... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Politik Iraq: Haider al-Abadi Bentuk Aliansi dengan Moqtada al-Sadr

Foto: Haider al-Abadi Bentuk Aliansi dengan Moqtada al-Sadr

KIBLAT.NET, Baghdad – Perdana Menteri Iraq Haider al-Abadi dan tokoh Syiah Moqtada al-Sadr pada Sabtu (23/06/2018), mengumumkan telah membentuk koalisi setelah terjadi ketegangan politik selama berminggu-minggu.

Sebelumnya, Aliansi Kemenangan milik Abadi menempati urutan ketiga dalam pemilihan parlemen bulan Mei. Sementaran Aliansi Saeroon milik Sadr memenangkan jumlah kursi terbanyak.

Abadi melakukan perjalanan ke kota Syiah Najaf untuk bertemu dengan Sadr. Setelah tiga jam perundingan mereka mengeluarkan pernyataan bersama tersebut.

“Kami mengumumkan aliansi lintas-sektarian lintas-etnis untuk mempercepat pembentukan pemerintah berikutnya dan untuk menyetujui poin-poin umum yang menjamin kepentingan rakyat Iraq,” kata Sadr pada konferensi pers di kota Syiah Najaf.

Dia menyerukan aliansi yang lebih luas yang terdiri dari semua komponen masyarakat Iraq yang akan membentuk pemerintahan yang inklusif.

Sadr menampilkan dirinya sebagai seorang nasionalis non-sektarian yang menentang Amerika Serikat dan pengaruh Iran atas negaranya. Saeroon adalah aliansi elektoral antara politisi Sadrist, Partai Komunis Iraq, dan kandidat sekuler lainnya.

Pada awal Juni, Sadr bersekutu dengan Hadi al-Amiri, seorang komandan milisi Syiah yang dekat dengan Iran. Aliansi Fatih milik Amiri menempati urutan kedua dalam pemilu parlemen.

Tidak ada reaksi segera dari aliansi Amiri atas pengumuman tersebut. Tetapi, Abadi mengatakan bahwa perjanjian dengan Sadr tidak akan berkompromi dengan aliansi lainnya.

“Saya menegaskan bahwa aliansi ini tidak bertentangan dengan aliansi lain yang mana dari kedua daftar tersebut sebelumnya telah masuk ke dalam blok-blok lain, sebaliknya, ia mengalir ke arah yang sama dan prinsip yang sama,” kata Abadi.

Tiga blok pemenang teratas, semua pimpinan Syiah, memiliki lebih dari 140 kursi. Setidaknya 165 kursi diperlukan untuk membentuk pemerintahan, meskipun secara tradisional blok yang berkuasa di parlemen cenderung lebih besar sehingga mencakup anggota parlemen Arab Sunni dan Kurdi.

Prinsip-prinsip Aliansi

Koalisi antara Sadr, Amiri, dan Abadi bisa mengalami perpecahan internal. Abadi telah menyeimbangkan kepentingan AS dan Iran selama masa jabatannya dengan dukungan Barat. Sadr mengatakan dia menentang keduanya, sementara Amiri adalah sekutu terbesar Iran di Iraq.

Sebuah sumber yang dekat dengan aliansi Sadr mengatakan masalah paling sulit adalah siapa yang akan mengisi jabatan perdana menteri di pemerintahan baru.

Meskipun berada di posisi ketiga, Abadi berharap untuk memenangkan masa jabatan kedua sebagai kandidat perdana menteri. Namun, para analis dan diplomat mengatakan dia akan dilemahkan dan tunduk pada Sadr dan Amiri jika tetap bersikukuh dengan jabatannya.

Abadi dan Sadr menyerukan kepada para pemimpin blok lain untuk bertemu dan “menyetujui langkah-langkah yang akan datang” untuk mempercepat pembentukan pemerintah Iraq yang inklusif.

Para pemimpin politik di Iraq secara tradisional mengadakan pertemuan seperti itu setelah pemilihan umum sebagai bagian dari proses panjang dan sering rumit dalam membentuk pemerintahan koalisi, karena tidak ada partai yang pernah memenangkan kursi yang cukup untuk membentuk pemerintahan sendiri.

Proses ini semakin rumit kali ini karena parlemen berikutnya lahir dari pemilihan yang dirusak oleh jumlah pemilih dan dugaan penipuan yang rendah secara historis.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Teroris Sparatis OPM Bertanggung Jawab Atas Penembakan Pesawat di Kenyam

Juru Bicara Tentara OPM mengatakan penembakan dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap Pemilihan Gubernur Papua

Sabtu, 23/06/2018 17:11 1

Indonesia

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penodaan Agama Sukmawati, DSKS Protes

Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) memprotes keputusan polisi yang mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan penodaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri

Sabtu, 23/06/2018 11:34 0

Tazkiyah

Begini Ketegasan Syekh Abdul Qadir Jailani Terhadap Perkara Bid’ah

Syekh Abdul Qadir Jailani adalah sosok yang tegas terhadap perkara bid’ah dalam agama. Beliau senantiasa menasehati muridnya agar mengikuti sunah.

Jum'at, 22/06/2018 20:13 0

Indonesia

Studi: Indonesia Masuk dalam Peringkat Tertinggi Pelarangan Agama

KIBLAT.NET – Indonesia masuk dalam kategori negara tertinggi dalam pelarangan agama, menurut penelitian Pew Research Center...

Jum'at, 22/06/2018 10:43 0

Rohah

Mengaku Nabi di Hadapan Al-Makmun

Seseorang yang mengaku dirinya Nabi menghadap khalifah Al-Makmun. Beliau bertanya kepada orang itu

Kamis, 21/06/2018 16:05 0

Tazkiyah

Gelimang Harta dan Tahta Tak Membuatnya Bahagia

Ketika ajal mendekatinya, ia memberikan kepada saudagar itu, majikannya, cincin yang selalu dipakainya dan berkata, “Aku sebenarnya adalah anak khalifah al-Makmun. Apabila aku mati, mandikanlah, kafanilah, dan kuburkanlah aku, kemudian serahkanlah cincin ini kepada ayahku.”

Kamis, 21/06/2018 15:00 0

Opini

Orientasi Penerapan Hukum Islam

“Hukum Islam sangat jelas manfaat agamanya, dan menuntaskan masalah hingga ke akar persoalannya. Hukum Islam sangat solutif, efektif, dan produktif. Berbagai hal positif dilahirkan oleh Hukum Islam, sehingga patut disebut hukum positif.”

Kamis, 21/06/2018 12:45 0

Indonesia

Lebaran Usai, KPAI Ingatkan Dampak Urbanisasi

Pasca lebaran banyak warga dari desa berusaha mencari penghidupan di kota-kota besar. Hal ini diingatkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr. Susanto. Dia mengimbau agar pelaku urbanisasi tersebut memperhatikan beberapa hal.

Kamis, 21/06/2018 12:21 0

Tazkiyah

Ingin Didoakan Malaikat? Lakukan Amalan-amalan Ini

Ibnu Katsir berkata: Adapun shalawat dari malaikat dalam ayat di atas, maknanya adalah doa dan istighfar bagi para manusia. (Tafsir Ibnu Katsir, 3/496)

Kamis, 21/06/2018 11:47 0

Tazkiyah

Antara Ridha, Maaf dan Ampunan Allah, Apa Bedanya?

Di dalam al-Quran, banyak sekali ayat-ayat yang bersinggungan dengan maaf, ridha dan ampunan. Sebenarnya apa perbedaan ketiganya?

Kamis, 21/06/2018 08:50 0

Close