... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Terungkap, Perusahaan Cina Rekrut Agen Ganda AS

KIBLAT.NET – Di antara berlembar-lembar file pengadilan ratusan halaman dalam kasus dakwaan terhadap seorang desertir agen CIA Kevin Mallory, ada satu berkas laporan yang bisa dijadikan rujukan untuk mengungkap nama sebuah perusahaan Cina yang berbasis di Shanghai. Perusahaan itu bergerak di bidang rekrutmen atau pencari tenaga kerja level eksekutif. Yang menarik, menurut sejumlah “mantan” anggota dinas intelijen AS dan Rusia bahwa sepak terjang perusahaan Cina tersebut memberikan indikasi adanya kegiatan spionase klasik.

Pemerintah AS mengajukan bukti-bukti dakwaan terhadap Mallory yang telah dinyatakan bersalah atas tuduhan terkait kegiatan mata-mata asing, di antaranya sebuah foto kartu bisnis yang diduga milik seseorang bernama Richard Yang. Richard Yang ini diduga merupakan agen Kementerian atau Departemen Keamanan Negara Cina (MSS) yang menggambarkan dirinya sebagai perekrut dari sebuah perusahaan.  Jaksa penuntut menyebut Richard Yang pernah menjadi bos (up-line handler) bagi Mallory. Menurut dokumen pengadilan, foto bisnis tersebut diambil di kantor Darren & Associates, sebuah perusahaan rekrutmen yang tidak mencantumkan nomor telepon maupun nama kru manajemennya, dan beralamatkan di Hubin Road, Shanghai.

Hubungan Darren & Associates (D&A) dengan kasus Mallory tidak pernah disebut-sebut sebelumnya. Sebagaimana diklaim melalui situs resminya, perusahaan D&A  telah memulai bisnis mereka sejak “sekitar 40 tahun” yang lalu, atau sejak 2014 sebagaimana dinyatakan di halaman LinkedIn. Pada situs jaringan kerja mereka pun tidak menampilkan para pekerja maupun mantan pegawai secara aktual. Lebih ganjil lagi, situs web perusahaan hampir tidak pernah bisa diakses dan tidak aktif. Bagi sebuah perusahaan yang mencitrakan diri sebagai jaringan bisnis internasional yang sukses, hal itu sangatlah aneh.

“Jelas itu (perusahaan) fiktif,” kata Jack Barsky yang pernah menjadi aset atau sel tidur KGB di era Uni Soviet. “Pertama kali yang harus anda lakukan untuk menilai sebuah perusahaan itu riil atau tidak, adalah dengan cara melihat situs jaringan mereka, dan faktanya situs tersebut sama sekali tidak merepresentasikan sebuah perusahaan yang solid.”

“Mereka menggunakan mekanisme yang rapuh”, kata mantan perwira CIA Christopher Burgess. “Bagi saya, inilah yang akan dilakukan seseorang supaya kontak bisnis mereka tidak terekspos. Sayangnya, mereka tidak menunjukkan profil, alamat, nama-nama eksekutif perusahaan, termasuk bahwa misi mereka itu terlalu umum sehingga seolah bisa menggarap banyak hal”, kata Burgess menambahkan.

Richard Yang kemudian memperkenalkan Mallory kepada rekannya bernama Michael Yang, yang mengaku berafiliasi dengan Akademi Ilmu Sosial Shanghai (SASS). Menurut FBI, akademi ini memiliki hubungan dekat dengan Biro Keamanan Negara Shanghai (SSSB) yang menginduk ke Kementerian Kemanan Negara. Menurut sebuah file pengadilan, Biro Keamanan Shanghai (SSSB) menggunakan para pekerja di akademi SASS sebagai spotterdan penilai. Dan, FBI sendiri sudah lebih jauh membuat assessment bahwa para perwira di SSSB juga menggunakan “afiliasi SASS” sebagai cara mereka membuat cover identity.

Tahun 2017, kepada Bethany Allen-Ebrahimian & Elias Groll of Foreign Policy, Peter Mattis dari Yayasan Jamestown yang terkait dengan Program Cina mengatakan, “Lembaga studi Cina seperti akademi Shanghai bisa dipakai dan dimanfaatkan untuk mengundang seseorang baik itu individu maupun sumber lain yang dianggap menarik bagi mereka”. Orang-orang tersebut datang dan berbicara, dan mereka akan bertemu & melakukan rapat dengan elemen keamanan negara di tingkat lokal, atau dengan pihak militer di lingkungan Tentara Pembebasan Rakyat.

Beberapa institut kajian (think tank) lainnya ada yang berbasis di AS. Misalnya, lembaga studi Cina untuk Hubungan Int’l Kontemporer menggambarkan diri sebagai sebuah “institusi penelitian komprehensif”. Tetapi, selain itu mereka juga mengaku sebagai sebuah biro resmi pemerintah di bawah Kementerian Keamanan Negara (Cina) yang berfungsi seperti Pusat Open Source CIA.

Darren & Associates, perusahaan yang bertindak sebagai pelaksana tenaga perekrut dari perusahaan up-linenampaknya kurang begitu canggih. Bisa jadi karena Kementerian Departemen Kemanan Negara Cina (MSS) terlalu malas untuk menciptakan sebuah perusahaan pelaksana yang lebih realistis; atau karena mereka terlalu naif berfikir tidak ada orang yang akan berbohong tentang Mallory dan (juga) tidak akan ada yang akan mengeceknya. Demikian menurut pengamatan seorang mantan perwira FSB Rusia yang kini tinggal di AS dengan nama samara “Jan Neumann”

BACA JUGA  Trump Masih Anggap Hydroxychloroquine Ampuh untuk Covid-19

Celakanya, otoritas AS memberikan perhatian terhadap masalah ini, dan skema Mallory pun mulai terbongkar pada tahun 2017 ketika ia terseleksi harus mengikuti prosedur screening sekunder di bandara O’Hare Chicago saat kepulangan dari Cina. Meski awalnya mengaku tidak membawa apa-apa, petugas bea cukai bandara menemukan ada uang tunai sebanyak US$ 16.500 di tangannya

“Seseorang seperti Mallory yang sudah 20 tahun lebih malang melintang terlibat dalam aktifitas & komunitas intelijen level tinggi seharusnya tahu bahwa cover story yang disediakan oleh MSS kepadanya itu lemah”, kata Burgess. Masih menurut Burgess, seharusnya ia mengangkat telepon dan menghubungi FBI, dan mengatakan, “Hai, orang-orang ini mengatakan mereka adalah para pelaku bisnis yang memiliki legitimasi, dan saya tidak yakin mereka seperti itu”. Dan Mallory seharusnya sudah melakukannya beberapa tahun yang lalu.

Sebenarnya apa yang terbongkar secara detil dari kasus Mallory belum semuanya terungkap ke publik, dan barangkali tidak akan pernah terungkap. Namun menurut jaksa penuntut, Mallory memberikan informasi rahasia yang sangat berharga terkait seluruh nama agen AS yang ada di Cina.

Seorang perwira CIA yang mereview informasi mengatakan di pengadilan pada tahun 2017 lalu bahwa dokumen-dokumen yang diberikan Mallory kepada Cina berisi data intelijen sensitif, termasuk analisa dan nama-nama aset yang berpotensi memberikan dampak kerugian yang besar, dan barangkali berujung pada penahanan atau kematian sumber-sumber klandestin pada aset manusia. “Ini merupakan sebuah pengkhianatan dalam arti yang sebenarnya”, kata mantan Inspektur CIA, Frederick Hitz, kepada The Daily Beast.

Sejumlah analis FBI lebih jauh menegaskan bahwa Mallory telah menyelesaikan seluruh tahap yang diperlukan untuk mampu melakukan trasmisi atau memindahkan sedikitnya empat dokumen secara aman yang salah satunya berisi identifikasi unik terhadap sumber-sumber atau aset manusia yang membantu pemerintah AS. Beberapa file tersebut di-save dalam sebuah memori SD card Toshiba yang oleh Mallory dibungkus menggunakan aluminium foil dan disembunyikan di sebuah kloset di dalam kamar tidurnya.

“Kami mengawasinya dua kali”, kata Melinda Capitano , agen khusus FBI dalam testimoninya pada hari Kamis.

“Apa yang membuat anda berfikir untuk membukanya?” tanya jaksa penuntut umum.

“Dalam pelatihan, kami diajarkan bungkus foil kecil semacam ini biasanya berisi narkoba,” jawab Capitano.

Tim pembela Mallory mengatakan bahwa dokumen-dokumen tersebut tidak berharga, dan bahwa ia (Mallory) sebenarnya bekerja secara independen, semacam perwira kontra-intelijen yang mengarahkan dirinya sendiri untuk berada di komunitas agen-agen Cina sehingga pada akhirnya ia bahkan mampu mengarahkan atau menyerahkan mereka kepada otoritas AS. Burgess dengan tegas menyebut keterangan itu sebagai “omong kosong”. Menurut pandangan Burgess, Mallory bukan seorang freelancer dalam kontraintelijen, ia (Mallory) bekerja sebagai aset.

“Ia sangat sigap dalam bertugas, ia berkomunikasi menggunakan sandi untuk mengurangi interaksi langsung face-to-face dengan kontak Cina-nya,” kata Burgess. “Seandainya saya yang melakukan validasi terhadap sebuah sumber, semua itu mengindikasikan bahwa saya memiliki sebuah sumber/aset yang bagus.”

“Ia (seperti) melempar sesuatu ke tembok untuk melihat apakah nempel atau tidak,” kata mantan perwira Intelijen Pertahanan Ray Semko menertawakan. “Terlalu naif dan bodoh jika para hakim/yuri mempercayainya,” pungkas Semko.  Sementara itu, pengacara Mallory, Geremy Kamens, enggan dan menolak ketika diminta untuk berkomentar.

Mallory bersama istrinya dan salah satu dari ketiga anaknya tinggal di sebuah rumah mewah seluas 7.100 kaki persegi, yang dilengkapi dengan 4 kamar tidur, 4 kamar mandi, sebuah home theater, dan 2 tungku perapian, di Leesburg, Virginia. Ia (Mallory) membayar 1,15 juta dolar Amerika pada tahun 2005, jumlah yang terlalu banyak untuk seseorang yang oleh jaksa penuntut dikatakan berpenghasilan hanya US$ 25.000 selama tiga tahun. Seluruh nilai nominal tersebut diperolehnya dari bos/handler Cina.

Mallory juga punya 3 anak yang sudah dewasa dari hasil pernikahan sebelumnya. Menurut file pengadilan, Mallory memiliki hutang US$ 50.000 di kartu kreditnya, memiliki uang tunai US$ 2.500, dan investasi lainnya. Istrinya yang bernama Mariah Nan-Hua Mallory menjadi sopir bus sekolah dengan penghasilan sekitar US$ 9.000 per tahun.

BACA JUGA  Ibadah Haji di Tengah Pandemi, Begini Protokol Kesehatan yang Diterapkan Arab Saudi

Dalam sebuah mosi di sidang sebelumnya yang dilengkapi dengan bantahan/pembelaan pengadilan terhadap rilis Mallory untuk penundaan sidang, para jaksa penuntut mengatakan ia (Mallory) telah menunjukkan sebuah pola ketidakjujuran. “Terdakwa mengatakan dan melakukan apa saja yang ia inginkan sesuai kebutuhan & kepentingannya, yang nampaknya dengan mencari jalan pintas untuk keluar dari masalah kesulitan keuangan, dengan cara mengkhianati pemerintahnya,” tulis dalam mosi tersebut.

Namun demikian, Patsy Harrington , seorang broker real estate yang sekaligus teman dekat Mallory tetap bersikeras bahwa Mallory sama sekali tidak seperti yang dituduhkan.

“Ia adalah seorang yang loyal yang menjadi korban saat bertugas di Timur Tengah, ia seorang lelaki hebat yang mencintai keluarganya, dan ia juga seorang anggota jemaah gereja Mormon yang taat, yang memiliki seorang istri yang hebat dan tiga anak yang tumbuh luar biasa,” kata Harrington kepada The Daily Beast. “Ia (Mallory) orang yang baik. Saya pernah menjadi seorang ibu tunggal dan ia sangat luar biasa kepada saya. Ia jauh lebih baik daripada 97 persen orang yang saya kenal,” imbuhnya lagi.

Sebuah rekomendasi LinkedIn dari Min Xu, sejawatnya yang seorang profesor di Universitas Normal  Cina Tengah menggambarkan Mallory sebagai seorang yang sangat taat agama, jujur, setia, serius namun baik hati, ringan tangan, suka humor, dan mudah bergaul dengan orang-orang di sekitarnya, saya akan selalu ingat di saat yang tepat ia menolong kami ketika kami dalam kesulitan. Ia betul-betul orang yang mengagumkan.

Faktanya bahwa agen-agen Cina yang mengincar Mallory pertama kali berhasil melakukan kontak dengannya melalui LinkedIn. LinkedIn merupakan sebuah sumber informasi apa saja (goldmine) bagi mereka yang ingin mengenali/identifikasi anggota-anggota dari komunitas yang sudah “klir”. Demikian pendapat Christopher Burgess yang punya pengalaman berkali-kali dihubungi oleh orang yang ia asumsikan sebagai agen intelijen asing.

Namun intelijen Cina tidak hanya tertarik dengan orang-orang yang secara security cleareance termasuk aktif. Siapa saja yang memiliki akses atau pengaruh berpotensi masuk radar mereka untuk ditindaklanjuti. Dan profesi apa saja, dari profesor, ilmuan, hingga jurnalis pernah menerima tawaran dari unsur intelijen asing.

Reporter National Security bernama Garrett Graff pernah ditarget di LinkedIn oleh Evgeny Buryakov, seorang agen SVR Rusia yang mengaku sebagai bankir investasi di New York. Sementara seorang agen Cina juga memanfaatkan LinkedIn untuk mendekati wartawan Nate Thayer pada tahun 2017 lalu.

“Pada hari saya menerima pesan pertama dari agen intelijen Cina di Kementerian atau Departemen Keamanan Negara, (tentu saja) mereka tidak memberitahukan bahwa mereka intel Cina,” tulis Thayer melalui blognya. “Catatan/pesan dari ‘Frank Hu’, seorang ‘asisten proyek’ dari Perusahaan Shanghai Pacific & International Strategy Consulting. Hu mengatakan ia menemukan saya di internet dan ia menulis pesan ini untuk mencari peluang kerjasama yang potensial,” tulis Thayer melanjutkan

Bisa ditebak, bahwa tidak ada itu Perusahaan Shanghai Pacific & International Strategy Consulting, tidak juga mereka yang me-maintain situs web setengah jadi seperti milik Darren & Associates. Hu menyampaikan ke Thayer bahwa perusahaan bergerak di bidang “consulting” dan layanan advisorydengan spesialisasi analisa kebijakan independen.

Dalam hal operasi-operasi “human source”, sejumlah pihak menilai cara kerja dan kinerja negara komunis Cina (PRC) kurang begitu canggih. Lebih lanjut, seorang anggota komunitas intelijen mengatakan kepada Thayer, “…sampai mereka menemukan anda di area mereka. Maka, jangan pergi ke sana… ke Shanghai, apapun alasannya.”

Tentu saja, cara-cara semacam itu tidak ada yang bisa dijadikan sebagai sebuah sistem yang bisa dipercaya dalam dunia spionase, dan berbagai bentuk pelanggaran maupun pengkhianatan seperti dalam kasus Mallory akan terus terulang lagi. Sebagaimana kata seorang veteran dinas klandestin nasional (NCS) di bawah CIA, Joseph Wippl bahwa memang itu adalah bagian dari dunia spionase.

Sumber: The Daily Beast
Redaktur: Yasin Muslim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tazkiyah

Antara Ridha, Maaf dan Ampunan Allah, Apa Bedanya?

Di dalam al-Quran, banyak sekali ayat-ayat yang bersinggungan dengan maaf, ridha dan ampunan. Sebenarnya apa perbedaan ketiganya?

Kamis, 21/06/2018 08:50 0

Rohah

Gaji Petugas Daulah Menurut Hasan Al-Bashri

Seorang petugas daulah bertanya kepada Hasan Basri tentang penerimaan gaji dari negara, sebab menurutnya, dana yang ada di kas negara sebagian besar diperoleh dan dipungut dari hasil kezaliman.

Kamis, 21/06/2018 07:00 0

Tazkiyah

Pemimpin yang Kuat Lagi Amanah

Utsman kembali seraya berkata kepada semua yang ada di situ, “Barangsiapa ingin melihat seorang al-Qawi al-Amin (yang kuat lagi amanah), lihatlah orang itu!”

Rabu, 20/06/2018 13:12 0

Rohah

Solusi Kesedihan Ala Ibrahim bin Adham

Ibrahim Ibnu Adham melihat seorang yang tampak pada wajahnya seperti sedang ditimpa kesusahan dan kesedihan. Lalu Ibrahim bertanya kepada orang itu,"Aku ingin mengajukan tiga pertanyaan kepadamu.

Rabu, 20/06/2018 11:53 0

Tazkiyah

Bila Azan Berkumandang, Mengapa Kita Harus Segera ke Masjid?

Sesibuk apapun pekerjaannya, rela mereka tinggalkan bila panggilan azan berkumandang. Sebagai umat Islam—terlebih para aktivis—tentu kita harus menjadikan mereka sebagai sosok teladan dalam beragama.

Rabu, 20/06/2018 11:00 0

Fikih

Beda Niat antara Imam dan Makmum, Bolehkah?

Apakah orang yang shalat fardhu boleh mengikuti orang yang shalat nafilah, orang yang shalat nafilah boleh mengikuti orang yang shalat fardhu, dan orang yang shalat fardhu boleh mengikuti orang yang juga shalat fardhu dengan niat berbeda?

Rabu, 20/06/2018 07:15 1

Indonesia

IPW: Pelantikan Iriawan Jadi Pj Gubernur Jawa Barat Munculkan Dwifungsi Polri

Pelantikan Iriawan Jadi Pj Gubernur Jawa Barat Munculkan Dwifungsi Polri

Selasa, 19/06/2018 15:14 2

Rohah

Ketika Cucu Umar bin Khattab Menolak Tawaran Khalifah

Khalifah Hasyim bin Abdul Malik ketika memasuki Ka'bah pada ibadah haji, bertemu dengan Salim bin Abdullah bin Umar ibn Khattab. Lalu ia berkata,"Wahai Salim, mintalah kepada kebutuhan-kebutuhanmu."

Selasa, 19/06/2018 15:00 0

Rohah

Cara Rasulullah Agar Sahabatnya Tidak Meminta-minta

Seorang pria muda datang kepada Rasulullah,meminta sedekah karena tidak punya makanan untuk dirinya dan keluarganya pada hari itu. Rasulullah bertanya,"Barang-barang apa saja yang kamu miliki d rumahmu?"

Selasa, 19/06/2018 12:34 0

Fikih

Keutamaan Shalat Berjamaah di Shaf Pertama

Apalagi ketika mendapati shaf pertama. Dalam banyak riwayat, Rasulullah SAW menjelaskan tentang keutamaan dan pahala yang bakal diperoleh oleh siapa pun yang berdiri di shaf pertama shalat berjamaah.

Selasa, 19/06/2018 10:00 2

Close