... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pencabutan Aturan Wanita Tak Boleh Mengemudi di Saudi Resmi Berlaku

Foto: Wanita Saudi mengemudi/Ilustrasi

KIBLAT.NET, Riyadh – Larangan wanita mengemudi di Arab Saudi resmi berlaku pada Ahad (24/06). Hal itu disambut gembira oleh aktivis liberal yang diangkat oleh media-media internasional. Di tengah blow up media, sejumlah tokoh dan ulama Saudi tetap menolak keputusan pencabutan tersebut.

Seperti dilansir dari Reuters Arabic, pensiunan pegawai pemerintah di kota Jeddah, Wadih Al-Marzuqi, menegaskan menolak keras pencabutan larangan wanita mengemudi. Keputusan itu sama saja merusak identitas kerajaan Islam.

Marzuqi menunjukkan bahwa dia telah menyarankan suami tiga putrinya untuk tidak membiarkan istri mereka mengemudi.

Pelarangan wanita mengemudi di Arab Saudi didasarkan pada alasan agama dan budaya, termasuk pandangan bahwa wanita mengemudi akan mendorong perbuatan Ikhtilath dan maksiat.

Ulama Saudi mengatakan bahwa perempuan tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang mengemudi. Sementara yang lain memperingatkan bahwa perempuan yang mengendarai mobil dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi dan kesuburan.

Akan tetapi, setelah Raja Salman bin Abdul Aziz mengumumkan pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan dalam konteks reformasi ekonomi yang luas Sembilan lalu, tidak ada suara kritikan terbuka.

Sementara sekitar seperempat warga Saudi yang disurvei dalam survei baru-baru ini menunjukkan penolakan mereka untuk mencabut larangan itu. Sepertiga mengatakan mereka khawatir tindakan itu akan mengancam tradisi yang diwariskan.

Namun kritikan terhadap keputusan pemerintah tetap tidak ada. Terutama setelah tindakan keras terhadap para pembangkang, termasuk penangkapan sekitar 30 ulama, intelektual dan aktivis pada bulan September dan belasan lebih aktivis hak perempuan bulan lalu.

BACA JUGA  Kunjungi Saudi, Putin Perluas Pengaruh di Timur Tengah

Para pendukung pemerintah mengatakan langkah-langkah tersebut diperlukan ketika pihak berwenang berusaha mengambil jalan yang sulit untuk menyeimbangkan reformasi liberal dan tradisi sosial.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Teroris Sparatis OPM Bertanggung Jawab Atas Penembakan Pesawat di Kenyam

Juru Bicara Tentara OPM mengatakan penembakan dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap Pemilihan Gubernur Papua

Sabtu, 23/06/2018 17:11 1

Indonesia

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penodaan Agama Sukmawati, DSKS Protes

Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) memprotes keputusan polisi yang mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan penodaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri

Sabtu, 23/06/2018 11:34 0

Tazkiyah

Begini Ketegasan Syekh Abdul Qadir Jailani Terhadap Perkara Bid’ah

Syekh Abdul Qadir Jailani adalah sosok yang tegas terhadap perkara bid’ah dalam agama. Beliau senantiasa menasehati muridnya agar mengikuti sunah.

Jum'at, 22/06/2018 20:13 0

Indonesia

Studi: Indonesia Masuk dalam Peringkat Tertinggi Pelarangan Agama

KIBLAT.NET – Indonesia masuk dalam kategori negara tertinggi dalam pelarangan agama, menurut penelitian Pew Research Center...

Jum'at, 22/06/2018 10:43 0

Rohah

Mengaku Nabi di Hadapan Al-Makmun

Seseorang yang mengaku dirinya Nabi menghadap khalifah Al-Makmun. Beliau bertanya kepada orang itu

Kamis, 21/06/2018 16:05 0

Tazkiyah

Gelimang Harta dan Tahta Tak Membuatnya Bahagia

Ketika ajal mendekatinya, ia memberikan kepada saudagar itu, majikannya, cincin yang selalu dipakainya dan berkata, “Aku sebenarnya adalah anak khalifah al-Makmun. Apabila aku mati, mandikanlah, kafanilah, dan kuburkanlah aku, kemudian serahkanlah cincin ini kepada ayahku.”

Kamis, 21/06/2018 15:00 0

Opini

Orientasi Penerapan Hukum Islam

“Hukum Islam sangat jelas manfaat agamanya, dan menuntaskan masalah hingga ke akar persoalannya. Hukum Islam sangat solutif, efektif, dan produktif. Berbagai hal positif dilahirkan oleh Hukum Islam, sehingga patut disebut hukum positif.”

Kamis, 21/06/2018 12:45 0

Indonesia

Lebaran Usai, KPAI Ingatkan Dampak Urbanisasi

Pasca lebaran banyak warga dari desa berusaha mencari penghidupan di kota-kota besar. Hal ini diingatkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr. Susanto. Dia mengimbau agar pelaku urbanisasi tersebut memperhatikan beberapa hal.

Kamis, 21/06/2018 12:21 0

Tazkiyah

Ingin Didoakan Malaikat? Lakukan Amalan-amalan Ini

Ibnu Katsir berkata: Adapun shalawat dari malaikat dalam ayat di atas, maknanya adalah doa dan istighfar bagi para manusia. (Tafsir Ibnu Katsir, 3/496)

Kamis, 21/06/2018 11:47 0

Tazkiyah

Antara Ridha, Maaf dan Ampunan Allah, Apa Bedanya?

Di dalam al-Quran, banyak sekali ayat-ayat yang bersinggungan dengan maaf, ridha dan ampunan. Sebenarnya apa perbedaan ketiganya?

Kamis, 21/06/2018 08:50 0

Close