... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Begini Ketegasan Syekh Abdul Qadir Jailani Terhadap Perkara Bid’ah

Foto: Abdul Qadir Jailani (Ilustrasi)

KIBLAT.NET – Adalah Syekh Abdul Qadir Jailani, siapa yang tidak tahu dengan sosok ulama tersohor ini? Di Indonesia, nama ini bukanlah nama yang asing. Hampir semua muslim Indonesia mengenalnya. Bahkan tidak hanya di Indonesia, ia dikenal baik di seluruh belahan dunia muslim. Namun sayang, tidak sedikit orang yang telah salah kaprah dalam menilai sosoknya. Sehingga banyak yang terjerumus dalam perbuatan bid’ah dengan mengatasnamakan beliau.

Padahal dalam banyak kajiannya, beliau adalah sosok yang tegas terhadap perkara bid’ah dalam agama. Beliau senantiasa menasehati muridnya agar mengikuti sunah. Beliau menghubungkan nasihat-nasihatnya itu dengan tauhid dan pentingnya menjauhi kesyirikan. Beliau berkata, “Ikutilah sunah dan jangan berbuat bid’ah. Taatilah Allah dan jangan melanggar larangan-larangan-Nya. Beribadahlah hanya kepada Allah dan jangan berbuat syirik.” (Futuh Al-Ghaib, Al-Jailani, makalah ke-2, hal: 10)

Dalam kesempatan lain beliau berujar “Ikutilah sunah dan jangan berbuat bid’ah. Beribadahlah sesuai sunah dan jangan menyelisihinya. Taatilah dan jangan menentang, Beribadahlah hanya kepada Allah dan jangan berbuat syirik.” (Al-Fath Ar-Rabbani, Al-Jailani, nasihat ke-47, hal: 151)

Syaikh abdul Qadir juga menjabarkan bahwa asas-asas kebaikan adalah hanya dengan mengikuti sunah Nabi SAW. Beliau mengatakan, “Asas-asas kebaikan hanyalah dengan mengikuti sunah Nabi n, baik perkataannya maupun perbuatannya.” (Al-Ghaniyyah, Al-Jailani, 1/79)

Selanjutnya, beliau menerangkan bahwa sesuatu yang paling utama bagi seorang mukmin yang berakal adalah mengikuti sunah. Beliau menuturkan, “Hal terpenting bagi seorang mukmin yang berakal lagi cerdas ialah agar mengikuti sunah dan tidak berbuat bid’ah; tidak mempersempit, mempersulit, apalagi memberat-beratkan diri, karena hal itu akan membuatnya tersesat, hancur, dan binasa.”

Ahlussunnah wal Jamaah mencela perbuatan bid’ah dan menentangnya. Mereka berhujah dengan banyak dalil, baik dari AL-Qur’an maupun As-Sunnah. Allah Ta’ala berfirman,

BACA JUGA  Ketika Khalifah Umar bin Khattab Tidak Didengarkan Rakyatnya

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“ …Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (An-Nur: 63)

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dari kami, maka ia tertolak.” (HR. Muslim)

Syekh Abdul Qadir Jailani juga menuturkan, “Wajib bagi seorang mukmin untuk mengikuti sunah dan jamaah. Sunah adalah apa-apa yang ditetapkan oleh Rasulullah n, sedangkan jamaah adalah apa saja yang disepakati oleh para shahabat pada masa Khulafa’ Ar-Rasyidin.”

Kemudian, setelah beliau menyampaikan definisi Ahlussunnah wal Jamaah, beliau mengingatkan berkenaan dengan ahli bid’ah, beliau menuturkan, “Janganlah kalian bergaul dengan ahli bid’ah, jangan mendekati mereka, dan jangan memberi salam kepada mereka. Sebab, Imam Ahmad telah mengatakan, ‘Barangsiapa mengucapkan salam kepada ahli bid’ah, maka sungguh ia telah mencintainya, karena Nabi SAW bersabda, ‘Sebarkanlah salam di antara kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.’ (Al-Ghaniyyah, 1/80; Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, hal: 431)

Beliau mengatakan, “Ketahuilah, bahwa ahli bid’ah memilki ciri-ciri yang mereka dikenali melalui ciri-ciri tersebut. Ciri-ciri mereka adalah sebutan-sebutan mereka terhadap ahlul atsar (Ahlus Sunnah). Kaum Zindik menamai ahlul atsar dengan sebutan Al-Hasyusyiyah; kaum Qadariyah menyebut ahlul atsar dengan Mujbirah (Jabbariyah); kaum Jahmiyah menjuluki Ahlus Sunnah dengan Musyabbihah; dan kaum Rafidhah menyebut ahlul atsar dengan Nashibah. Semua itu hanyalah fanatisme dan kebencian mereka kepada Ahlus Sunnah.

BACA JUGA  Masih Mau Menyombongkan Diri Setelah Baca Kisah Ini?

Tidak ada panggilan bagi Ahlus Sunnah kecuali hanya satu panggilan, yaitu Ashhabul Hadits. Tidak akan melekat terhadap Ahlus Sunnah apa pun yang digelarkan oleh ahli bid’ah atas mereka, sebagaimana tidak melekatnya terhadap Nabi SAW apa-apa yang disematkan oleh kaum kafir Mekah berupa penyihir, penyair, orang gila, pembuat fitnah, dan dukun. Tidak ada julukan bagi Rasulullah SAW di sisi Allah, para malaikat, manusia, jin, dan seluruh makhluk melainkan hanya satu nama, yaitu Nabi dan Rasul yang terlepas dari celaan-celaan itu seluruhnya.” (Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, hal: 477)

Fakhruddin

Sumber: Buku “Biografi Imam Al-Ghazali Dan Syekh Abdul Qadir Jailani” Karya Ali Muhammad Ash-Shallabi, Penerbit : Beirut Publishing, Jakarta

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Studi: Indonesia Masuk dalam Peringkat Tertinggi Pelarangan Agama

KIBLAT.NET – Indonesia masuk dalam kategori negara tertinggi dalam pelarangan agama, menurut penelitian Pew Research Center...

Jum'at, 22/06/2018 10:43 0

Suriah

PBB: 750 Ribu Warga Suriah dalam Ancaman Kekerasan Baru Rezim

KIBLAT.NET – PBB mengatakan 750.000 warga Suriah barat daya mungkin berada dalam bahaya di tengah...

Jum'at, 22/06/2018 09:35 0

Turki

Turki Ancam Keluar dari Kesepakatan Astana

Dalam pernyataannya yang ditujukan kepada Iran dan Rusia, selaku negara penjamin di pihak rezim Suriah, bahwa "setiap serangan terhadap kawasan itu mengakhiri perjanjian Astana."

Jum'at, 22/06/2018 07:30 0

Suriah

Suriah Selatan Memanas, Ribuan Sipil Mengungsi

Lembaga pengawas HAM Suriah (SOHR) mengatakan bahwa sebanyak 12.500 warga sipil telah melarikan diri dari kota Basr Al-Harir dan daerah sekitarnya di provinsi Daraa dalam dua hari terakhir.

Jum'at, 22/06/2018 05:45 0

Rohah

Mengaku Nabi di Hadapan Al-Makmun

Seseorang yang mengaku dirinya Nabi menghadap khalifah Al-Makmun. Beliau bertanya kepada orang itu

Kamis, 21/06/2018 16:05 0

News

Kini, Postingan Video di Instagram Bisa Lebih Panjang dengan IGTV

IGTV akan meningkatkan batas waktu video Instagram dari satu menit menjadi 10 menit untuk sebagian besar pengguna.

Kamis, 21/06/2018 13:17 0

Opini

Orientasi Penerapan Hukum Islam

“Hukum Islam sangat jelas manfaat agamanya, dan menuntaskan masalah hingga ke akar persoalannya. Hukum Islam sangat solutif, efektif, dan produktif. Berbagai hal positif dilahirkan oleh Hukum Islam, sehingga patut disebut hukum positif.”

Kamis, 21/06/2018 12:45 0

Indonesia

Lebaran Usai, KPAI Ingatkan Dampak Urbanisasi

Pasca lebaran banyak warga dari desa berusaha mencari penghidupan di kota-kota besar. Hal ini diingatkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr. Susanto. Dia mengimbau agar pelaku urbanisasi tersebut memperhatikan beberapa hal.

Kamis, 21/06/2018 12:21 0

Amerika

Donald Trump Ingin Amerika Dominasi Luar Angkasa

"Tidak cukup hanya kehadiran Amerika di luar angkasa. Kita harus mendominasi luar angkasa," kata Trump.

Kamis, 21/06/2018 11:50 0

Amerika

Terungkap, Perusahaan Cina Rekrut Agen Ganda AS

Terungkap, Perusahaan Cina Rekrut Agen Ganda AS

Kamis, 21/06/2018 11:08 0

Close