Tangisan Umar bin Khattab Saat Membaca al-Qur’an

KIBLAT.NET – Umar bin Khattab, pengganti ABu BakarRasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, seorang laki-laki yang dengannya Allah menjadikan Islam gilang-gemilang. Dialah Syahidul Mihrab (yang gugur sebagai syahid di Mihrab). Umar bin Khathab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurath bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Ghalib Al-Qurasyi Al-Adawi, Abu Hafsh, Amirul Mukminin dialah orang pertama yang dipanggil dengan Amirul Mukminin.

Ibnu Mas’ud a berkata, “Islamnya Umar bin Khattab adalah kemenangan, hijrahnya adalah pertolongan, dan kepemimpinannya adalah kasih sayang.”

Selain terkenal sebagai sosok yang tegas, gagah dan tak takut dengan siapa pun, ternyata Umar bin Khatab juga tiba-tiba sering sosok yang cengeng dan suka menangis saat membaca al-Quran. Bahkan suara tangisannya terdengar dari jarak yang jauh.

Abdullah bin Syidad berkisah, “Saya pernah mendengar suara sesenggukan Umar bin Khattab saat membaca ayat: ‘Hanyasanya aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku kepada Allah.’ (Yusuf: 86), Padahal aku berada di shaf paling belakang.”

Ibnu Umar juga menuturkan, “Aku pernah mengerjakan shalat di belakang Umar dan kudengar isak tangisnya dari shaf ketiga.”

Cerita yang sama juga diungkapakan oleh Ubaid bin Umair, ia berkata, “Umar pernah mengimami kami shalat Fajar (Shubuh). Umar membaca surah Yusuf dari awal, dan ketika sampai ayat: ‘…Dan kedua matanya menjadi putih karena sedih. Dia diam menahan amarah (kepada anak-anaknya).’ (Yusuf: 84) Umar menangis sampai terputus (bacaannya). Lantas dia rukuk”

Masih dari Ubaid bin Umair, katanya, “Ketika sampai ayat, ‘Hanyasanya aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku kepada Allah’ (Yusuf: 86), Umar menangis sehingga suara sesenggukannya terdengar sampai shaf paling belakang.”

Alqamah bin Waqash menyatakan, “Saya pernah mengerjakan shalat di belakang Umar. Dia membaca surah Yusuf. Ketika sampai ayat tentang ayah Nabi Yusuf yang ingat kepadanya (ayat ke-85), suara sesenggukannya terdengar sampai shaf paling belakang.”

Redaktur: Fakhruddin

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat