... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban: Seruan Gencatan Bertujuan Lucuti Senjata

Foto: Unit Pasukan Khusus Taliban Afghanistan/ilustrasi

KIBLAT.NET, Kabul – Gerakan Taliban Afghanistan, Senin (25/06), menolak seruan oleh para pemerintah dan aktivis Afghanistan untuk memperpanjang gencatan senjata bulan ini. Gerakan yang selama belasan tahun menghadapi penjajah asing itu menegaskan bahwa menerima gencatan sama saja menyerah kepada kekuatan asing.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid menolak “slogan” perdamaian dan mendesak aktivis masyarakat sipil dan yang lainnya untuk tidak bergabung dengan gerakan, yang dia katakan adalah permainan di tangan pasukan AS dan internasional, yang menginginkan Taliban keluar dari Afghanistan.

“Mereka tidak berbicara tentang penjajahan atau penarikan diri orang asing. Tujuan mereka adalah melucuti senjata dan menerima rezim yang disetir oleh penjajah,” tegas Mujahid.

Gencatan senjata tiga hari selama Idul Fitri bulan ini memberikan dorongan baru untuk seruan perdamaian menurut pemerintah, di mana tentara pemerintah dapat bertemu pejuang Taliban dan warga sipil di pusat ibukota Afghanistan, Kabul, tanpa memegang senjata.

Sejumlah tokoh suku menggelar konferensi terbatas untuk menyeru pemerintah dan Taliban berdamai.

Sebelumnya, presiden Afghanistan menyerukan memperpanjang gencatan Idul Fitri selama 10 hari. Namun Taliban tidak menerima gencatan itu dan kembali mengangkat senjata setelah tiga hari “libur”.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Hijrah Dari Roker Jadi Dai, Meninggal Di Jalan Dakwah Jadi Cita-cita Harry Moekti

Meninggal Di Jalan Dakwah Jadi Cita-cita Harry Moekti

Senin, 25/06/2018 15:09 1

Indonesia

Pesawat Pengangkut Brimob Diberondong Kelompok Bersenjata Papua

Aksi penembakan pesawat kembali terjadi di Papua. Kali ini, pesawat carteran Trigana Air yang membawa pasukan Brimob diberondong pelaku diduga dari kelompok separatis bersenjata di Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua.

Senin, 25/06/2018 12:14 0

Opini

Intelijen, dari Medan Perang Menuju Kancah Bisnis Global

Dengan keunggulan di bidang penguasaan  strategi, teknologi dan informasi, dinasti Bani Umayyah mampu menguasai seluruh wilayah yang ada di Jazirah Arabia, Afrika Utara, Asia Tengah dan Asia Selatan hingga Eropa.

Senin, 25/06/2018 11:31 0

Indonesia

Teroris Sparatis OPM Bertanggung Jawab Atas Penembakan Pesawat di Kenyam

Juru Bicara Tentara OPM mengatakan penembakan dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap Pemilihan Gubernur Papua

Sabtu, 23/06/2018 17:11 1

Indonesia

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penodaan Agama Sukmawati, DSKS Protes

Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) memprotes keputusan polisi yang mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan penodaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri

Sabtu, 23/06/2018 11:34 0

Tazkiyah

Begini Ketegasan Syekh Abdul Qadir Jailani Terhadap Perkara Bid’ah

Syekh Abdul Qadir Jailani adalah sosok yang tegas terhadap perkara bid’ah dalam agama. Beliau senantiasa menasehati muridnya agar mengikuti sunah.

Jum'at, 22/06/2018 20:13 0

Indonesia

Studi: Indonesia Masuk dalam Peringkat Tertinggi Pelarangan Agama

KIBLAT.NET – Indonesia masuk dalam kategori negara tertinggi dalam pelarangan agama, menurut penelitian Pew Research Center...

Jum'at, 22/06/2018 10:43 0

Rohah

Mengaku Nabi di Hadapan Al-Makmun

Seseorang yang mengaku dirinya Nabi menghadap khalifah Al-Makmun. Beliau bertanya kepada orang itu

Kamis, 21/06/2018 16:05 0

Tazkiyah

Gelimang Harta dan Tahta Tak Membuatnya Bahagia

Ketika ajal mendekatinya, ia memberikan kepada saudagar itu, majikannya, cincin yang selalu dipakainya dan berkata, “Aku sebenarnya adalah anak khalifah al-Makmun. Apabila aku mati, mandikanlah, kafanilah, dan kuburkanlah aku, kemudian serahkanlah cincin ini kepada ayahku.”

Kamis, 21/06/2018 15:00 0

Opini

Orientasi Penerapan Hukum Islam

“Hukum Islam sangat jelas manfaat agamanya, dan menuntaskan masalah hingga ke akar persoalannya. Hukum Islam sangat solutif, efektif, dan produktif. Berbagai hal positif dilahirkan oleh Hukum Islam, sehingga patut disebut hukum positif.”

Kamis, 21/06/2018 12:45 0

Close