... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Didesak Putuskan Hubungan dengan Myanmar, Australia Menolak

Foto: Australia-Myanmar.

KIBLAT.NET, Canberra – Australia menolak seruan untuk memutuskan hubungan dengan militer Myanmar kendati para pemimpin militer negara itu didesak untuk diadili di Pengadilan Kriminal Internasional.

Amnesty International memimpin desakan agar 13 pejabat militer dan polisi Myanmar diadili atas kekejaman yang diduga dilakukan terhadap Muslim Rohingya yang telah memaksa lebih dari 702.000 orang mengungsi ke negara tetangga Bangladesh.

Amnesti telah meminta Australia untuk mengikuti negara-negara termasuk Amerika Serikat dan Inggris dalam memutuskan hubungan dengan militer Myanmar dan memberi sanksi pada 13 pejabat keamanan yang diduga terlibat dalam pembunuhan, perkosaan dan penyiksaan terhadap orang-orang Rohingya.

Namun Menteri Luar Negeri Julie Bishop mengatakan tidak ada rencana untuk mengubah hubungan Australia dengan militer Myanmar. Diketahui, Canberra memberikan dana $ 400.000 kepada pasukan pertahanan Tatmadaw untuk pelatihan dalam bantuan kemanusiaan, bantuan bencana, pemeliharaan perdamaian dan kelas bahasa Inggris.

“Keterlibatan pertahanan kami sangat terbatas pada area non-tempur seperti bantuan bencana dan pelatihan bahasa Inggris, dan dirancang untuk membantu mempromosikan perubahan positif di Myanmar, yang merupakan kepentingan Australia,” kata Bishop dalam sebuah pernyataan.

“Kami memiliki embargo senjata di Myanmar dan tidak melakukan latihan bersama,” tambahnya, seperti dikutip AAC, Kamis (28/06/2018).

Sejak tindakan militer dimulai Agustus lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa menggambarkan situasi ini sebagai “kasus pembersihan etnis”. Namun, Myanmar tak mengakui tuduhan itu.

BACA JUGA  Kebakaran Hutan Meningkat, Warga Australia Diperintah Tinggalkan Rumah

Uni Eropa dan Kanada awal pekan ini menjatuhkan sanksi, termasuk larangan perjalanan dan pembekuan aset kepada tujuh kepala militer senior Myanmar. Sanksi juga termasuk embargo senjata diperpanjang dan larangan pelatihan apapun, atau bekerja sama dengan pasukan pertahanan Myanmar.

Bishop mengklaim Australia sudah memiliki beberapa sanksi dalam kaitannya dengan Myanmar. “Pengaturan kebijakan kami tentang Myanmar, termasuk kemungkinan sanksi yang ditargetkan, berada di bawah tinjauan konstan,” katanya.

Sumber: Australia Associated Press
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tazkiyah

Waspada Sifat Sombong dalam Hal Dukung-Mendukung Tim Bola

Kesombongan ini semakin menjadi ketika mereka mengenyahkan ibadah dan merendahkan pendukung klub lain. Maka berhati-hatilah, karena sikap semacam itu bisa membawa kepada kesombongan yang peringatkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam

Kamis, 28/06/2018 12:44 0

Indonesia

Tiga Tewas Ditembaki Kelompok Bersenjata Papua di Distrik Torere

Korban tewas akibat penembakan kelompok bersenjata Papua terus berjatuhan. Kali ini tiga orang tewas di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya, Rabu (27/06/2018).

Kamis, 28/06/2018 11:11 0

Opini

Dapat THR, Utamakan Bayar Utang

Sebagai umat muslim, kita dianjurkan untuk segera melunasi utang jika sudah merasa mampu. Jangan meremehkan utang meskipun jumlahnya sedikit. Bisa jadi utang yang sedikit itu bisa membawa kita ke neraka. Jangan menunda-nunda untuk melunasinya karena itu merupakan bentuk kezaliman.

Kamis, 28/06/2018 10:39 0

Indonesia

Baku Tembak Iringi Pilkada Papua, Jubir OPM Umumkan Duduki Ibu Kota Nduga

Baku tembak antara aparat keamanan dengan kelompok yang mengklaim diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) terjadi sejak pukul 08.00 WIT tadi pagi.

Rabu, 27/06/2018 14:01 0

Editorial

Editorial: Ketika Olahraga Jadi Alat Politik

Jadi, dari pertalian antara olahraga dan politik atau ideologi, sudah tampak betapa olahraga dalam peradaban modern, bukan lagi sekadar kegiatan yang netral, melainkan kental sekali kandungan multimakna itu. Bahkan sudah tidak terlihat makna olahraga itu sendiri setelah semuanya terbaur oleh politik, yang ada hanyalah manipulasi sebuah kepuasan pribadi.

Selasa, 26/06/2018 18:50 1

Indonesia

Kapolri Tito Sebut Penembakan di Papua Ada Kepentingan Politik

Tito menyebutkan, terkadang ada sejumlah oknum yang memanfaatkan mereka demi kepentingan politik, terutama saat Pilkada. "Ada kelompok tertentu yang mengendalikan kelompok bersenjata ini saat Pilkada," ujarnya.

Selasa, 26/06/2018 15:05 1

Indonesia

Usai Tembaki Brimob, Kelompok Bersenjata Papua Bunuh Tiga Warga

Kelompok bersenjata Papua membunuh tiga orang warga setelah menembaki pesawat Trigana Air yang mengangkut personel brimob di Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua.

Selasa, 26/06/2018 14:32 0

Indonesia

Hijrah Dari Roker Jadi Dai, Meninggal Di Jalan Dakwah Jadi Cita-cita Harry Moekti

Meninggal Di Jalan Dakwah Jadi Cita-cita Harry Moekti

Senin, 25/06/2018 15:09 1

Indonesia

Pesawat Pengangkut Brimob Diberondong Kelompok Bersenjata Papua

Aksi penembakan pesawat kembali terjadi di Papua. Kali ini, pesawat carteran Trigana Air yang membawa pasukan Brimob diberondong pelaku diduga dari kelompok separatis bersenjata di Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua.

Senin, 25/06/2018 12:14 0

Opini

Intelijen, dari Medan Perang Menuju Kancah Bisnis Global

Dengan keunggulan di bidang penguasaan  strategi, teknologi dan informasi, dinasti Bani Umayyah mampu menguasai seluruh wilayah yang ada di Jazirah Arabia, Afrika Utara, Asia Tengah dan Asia Selatan hingga Eropa.

Senin, 25/06/2018 11:31 0

Close