).

Kamis, 28/06/2018 11:11 0

Opini

Dapat THR, Utamakan Bayar Utang

Sebagai umat muslim, kita dianjurkan untuk segera melunasi utang jika sudah merasa mampu. Jangan meremehkan utang meskipun jumlahnya sedikit. Bisa jadi utang yang sedikit itu bisa membawa kita ke neraka. Jangan menunda-nunda untuk melunasinya karena itu merupakan bentuk kezaliman.

Kamis, 28/06/2018 10:39 0

Indonesia

Baku Tembak Iringi Pilkada Papua, Jubir OPM Umumkan Duduki Ibu Kota Nduga

Baku tembak antara aparat keamanan dengan kelompok yang mengklaim diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) terjadi sejak pukul 08.00 WIT tadi pagi.

Rabu, 27/06/2018 14:01 0

Editorial

Editorial: Ketika Olahraga Jadi Alat Politik

Jadi, dari pertalian antara olahraga dan politik atau ideologi, sudah tampak betapa olahraga dalam peradaban modern, bukan lagi sekadar kegiatan yang netral, melainkan kental sekali kandungan multimakna itu. Bahkan sudah tidak terlihat makna olahraga itu sendiri setelah semuanya terbaur oleh politik, yang ada hanyalah manipulasi sebuah kepuasan pribadi.

Selasa, 26/06/2018 18:50 1

Close