... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gencatan Senjata Usai, Taliban Kembali Serbu Basis Militer Afghan

Foto: Badghis, Afghanistan.

KIBLAT.NET, Kabul – Sejumlah pejabat pemerintah Afghanistan mengatakan serangan Taliban telah menewaskan 30 pasukan keamanan di provinsi Badghis di bagian barat laut negara itu. Serangan ini terjadi pada hari Rabu (20/06/2018) dini hari waktu setempat.

Seorang pejabat pro-Kabul mengklaim, Taliban memanfaatkan masa gencatan senjata sebelumnya dengan melakukan infiltrasi dan pengintaian untuk mengumpulkan informasi sebelum melancarkan serangan.

Menurut Reuters yang bersumber dari beberapa pejabat Afghan mengatakan bahwa Taliban melancarkan serangan di 2 titik lokasi pos keamanan, dan juga menyerbu sebuah basis militer di distrik Bala Murghab.

“Pasukan Taliban dengan kekuatan besar datang dari berbagai arah,” kata ketua dewan provinsi di Badghis. “Setelah berjam-jam terjadi pertempuran sengit, 30 pasukan keamanan Afghan tewas dan Taliban berhasil menguasai basis militer,” imbuhnya.

Serangan yang menargetkan pos-pos keamanan terluar dan basis militer bisa jadi sebagai awal dan pra-kondisi sebelum Taliban menyerang pusat pemerintahan di Bala Murghab. Imarah Islam kerap mengerahkan pejuang-pejuang mereka di luar pusat distrik dan menyerang pos-pos keamanan luar yang mengakses pusat distrik sebelum menyerbu gedung-gedung pemerintahan.

Ketua dewan di tingkat provinsi mengatakan Taliban melakukan survei dan merencanakan serangan selama periode 3 hari gencatan senjata. Meski gencatan senjata bersifat non-mutual, terdapat beberapa hari irisan atau overlap antara Taliban dengan pihak pemerintah Afghan hingga akhir liburan Idul Fitri.

BACA JUGA  Investigasi PBB Konfirmasi 30 Sipil Tewas Dalam Kampanye Udara AS di Afghanistan Barat

Selama itu, pejuang-pejuang Taliban diijinkan masuk ke area-area yang dikontrol pemerintah, termasuk ibukota Kabul, dalam rangka merayakan Idul Fitri selama masa gencatan senjata. Sejumlah pejabat Afghan yang kritis sempat memperingatkan kemungkinan Taliban memanfaatkan akses tersebut untuk merencanakan serangan baru.

Beberapa foto suasana Idul Fitri yang memperlihatkan tentara-tentara Afghan saling berpelukan dengan para pejuang Taliban saat gencatan senjata sempat viral di medsos dan mencuatkan harapan barangkali Taliban akan bersedia bernegosiasi dengan pemerintah Afghan. Namun harapan itu sirna ketika Taliban menolak keinginan pemerintah untuk memperpanjang gencatan senjata selama 3 hari. Tak lama kemudian, aksi amaliyat Taliban kembali memakan korban tentara Afghan.

Meskipun Taliban terus melancarkan operasi militer, Presiden Ashraf Ghani tetap mengumumkan gencatan senjata sepihak selama 10 hari, termasuk menawarkan gencatan senjata 1 tahun apabila Taliban bersedia negosiasi. Dan ini bukanlah pertama kali. Sebelumnya Taliban juga menolak berunding dengan pemerintah Afghan karena dianggap tidak sesuai dengan Islam dan menjadi boneka AS dan negara-negara Barat.

Di masa lalu, juru bicara Taliban mengatakan mereka tidak siap menyepakati “jalan kematian dan kerusakan” hanya untuk beberapa kursi menteri dalam kerangka pembagian kekuasaan yang konyol. Taliban juga menolak memutuskan hubungan dengan al-Qaidah yang terus menjadi sekutu jihadis mereka hingga hari ini.

Sumber: TLWJ
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Teroris Sparatis OPM Bertanggung Jawab Atas Penembakan Pesawat di Kenyam

Juru Bicara Tentara OPM mengatakan penembakan dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap Pemilihan Gubernur Papua

Sabtu, 23/06/2018 17:11 1

Indonesia

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penodaan Agama Sukmawati, DSKS Protes

Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) memprotes keputusan polisi yang mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan penodaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri

Sabtu, 23/06/2018 11:34 0

Tazkiyah

Begini Ketegasan Syekh Abdul Qadir Jailani Terhadap Perkara Bid’ah

Syekh Abdul Qadir Jailani adalah sosok yang tegas terhadap perkara bid’ah dalam agama. Beliau senantiasa menasehati muridnya agar mengikuti sunah.

Jum'at, 22/06/2018 20:13 0

Indonesia

Studi: Indonesia Masuk dalam Peringkat Tertinggi Pelarangan Agama

KIBLAT.NET – Indonesia masuk dalam kategori negara tertinggi dalam pelarangan agama, menurut penelitian Pew Research Center...

Jum'at, 22/06/2018 10:43 0

Rohah

Mengaku Nabi di Hadapan Al-Makmun

Seseorang yang mengaku dirinya Nabi menghadap khalifah Al-Makmun. Beliau bertanya kepada orang itu

Kamis, 21/06/2018 16:05 0

Tazkiyah

Gelimang Harta dan Tahta Tak Membuatnya Bahagia

Ketika ajal mendekatinya, ia memberikan kepada saudagar itu, majikannya, cincin yang selalu dipakainya dan berkata, “Aku sebenarnya adalah anak khalifah al-Makmun. Apabila aku mati, mandikanlah, kafanilah, dan kuburkanlah aku, kemudian serahkanlah cincin ini kepada ayahku.”

Kamis, 21/06/2018 15:00 0

Opini

Orientasi Penerapan Hukum Islam

“Hukum Islam sangat jelas manfaat agamanya, dan menuntaskan masalah hingga ke akar persoalannya. Hukum Islam sangat solutif, efektif, dan produktif. Berbagai hal positif dilahirkan oleh Hukum Islam, sehingga patut disebut hukum positif.”

Kamis, 21/06/2018 12:45 0

Indonesia

Lebaran Usai, KPAI Ingatkan Dampak Urbanisasi

Pasca lebaran banyak warga dari desa berusaha mencari penghidupan di kota-kota besar. Hal ini diingatkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr. Susanto. Dia mengimbau agar pelaku urbanisasi tersebut memperhatikan beberapa hal.

Kamis, 21/06/2018 12:21 0

Tazkiyah

Ingin Didoakan Malaikat? Lakukan Amalan-amalan Ini

Ibnu Katsir berkata: Adapun shalawat dari malaikat dalam ayat di atas, maknanya adalah doa dan istighfar bagi para manusia. (Tafsir Ibnu Katsir, 3/496)

Kamis, 21/06/2018 11:47 0

Tazkiyah

Antara Ridha, Maaf dan Ampunan Allah, Apa Bedanya?

Di dalam al-Quran, banyak sekali ayat-ayat yang bersinggungan dengan maaf, ridha dan ampunan. Sebenarnya apa perbedaan ketiganya?

Kamis, 21/06/2018 08:50 0

Close