... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PBB: 750 Ribu Warga Suriah dalam Ancaman Kekerasan Baru Rezim

Foto: Dara'a menjadi tempat penampungan bagi para pengungsi internal (foto: DW)

KIBLAT.NET – PBB mengatakan 750.000 warga Suriah barat daya mungkin berada dalam bahaya di tengah gelombang serangan baru oleh rezim Assad, di tepatnya di wilayah Dara’a.

“Hari ini, pertempuran dan penembakan terus dilaporkan di banyak kota di sisi timur dan barat Dara’a,” kata pernyataan PBB.

“Pada 20 Juni, penembakan dan pertempuran di beberapa wilayah pemerintahan Dara’a dilaporkan mengakibatkan kematian 20 orang, termasuk 11 di kota Dara’a; banyak lainnya terluka.”

Dianggap sebagai basis awal pemberontakan tahun 2011 di Suriah, saat ini Dara’a menjadi tuan rumah bagi ribuan pengungsi internal. Namun, banyak dari mereka telah meninggalkan daerah itu sejak serangan yang dipimpin rezim untuk merebut kembali daerah yang dikuasai pemberontak di gubernuran tersebut.

“Lebih dari 12.000 warga sipil telah meninggalkan rumah mereka dalam tiga hari terakhir setelah pasukan rezim mengintensifkan serangan bom dan udara mereka,” kata Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia. Lembaga ini bergantung pada jaringan sumber-sumber lokal di lapangan.

Seorang anak Suriah terlihat keluar jendela di sebuah tenda di Dara’a, Suriah
Dara’a menjadi tempat penampungan bagi para pengungsi internal

Ketegangan meningkat

Pada hari Selasa, pasukan rezim menjatuhkan selebaran di daerah yang dikuasai oposisi di Dara’a, mendesak warga sipil untuk membantu membersihkan daerah yang disebut “teroris,” kata yang digunakan oleh pemerintah untuk pasukan oposisi.

BACA JUGA  Seorang Tentara Suriah "Menghilang" Usai Lamar Putri Assad Via Online

Aktivis di Dara’a telah melaporkan milisi Syiah Hizbullah telah memasuki wilayah itu bersama pasukan rezim. Kota Dara’a terletak 30 kilometer dari Dataran Tinggi Golan yang disengketakan.

Pada tahun 2017, AS, Rusia dan Yordania sepakat untuk memasukkan Dara’a sebagai bagian dari “zona deeskalasi” yang bertujuan menciptakan zona aman bagi warga Suriah, terutama orang-orang yang terlantar.

Bulan lalu, AS memperingatkan bahwa akan diperlukan “langkah-langkah tegas dan tepat” untuk menjaga gencatan senjata di daerah tersebut.

Lebih dari 300.000 orang tewas sejak konflik itu muncul pada 2011, ketika pasukan pemerintah melancarkan tindakan brutal terhadap para pengunjuk rasa damai yang menyerukan pembebasan tahanan politik dan Presiden Bashar Assad untuk mundur.

Sejak itu, konflik telah berubah menjadi perang multi-front yang melibatkan kekuatan global, negara-negara tetangga dan aktor non-negara, termasuk AS, Rusia dan Iran.

Redaktur: Salem
Sumber: DW


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “PBB: 750 Ribu Warga Suriah dalam Ancaman Kekerasan Baru Rezim”

  1. KITA MINTA KPD PIHAK YG BERTIKAI DI SURIAH SUPAYA BERUNDING UTK MENUJU DAMAI

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rohah

Mengaku Nabi di Hadapan Al-Makmun

Seseorang yang mengaku dirinya Nabi menghadap khalifah Al-Makmun. Beliau bertanya kepada orang itu

Kamis, 21/06/2018 16:05 0

Tazkiyah

Gelimang Harta dan Tahta Tak Membuatnya Bahagia

Ketika ajal mendekatinya, ia memberikan kepada saudagar itu, majikannya, cincin yang selalu dipakainya dan berkata, “Aku sebenarnya adalah anak khalifah al-Makmun. Apabila aku mati, mandikanlah, kafanilah, dan kuburkanlah aku, kemudian serahkanlah cincin ini kepada ayahku.”

Kamis, 21/06/2018 15:00 0

Opini

Orientasi Penerapan Hukum Islam

“Hukum Islam sangat jelas manfaat agamanya, dan menuntaskan masalah hingga ke akar persoalannya. Hukum Islam sangat solutif, efektif, dan produktif. Berbagai hal positif dilahirkan oleh Hukum Islam, sehingga patut disebut hukum positif.”

Kamis, 21/06/2018 12:45 0

Indonesia

Lebaran Usai, KPAI Ingatkan Dampak Urbanisasi

Pasca lebaran banyak warga dari desa berusaha mencari penghidupan di kota-kota besar. Hal ini diingatkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr. Susanto. Dia mengimbau agar pelaku urbanisasi tersebut memperhatikan beberapa hal.

Kamis, 21/06/2018 12:21 0

Tazkiyah

Ingin Didoakan Malaikat? Lakukan Amalan-amalan Ini

Ibnu Katsir berkata: Adapun shalawat dari malaikat dalam ayat di atas, maknanya adalah doa dan istighfar bagi para manusia. (Tafsir Ibnu Katsir, 3/496)

Kamis, 21/06/2018 11:47 0

Tazkiyah

Antara Ridha, Maaf dan Ampunan Allah, Apa Bedanya?

Di dalam al-Quran, banyak sekali ayat-ayat yang bersinggungan dengan maaf, ridha dan ampunan. Sebenarnya apa perbedaan ketiganya?

Kamis, 21/06/2018 08:50 0

Rohah

Gaji Petugas Daulah Menurut Hasan Al-Bashri

Seorang petugas daulah bertanya kepada Hasan Basri tentang penerimaan gaji dari negara, sebab menurutnya, dana yang ada di kas negara sebagian besar diperoleh dan dipungut dari hasil kezaliman.

Kamis, 21/06/2018 07:00 0

Tazkiyah

Pemimpin yang Kuat Lagi Amanah

Utsman kembali seraya berkata kepada semua yang ada di situ, “Barangsiapa ingin melihat seorang al-Qawi al-Amin (yang kuat lagi amanah), lihatlah orang itu!”

Rabu, 20/06/2018 13:12 0

Rohah

Solusi Kesedihan Ala Ibrahim bin Adham

Ibrahim Ibnu Adham melihat seorang yang tampak pada wajahnya seperti sedang ditimpa kesusahan dan kesedihan. Lalu Ibrahim bertanya kepada orang itu,"Aku ingin mengajukan tiga pertanyaan kepadamu.

Rabu, 20/06/2018 11:53 0

Tazkiyah

Bila Azan Berkumandang, Mengapa Kita Harus Segera ke Masjid?

Sesibuk apapun pekerjaannya, rela mereka tinggalkan bila panggilan azan berkumandang. Sebagai umat Islam—terlebih para aktivis—tentu kita harus menjadikan mereka sebagai sosok teladan dalam beragama.

Rabu, 20/06/2018 11:00 0

Close