... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Dapat THR, Utamakan Bayar Utang

Foto: Ilustrasi.

KIBLAT.NET – Ada yang berbeda dengan penetapan PP tentang pemberian THR dan gaji ke-13 tahun 2018 dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini pemerintah memberikan THR yang lebih besar bagi PNS, prajurit TNI, anggota Polri dan para pensiunan juga. Pensiunan ini termasuk veteran, pejabat negara dan anggota kepolisian. Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah PNS pusat dan daerah per Desember 2016 berjumlah 4,4 juta.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa gaji ke-13 yang akan diberikan sebesar gaji pokok satu bulan, tunjangan umum, keluarga, jabatan dan kinerja. Sementara, pensiun ke-13 yang dibayarkan sebesar pensiun pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan tambahan penghasilan (Liputan6.com, 24/5/2018).

Dilansir dari BBC News Indonesia (25/5/2018), total anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk pembayaran THR dan gaji ke-13 mencapai Rp 35,76 triliun atau 69% lebih banyak dari jumlah tahun lalu. Dana tersebut berasal dari APBN dan APBD. Pemberian THR dan gaji ke-13 ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan para penerima utamanya dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Selain itu, hal ini merupakan upaya pemerintah dalam mendorong tingkat konsumsi rumah tangga yang menjadi penentu tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

THR Lebih Banyak, Jangan Khilaf

Setelah mendapat THR yang kisarannya lebih besar, PNS dan para pensiunan harus lebih bijak dalam menggunakan THR. Jangan sampai tergoda dengan rayuan diskon besar-besaran menjelang Hari Raya.

Chief Marketing Officer PT Central Auto Financial (CAF), Yuda Wiryawan menjelaskan bahwa alokasi dana THR yang didapatkan biasanya digunakan untuk kebutuhan konsumsi. “Dari survei, aplikasi Jakpat 2017, 62% masyarakat pakai uang THR-nya untuk beli pakaian baru. Selebihnya digunakan untuk biaya mudik, gadget (gawai), liburan dan membayar utang cicilan,” ucapnya dalam diskusi ‘Peran Asuransi Ciptakan Mudik Aman’ di Ev Hive, Menara BTPN, Jakarta Selatan (Finance.detik.com, 7/6/2018).

BACA JUGA  Baru! Tradisi Ngambek dalam Dunia Literasi Indonesia

Sementara itu, Financial Planner dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini Sutikno menyarankan agar para pensiunan PNS menabung THR sebagai dana darurat karena para pensiunan yang sudah lanjut usia lebih membutuhkan likuiditas. Dalam hal ini, faktor usia akan membuat resiko kesehatan mereka jauh lebih tinggi. Sehingga, mereka dapat menggunakan dana tersebut bila dalam keadaan darurat (Finance.detik.com, 02/5/2018).

Sebagai contoh, Sutikno, pensiunan PNS Kementerian Kesehatan, memilih untuk menabung uang THR-nya sebesar Rp 3,4 juta karena sudah menganggarkan uang untuk hari raya. Beliau memiliki prinsip bahwa uang yang sudah di tangan akan lebih cepat habis karena manusia selalu punya alasan untuk membelanjakan uang tersebut. Sebaiknya disimpan saja. “Kalau diambil semua pasti akan habis pas hari raya,” katanya. Jadi, THR akan dicairkan jika anggaran yang disiapkan untuk hari raya tidak cukup. Namun, beliau berharap biaya untuk hari raya tidak akan membengkak.

Berbeda dengan Sutikno, Sutopo yang merupakan pensiunan PNS di Kodim 0734/Yogya sejak tahun 2003, menghabiskan uang THR-nya untuk melunasi utang yang segera jatuh tempo. “Setiap orang itu pasti punya utang,” ujarnya. Sebagiannya diberikan kepada cucu-cucunya untuk membantu membiayai pendidikan mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa penting bagi kita untuk memiliki prioritas dalam menggunakan uang THR. Baik para PNS maupun pensiunan, sebaiknya mengutamakan membayar utang terlebih dulu kemudian mengalokasikan sebagian lagi untuk keperluan mudik atau ditabung. Jangan sampai kita khilaf. Uang THR digunakan untuk liburan atau dihabiskan karena tergiur diskon besar-besaran menjelang hari raya. Sementara, kita menunda-nunda membayar utang yang akan jatuh tempo di saat sudah mampu.

Pandangan Islam Mengenai Kewajiban Membayar Utang

Sebagai umat muslim, kita dianjurkan untuk segera melunasi utang jika sudah merasa mampu. Jangan meremehkan utang meskipun jumlahnya sedikit. Bisa jadi utang yang sedikit itu bisa membawa kita ke neraka. Jangan menunda-nunda untuk melunasinya karena itu merupakan bentuk kezaliman. “Penundaan utang bagi mereka yang mampu adalah satu kezaliman.” (HR. Bukhari-41/585)

BACA JUGA  Slogan NKRI Harga Mati (Masih) Menjadi Alat Gebuk

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari no. 18 dan Ibnu Majah no. 2411)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410)

Naudzubillah mindzalik, betapa ngerinya ancaman bagi orang-orang yang tidak berniat melunasi utangnya. Meskipun mereka mati syahid, dosa karena masih berutang tidak akan diampuni. Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali utang.” (HR. Muslim no. 1886)

Bahkan, di zaman Rasulullah, hal yang pertama kali dipertanyakan sebelum jenazah dishalatkan adalah apakah mayit tersebut memiliki utang. Rasulullah tidak mau menshalati jenazah yang masih memiliki utang (Lihat HR. Bukhari no. 2289). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078)

Oleh karena itu, segera lunasi utang jika akan jatuh tempo. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” (HR. Bukhari no. 2393)

Meskipun dalam Islam berutang itu diperbolehkan jika dalam keadaan darurat, namun berusahalah agar terhindar dari utang. Jangan sampai kita mudah berutang tapi sulit untuk melunasinya. Sehingga berbuat zalim kepada orang yang diutangi. Sungguh dosa yang begitu besar. Wallahu a’lam bisshawab

Penulis: Anhisa Fitri, S.Pd., M.Hum (Praktisi Pendidikan)

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Pengamat: Kemenangan Erdogan Tunjukkan Dirinya Kuat di Mata Barat

Hal ini sangat penting. Secara internasional, pemilu di Turki kali ini seolah memberikan pesan kepada negara-negara Barat yang sudah terlanjur mengklaim pemilu akan berlangsung dua putaran, bahwa Erdogan adalah seorang pemimpin yang kuat.

Kamis, 28/06/2018 10:05 0

Afghanistan

Dalam 4 Hari, Taliban Lancarkan Serangan ke 15 Provinsi Afghanistan

Imarah Islam (Taliban) telah menawan lebih dari 70 polisi Afghan dan mengambil alih sejumlah pos penjagaan terluar setelah terlibat kontak senjata dengan pasukan keamanan di distrik Jalrez, provinsi Wardak, di selatan ibukota Kabul.

Kamis, 28/06/2018 09:26 0

Suriah

Utusan PBB: Situasi di Suriah Selatan Menuju Seperti Nasib Ghouta Timur

Ia menambahkan bahwa eskalasi di selatan Suriah akan menyebabkan ketidakstabilan di kawasan tersebut, di mana lebih dari 50 ribu pengungsi baru menjejali perbatasan dengan Yordania.

Kamis, 28/06/2018 08:24 0

Amerika

Studi: Cuitan Donald Trump Tingkatkan Kekerasan terhadap Muslim

Peneliti Universitas Warwick, Karsten Müller dan Carlo Schwarz menemukan bukti yang menunjukkan bahwa tweet-tweet Donald Trump tentang Islam telah menyebabkan peningkatan kejahatan kebencian anti-Muslim selama beberapa tahun terakhir.

Rabu, 27/06/2018 15:00 0

Suriah

Oposisi Suriah Akui Tembak Jatuh Pesawat Assad di Daraa

Pejuang oposisi bersenjata mengaku menembak jatuh sebuah pesawat tempur Assad di provinsi Daraa pada Selasa (26/06/2018). Sebuah video yang diterbitkan di media sosial menunjukkan saat pesawat tertembak.

Rabu, 27/06/2018 14:22 0

Suriah

Yordania Tolak Pengungsi Suriah

Bettina Luchre, juru bicara Program Pangan Dunia (WFP), menekankan bahwa jumlah pengungsi akan meningkat dua kali lipat seiring pertempuran yang semakin sengit.

Rabu, 27/06/2018 14:07 0

Indonesia

Baku Tembak Iringi Pilkada Papua, Jubir OPM Umumkan Duduki Ibu Kota Nduga

Baku tembak antara aparat keamanan dengan kelompok yang mengklaim diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) terjadi sejak pukul 08.00 WIT tadi pagi.

Rabu, 27/06/2018 14:01 0

Afrika

Tentara Mali Terbukti Eksekusi Belasan Sipil di Pasar

Kepala misi PBB, Mohamed Saleh al-Nazif, meminta otoritas Mali memastikan bahwa penyelidikan yang sedang berlangsung selesai sesegera mungkin.

Rabu, 27/06/2018 09:17 0

Amerika

MA Dukung Putusan Trump, Larang Warga Muslim Masuk AS

Lembaga pemerintah yang didominasi oleh kaum konservatif itu mengeluarkan keputusannya dengan dukungan lima suara melawan empat suara. Perdebatan sengit yang berlangsung di MA akhirnya memenangkan kubu pendukung keputusan Trump.

Rabu, 27/06/2018 07:58 0

Editorial

Editorial: Ketika Olahraga Jadi Alat Politik

Jadi, dari pertalian antara olahraga dan politik atau ideologi, sudah tampak betapa olahraga dalam peradaban modern, bukan lagi sekadar kegiatan yang netral, melainkan kental sekali kandungan multimakna itu. Bahkan sudah tidak terlihat makna olahraga itu sendiri setelah semuanya terbaur oleh politik, yang ada hanyalah manipulasi sebuah kepuasan pribadi.

Selasa, 26/06/2018 18:50 1

Close