... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dalam 4 Hari, Taliban Lancarkan Serangan ke 15 Provinsi Afghanistan

Foto: Provinsi Wardak, Afghanistan.

KIBLAT.NET, Wardak – Imarah Islam (Taliban) telah menawan lebih dari 70 polisi Afghan dan mengambil alih sejumlah pos penjagaan terluar setelah terlibat kontak senjata dengan pasukan keamanan di distrik Jalrez, provinsi Wardak, di selatan ibukota Kabul. Di lain pihak, pemerintah Afghan terus memberlakukan gencatan senjata sepihak di tengah operasi-operasi militer gencar oleh Taliban.

Dalam pernyataan yang dirilis melalui situs resminya, Taliban mengumumkan telah merebut dan menguasai 13 pos keamanan dan 1 basis militer. Selain itu, puluhan pasukan keamanan Afghan menjadi korban tewas dan luka-luka, sementara 72 lainnya menyerahkan diri kepada Taliban setelah berusaha memberikan perlawanan.

Taliban juga mengklaim berhasil menghancurkan 6 unit tank di antaranya 4 menggunakan serangan bom/ranjau improvisasi (IED) dan 2 menggunakan RPG ketika pasukan bantuan datang dan berupaya menolong rekan mereka sesama tentara Afghan. Menurut pengamat, tank yang dimaksud kemungkinan adalah kendaraan Humvee lapis baja buatan AS. Sejumlah besar senjata, amunisi, dan peralatan militer termasuk sebuah teropong malam night-vision menjadi rampasan milik Taliban.

Pejabat-pejabat Afghan memberikan pernyataan yang mengkonfirmasi laporan Taliban. Dua anggota dewan provinsi Wardak membenarkan bahwa lebih dari 80 personil polisi Kamtibmas ditangkap Taliban setelah sempat memberikan perlawanan ringan. Demikian laporan harian Jerman, Deutsche Welle. Seorang anggota dewan provinsi lainnya malah menuding para komandan kepolisian “main mata” dengan Taliban, dan nobar pertandingan kriket di pos-pos pemeriksaan polisi.

BACA JUGA  Trump Kunjungi Pasukannya di Afghanistan dan Janjikan Gencatan Senjata

Distrik Jalrez berbatasan langsung dengan provinsi Kabul dan hanya berjarak tidak terlalu jauh dengan ibukota Kabul. Selama lebih dari 2 tahun terakhir, Jalrez menjadi area kontestasi militer antara pejuang-pejuang Taliban dengan pasukan rezim Kabul. Serangan Taliban di provinsi Wardak ini bukan satu-satunya dari banyak serangan sejak Taliban mengumumkan berakhirnya gencatan senjata selama 3 hari pasca akhir Ramadhan. Di lain pihak, pemerintah Afghan bersama sekutu mereka militer AS mengumumkan perpanjangan gencatan senjata, namun Taliban menolak dan langsung menggelar serangan berikutnya. Sebelum ini, dalam salah satu serangan masif di provinsi Badghis, Taliban merebut sebuah markas militer dan menewaskan lebih dari 30 pasukan Afghan.

Kementerian Pertahanan Afghan mengklaim bahwa Taliban telah melancarkan serangan di 10 provinsi selama 4 hari terakhir di saat militer Afghan bersikap defensif dan menghormati kebijakan gencatan senjata sepihak oleh pemerintah. Walau demikian, pihak militer secara jelas menganggap remeh berbagai aksi ofensif Taliban tersebut.

Hari Ahad (24/06), melalui situs resmi “Voice of Jihad” Taliban mengumumkan telah menggelar berbagai serangan di 15 provinsi, yaitu: Baghlan, Daykuni, Ghazni, Helmand, Jawzjan, Kabul, Kapisa, Kunar, Kunduz, Logar, Nangarhar, Paktia, Paktika, Uruzgan, dan Wardak. Pernyataan publik Taliban ini harus dilihat sebagai sebuah pernyataan yang kredibel, mengingat mereka jarang atau tidak pernah mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang tidak mereka lakukan. Ditambah pula, pernyataan Taliban biasanya terverifikasi oleh laporan media-media lokal.

BACA JUGA  Jubir Taliban Bantah Pernyataan Trump Saat Kunjungi ke Afghanistan

Inilah fenomena perang Afghanistan hari ini, bahwa pemerintah Kabul masih terus bersikukuh untuk menerapkan gencatan senjata secara sepihak dengan harapan supaya Taliban mau diajak bernegosiasi. Padahal, Taliban justru mengambil keuntungan dari situasi seperti ini, terutama atas “liburnya” militer Afghan, dengan melancarkan serangan-serangan mematikan.

Sumber: Long War Journal
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Baku Tembak Iringi Pilkada Papua, Jubir OPM Umumkan Duduki Ibu Kota Nduga

Baku tembak antara aparat keamanan dengan kelompok yang mengklaim diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) terjadi sejak pukul 08.00 WIT tadi pagi.

Rabu, 27/06/2018 14:01 0

Editorial

Editorial: Ketika Olahraga Jadi Alat Politik

Jadi, dari pertalian antara olahraga dan politik atau ideologi, sudah tampak betapa olahraga dalam peradaban modern, bukan lagi sekadar kegiatan yang netral, melainkan kental sekali kandungan multimakna itu. Bahkan sudah tidak terlihat makna olahraga itu sendiri setelah semuanya terbaur oleh politik, yang ada hanyalah manipulasi sebuah kepuasan pribadi.

Selasa, 26/06/2018 18:50 1

Indonesia

Kapolri Tito Sebut Penembakan di Papua Ada Kepentingan Politik

Tito menyebutkan, terkadang ada sejumlah oknum yang memanfaatkan mereka demi kepentingan politik, terutama saat Pilkada. "Ada kelompok tertentu yang mengendalikan kelompok bersenjata ini saat Pilkada," ujarnya.

Selasa, 26/06/2018 15:05 1

Indonesia

Usai Tembaki Brimob, Kelompok Bersenjata Papua Bunuh Tiga Warga

Kelompok bersenjata Papua membunuh tiga orang warga setelah menembaki pesawat Trigana Air yang mengangkut personel brimob di Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua.

Selasa, 26/06/2018 14:32 0

Indonesia

Hijrah Dari Roker Jadi Dai, Meninggal Di Jalan Dakwah Jadi Cita-cita Harry Moekti

Meninggal Di Jalan Dakwah Jadi Cita-cita Harry Moekti

Senin, 25/06/2018 15:09 1

Indonesia

Pesawat Pengangkut Brimob Diberondong Kelompok Bersenjata Papua

Aksi penembakan pesawat kembali terjadi di Papua. Kali ini, pesawat carteran Trigana Air yang membawa pasukan Brimob diberondong pelaku diduga dari kelompok separatis bersenjata di Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua.

Senin, 25/06/2018 12:14 0

Opini

Intelijen, dari Medan Perang Menuju Kancah Bisnis Global

Dengan keunggulan di bidang penguasaan  strategi, teknologi dan informasi, dinasti Bani Umayyah mampu menguasai seluruh wilayah yang ada di Jazirah Arabia, Afrika Utara, Asia Tengah dan Asia Selatan hingga Eropa.

Senin, 25/06/2018 11:31 0

Indonesia

Teroris Sparatis OPM Bertanggung Jawab Atas Penembakan Pesawat di Kenyam

Juru Bicara Tentara OPM mengatakan penembakan dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap Pemilihan Gubernur Papua

Sabtu, 23/06/2018 17:11 1

Indonesia

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penodaan Agama Sukmawati, DSKS Protes

Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) memprotes keputusan polisi yang mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan penodaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri

Sabtu, 23/06/2018 11:34 0

Tazkiyah

Begini Ketegasan Syekh Abdul Qadir Jailani Terhadap Perkara Bid’ah

Syekh Abdul Qadir Jailani adalah sosok yang tegas terhadap perkara bid’ah dalam agama. Beliau senantiasa menasehati muridnya agar mengikuti sunah.

Jum'at, 22/06/2018 20:13 0

Close