... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Aksi OPM dan Kericuhan Kalbar Pasca Pilkada Seharusnya Masuk Tindak Pidana Terorisme

Foto: Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM)

KIBLAT.NET, Jakarta – Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme hasil revisi telah disahkan beberapa waktu lalu. Jika merujuk pada definisi terorisme dalam undang-undang baru itu, maka aksi penyerangan yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan kerusuhan di Kalimantan Barat (Kalbar) usai Pilkada serentak seharusnya masuk dalam tindak pidana terorisme.

Sidang Paripurna DPR 25 Mei 2018 lalu telah secara bulat menyepakati definisi terorisme, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (2). Pasal itu menyebut, terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau ganguan keamanan.

Aktivis Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) M. Kalono mengatakan definisi dalam undang-undang hasil revisi itu merupakan norma baru di Indonesia. “Suka atau tidak suka pasal yang merupakan definisi baru dari terorisme tersebut menjadi norma baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Ahad (01/07/2018).

Saat Pilkada serentak 2018, OPM melakukan beberapa aksi penyerangan yang menargetkan elemen-elemen yang terkait Pilkada. Di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga kelompok itu menembaki pasukan Brimob yang akan melakukan pengamanan Pilkada. Mereka kamudian melakukan pembunuhan terhadap tiga orang warga sebagai bentuk penolakan terhadap proses pemilihan kepala daerah. Kapolri pun menyebut ada kepentingan politik di balik aksi OPM.

BACA JUGA  Pelarangan Cadar Berpotensi Melanggar HAM

Di Kalimantan Barat kericuhan dilakukan sekelompok orang melakukan aksi anarki usai pelaksanaan Pilkada. Kadiv Humas Mabes Polri mengkonfirmasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada Jumat (29/6/2018) di Kabupaten Landak, Kalbar yang dipicu oleh massa yang tak puas terhadap hasil hitung cepat calon yang didukungnya.

“OPM jelas motifnya politik, kerusuhan di Kalbar pasca Pilgub kemarin jelas motifnya politik, maka perbuatan tersebut harus dimasukkan dalam tindak pidana terorisme,” ujar Kalono.

Dia menambahkan beberapa waktu lalu ada oknum guru besar yang menyatakan bahwa OPM tak membawa agama dalam perjuangannya sehingga bukan teroris. Dengan berlakunya definisi baru terorisme, yang tidak terdapat satupun motif terkait agama di dalamnya, maka jika mungkin agama bisa dimasukkan dalam motif ideologi.

“Akan tetapi motif yang menjadi latar belakang dalam definisi baru tersebut adalah ideologi, politi atau gangguan keamanan, jika salah satu unsur tersebut terpenuhi maka pidana tersebut masuk dalam pidana terorisme,” tandasnya.

Karenanya, pernyataan yang menyebut aksi OPM tidak termasuk pidana terorisme karena tak membawa unsur agama sudah sangat tidak relevan saat ini. “Namun demikian bisa saja dibenarkan jika tiba-tiba nanti presiden membuat Perppu dengan memasukkan frase jika tidak membawa-bawa agama maka tidak dapat dimasukkan sebagai tindak pidana terorisme,” imbuh Kalono.

Aktivis PUSHAMI itu mengatakan jika aparat penegak hukum tegas dan menindak dengan adil tanpa tebang pilih, maka semua pihak akan menjaga diri dari perbuatan yang mengarah kepada terorisme. Namun jika sebaliknya, lanjut Kalono, maka semua pihak harus bisa dimaklumi jika akan berbuat sekehendak hatinya dan akan terjadi vandalisme serta hukum rimba di negara ini.

BACA JUGA  Syeikh Gaza: Warga Palestina Butuh Bantuan Menghadapi Musim Dingin

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Gencatan Senjata Afghanistan dan Taliban Resmi Berakhir

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani secara resmi mengumumkan berakhirnya gencatan senjata pemerintahnya dengan Taliban. Ia lalu memerintahkan pasukan keamanan untuk melanjutkan operasi terhadap kelompok itu.

Ahad, 01/07/2018 13:22 0

Afrika

Markas Militer Koalisi Afrika di Mali Diserang, 6 Tentara Tewas

Markas pasukan koalisi negara-negara Sahel yang tergabung dalam G5 dilaporkan mengirim pasukan ke wilayah konflik di Mali tengah menyusul meningkatnya aktifitas insurjensi di area itu.

Ahad, 01/07/2018 12:59 0

Kolom

Sepakbola, Politik dan Sujud Syukur

Yasmin Serhan benar. Islamophobia justru berkembang pesat di Utara Inggris. Tempat Liverpool FC, klub Mohammad Salah saat ini. Bagi Fans Liverpool mereka bukan saja menerima aksi sujud Salah, tetapi bahkan mendukungnya. Fans The Reds menyanyikan lirik seperti ini untuk Salah; “Mo Salah-la-la-la-la-la-la-la-la-la / If he’s good enough for you, he’s good enough for me / If he scores another few, then I’ll be Muslim too / If he’s good enough for you, he’s good enough for me / Sitting in the mosque, that’s where I wanna be.” (Yasmin Serhan: 2018)

Jum'at, 29/06/2018 21:31 0

Suriah

Kiper Suriah Marah-marah Ketika Bendera Revolusi Berkibar di Tribun Lapangan

Alma ketika berlatih di kamp pelatihan di Austria, marah-marah saat melihat supporter itu membawa bendera revolusi Suriah. Ia mendesak agar bendera itu dibuang.

Jum'at, 29/06/2018 14:46 0

Yaman

PBB Buktikan Rudal Pemberontak Hutsi Diproduksi Iran

Lima pecahan rudal yang ditemukan di daerah Yanbu dan Riyadh pada bulan Juli 2017 mirip dengan jenis rudal Iran "Qiam-1". Selain itu, di beberapa komponen rudal juga tertulis kata "Made in Iran".

Jum'at, 29/06/2018 14:13 0

Amerika

Pria Bersenjata Tembaki Kantor Sebuah Koran di Maryland, Lima Tewas

Aksi penembakan menargetkan koran lokal terjadi di Annapolis, negara bagian Maryland, Amerika Serikat

Jum'at, 29/06/2018 09:03 0

Suriah

HTS Gerebek Markas Sel ISIS di Idlib

Al-Shami mengatakan kepada kantor berita yang berafiliasi dengan HTS, Iba’, bahwa aparat keamanan telah menyerbu beberapa posisi sel ISIS di kota Neirib di pedesaan Idlib.

Jum'at, 29/06/2018 08:54 0

Malaysia

Malaysia Keluar dari Koalisi Militer Arab Saudi di Yaman

Ia menambahkan bahwa negaranya "selalu mengadopsi kebijakan netral dan tidak mendukung arah politik negara-negara besar dunia."

Jum'at, 29/06/2018 07:59 0

Eropa

Jelang KTT Trump-Putin, Negara-negara Anggota NATO Cemas

Menurut Maria, Putin orangnya “terlalu menawan”, dan sulit untuk memprediksi bagaimana cara Trump nantinya dalam merespon dan memberikan reaksi terhadap Putin.

Kamis, 28/06/2018 15:21 0

Tazkiyah

Hidayah Suami Lantaran Doa Istri

Suatu hari, suamiku memasuki kamarku dan memukulku serta berlaku buruk kepadaku. Ketika itulah saya tidak sabar lagi untuk terus bersamanya. Saya putuskan untuk menelepon orang tua sedang saya menangis.

Kamis, 28/06/2018 15:01 0

Close