... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Bila Azan Berkumandang, Mengapa Kita Harus Segera ke Masjid?

Foto: Azan

KIBLAT.NET – Adalah Ibrahim bin Maimun Al-Marwazi, sosok ahli hadits tsiqah, murid dari Atha’ bin Abi Rabbah, berprofesi sebagai pengrajin emas dan perak. Tentang beliau, Ibnu Ma’in menuturkan, “Saat mengangkat palu lalu mendengar azan, ia tidak mengembalikan ketukan palunya (ia tinggalkan),” (Lihat: Tahdzibut Tahdzib, IV/196)

Profil Ibrahim bin Maimun di atas hanyalah salah satu di antara keseriusan para salaf dalam mengutamakan urusan shalat. Sesibuk apapun pekerjaannya, rela mereka tinggalkan bila panggilan azan berkumandang. Sebagai umat Islam—terlebih para aktivis—tentu kita harus menjadikan mereka sebagai sosok teladan dalam beragama. Ketundukan terhadap syariat Islam, perlu kita pupuk dari hal yang terkecil sekalipun. Perintah agama tak boleh kita kalahkan dengan keinginan nafsu kita. Sebab, bila yang kecil saja sulit bagi kita untuk tunduk bagaimana dengan perkara yang lebih besar dari itu?

Bersegera mendatangi masjid untuk shalat jamaah ternyata menyimpan niali pahala yang cukup besar. Banyak sekali nash yang menjelaskan tentang keutamaan yang bakal diperoleh oleh siapa pun yang bersegera ke masjid. Di antaranya:

1.Menyandang sifat “hamba yang mendapat naungan Allah”

Di antara orang-orang berbahagia di negeri akhirat yang mendapat naungan Allah di bawah naungan-Nya pada hari tiada naungan lain selain naungan-Nya adalah orang yang hatinya terkait dengan masjid, sangat mencintai masjid, seusai menunaikan shalat fardhu menanti shalat fardhu berikutnya, shalat secara berjamaah, dan bersegera untuk hadir. Bersegera ke masjid dan keterpautan hati dengan masjid adalah dua hal yang terkait erat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tujuh (golongan), Allah menaungi mereka di bahwa naunganNya pada hari tiada naungan selain naungan-Nya,’ beliau menyebut di antaranya:

وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ

‘Dan seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid-masjid.” Riwayat Imam Malik menyebutkan, “Dan seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid saat keluar darinya, hingga ia kembali lagi padanya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Dalam AtTamhîd, Ibnu Abdil Barr menuturkan, “Ini adalah hadits terbaik yang diriwayatkan tentang keutamaan amal, hadits paling umum dan sahih, insya Allah. Cukuplah mendapat naungan Allah sebagai suatu keutamaan, karena siapa pun yang berada di bawah naungan Allah pada hari kiamat tidak tertimpa hal-hal yang menakutkan di tempat pemberhentian kiamat.” (At-Tamhîd, II/282).

Imam Nawawi menjelaskan sabda Nabi SAW, “Dan seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid-masjid,” maksudnya sangat mencintai masjid dan konsisten shalat berjamaah di masjid, bukan berarti selalu duduk di masjid. (Syarah Shahih Muslim, VII/127)

BACA JUGA  Masih Mau Menyombongkan Diri Setelah Baca Kisah Ini?

2. Orang yang bersegera ke masjid berada dalam shalat selama ia menanti shalat

Salah satu bukti keutamaan shalat berjamaah dan bersegera ke masjid adalah siapa pun yang segera ke masjid, ia berada di dalam shalat, meski jeda waktunya lama ataupun sebentar. Ini adalah karunia dan rahmat Allah, seperti tertera dalam riwayat Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda, “Salah seorang dari kalian senantiasa berada dalam shalat selama shalat menahannya, tidak ada yang menghalanginya untuk pulang ke keluarganya selain shalat.”
Riwayat lain menyebutkan, “Sungguh, salah seorang dari kalian berada dalam shalat selama shalat menahannya, para malaikat mengucapkan, ‘Ya Allah, ampunilah dia, ya Allah rahmatilah dia,’ selama ia tidak berdiri meninggalkan tempat shalatnya, atau berhadats.”
(HR. Bukhari-Muslim)

Ibnu Abdilbarr menyatakan, “Hadits ini menunjukkan keutamaan orang yang menunggu shalat sama seperti keutamaan orang yang shalat, karena seperti diketahui, sabda Nabi n, ‘Salah seorang dari kalian senantiasa berada dalam shalat selama shalat menahannya,’ bukan bermaksud menanti shalat dengan berdiri, rukuk, ataupun sujud, tetapi maksudnya adalah keutamaan menanti shalat dengan niat untuk itu, sama seperti keutamaan shalat, dan orang yang menanti shalat nilainya sama seperti orang yang shalat dari segi keutamaan.” (At-Tamhîd, XIX/26, 43)

Allah menjadikan menanti shalat selepas shalat sebagai salah satu sebab ampunan dosa dan pembersihan dari segala kesalahan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku tunjukkan sesuatu pada kalian, yang dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat-derajat?’ ‘Tentu, wahai Rasulullah,’ sahut para shahabat. Beliau meneruskan, ‘Menyempurnakan wudhu atas hal-hal yang tidak disuka, memperbanyak langkah menuju masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Itulah ribath’,” (HR. Muslim)

Hadits ini secara umum menunjukkan keutamaan menunggu shalat dan bersegera ke masjid, karena bersegera ke masjid mencakup menantikan waktu shalat dan menunggu shalat berjamaah. Menunggu shalat di masjid artinya pergi ke masjid lebih awal. Bukan menunggu di tempat shalat, di tempat kerja, ataupun di pasar, tetapi bersegera ke masjid, karena pikiran dan hati selalu terpaut dengan masjid. Ia senantiasa hadir lebih awal dan merasakan pengawasan Allah, tidak melalaikan ibadah-ibadah jasmani paling utama dengan apa pun juga. (Dalîlul Fâlihîn, I/366)

3. Para malaikat mendoakan dan memintakan ampunan untuknya

Allah berfirman:

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

BACA JUGA  Ketika Khalifah Umar bin Khattab Tidak Didengarkan Rakyatnya

“Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (Al-Ahzâb: 43).

Ini merupakan nikmat agung yang Allah karuniakan pada hamba-hamba yang taat, yang harus disyukuri dan mengharuskan mereka untuk banyak-banyak berzikir kepada Allah yang telah memperlakukan mereka dengan lemah lembut dan menyayangi mereka, serta membebankan para malaikat untuk memohonkan ampunan bagi mereka, sehingga menjadi penyebab mereka mendapat petunjuk, keluar dari gelapnya dosa dan kebodohan menuju cahaya iman, taufiq, ilmu, dan amal. (Tafsir Ibnu Sa’di, IV/158)

4. Mendapatkan kesempatan berdoa antara azan dan iqamat

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

“Doa antara azan dan iqamat tidak tertolak, maka berdoalah.” (HR. Ahmad)

Sebuah kesempatan emas bagi setiap muslim untuk bisa memperoleh harapan yang dipanjatkan kepada Allah Ta’ala.

5. Mendapatkan takbiratul ihram bersama imam

Di antara manfaat bersegera ke masjid juga adalah mendapatkan takbiratul ihram bersama imam, dan pahalanya sangat besar. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia menuturkan, “Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنْ النِّفَاقِ

“Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbiratul pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di kitab Shahih Al Jami’ II/1089)

Ath-Thayyibi mensyarah hadits ini sebagai berikut, “Di dunia, ia dihindarkan dari amalan orang munafik, dan mendapat taufiq untuk melakukan amalan orang ikhlas, dan di akhirat ia dihindarkan dari siksa yang menimpa orang munafik, atau diberi kesaksian bahwa ia bukan orang munafik, karena ketika shalat, orang-orang munafik menjalankannya dengan malas. Ini berbeda dengan kondisi orang yang rutin berjamaah tanpa ketinggalan takbiratul ihram.” (Syarh Ath-Thayyibi, III/74)

Dengan memahami keutamaan yang disebutkan di atas, harapannya kita bisa menjadi orang-orang yang selalu mengutamakan perkara shalat di antara urusan-urasan yang lain. Dengan demikian kita mampu meraih semua janji kebaikan yang Allah berikan kepada setiap hamba pilihanNya.

Fakhruddin

Sumber: Buku “Ensiklopedi Shalat” Abu Abdirrahman Adil Bin Sa’ad, Penerbit:
Ummul Qura, Jakarta

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Lakukan Hal ini Sebelum Memuji Seseorang

Ada seseorang yang memuji kawannya di depan orang bijaksana. Lalu orang yang bijaksana itu bertanya kepadanya,"Apakah kamu pernah melihat dia menahan diri ketika marah?"

Rabu, 20/06/2018 05:49 0

Rusia

Piala Dunia: Kiper Muslim Ini Tolak Penghargaan Pemain Terbaik Karena Disponsori Perusahaan Bir

kiper timnas Mesir Mohamed El-Shenawy menolak penghargaan man of the macth saat pertandingan melawan Uruguay

Rabu, 20/06/2018 05:41 0

Mesir

Grand Syaikh Al Azhar: Provokasi Tuntutan Penghapusan Ayat Al Quran Pemicu “Terorisme”

"Mereka yang mempublikasikan pernyataan-pernyataan tersebut tidak tahu seberapa banyak kata-kata menyakitkan itu tercipta di hati 1,5 miliar umat Islam"

Selasa, 19/06/2018 16:48 2

Indonesia

IPW: Pelantikan Iriawan Jadi Pj Gubernur Jawa Barat Munculkan Dwifungsi Polri

Pelantikan Iriawan Jadi Pj Gubernur Jawa Barat Munculkan Dwifungsi Polri

Selasa, 19/06/2018 15:14 2

Rohah

Ketika Cucu Umar bin Khattab Menolak Tawaran Khalifah

Khalifah Hasyim bin Abdul Malik ketika memasuki Ka'bah pada ibadah haji, bertemu dengan Salim bin Abdullah bin Umar ibn Khattab. Lalu ia berkata,"Wahai Salim, mintalah kepada kebutuhan-kebutuhanmu."

Selasa, 19/06/2018 15:00 0

Rohah

Cara Rasulullah Agar Sahabatnya Tidak Meminta-minta

Seorang pria muda datang kepada Rasulullah,meminta sedekah karena tidak punya makanan untuk dirinya dan keluarganya pada hari itu. Rasulullah bertanya,"Barang-barang apa saja yang kamu miliki d rumahmu?"

Selasa, 19/06/2018 12:34 0

Fikih

Dibalik Keutamaan Mengucapkan “Amiin” dalam Shalat Jamaah

Shalat lima waktu secara berjamaah memang menyimpan pahala yang cukup berlimpah. Sangat berbeda ketika dilaksanakan sendirian. Selain berbeda sampai dua puluh tujuh derajat, ternyata dalam shalat berjamaah juga menyimpan banyak keutamaan lainnya. salah satunya adalah saat mengucapkan amiin ketika imam selesai membaca al-Fatihah.

Senin, 18/06/2018 17:39 0

Indonesia

Pemuda Patani Kampanyekan Cinta Baju Melayu di Momen Idul Fitri

Pemuda Patani Kampanyekan Cinta Baju Melayu di Momen Idul Fitri

Senin, 18/06/2018 15:20 0

Afghanistan

Taliban: Tak Ada Niat Perpanjang Gencatan

“Gencatan senjata berakhir Senin besok. Tidak ada niat untuk memperpanjang,” kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Senin, 18/06/2018 09:02 0

Suriah

Drone Asing Serang Markas Militer Assad di Suriah Timur

“Pesawat tanpa awak tak dikenal yang kemungkinan besar milik AS menggempur lokasi faksi-faksi Iraq di wilayah antara Bokamal dan Tanaf serta wilayah lainnya milik militer Suriah,” kata sumber komandan koalisi militer pendukung rezim Assad kepada Reuters.

Senin, 18/06/2018 08:40 0

Close